LPKP2HI Minta Polda Jatim Segera Limpahkan Pada Kejaksaan Soal Perkara Henry,


“ Jangan Biarkan Berkas Mengendap Dimeja laci Penyidik “

Foto: Mobil Ambulan Hospitas Bawa Tersangka Henry, ke Kejari Surabaya, pada Senin, 9/7/18, Gagal Pelimpahan Tahap Karena Sakit Santung

Surabaya, koordinatberita- Saat Pelimpahan tahap II perkara kasus Henry J Gunawan, jadi tersangka penggelapan dan penipuan sebesar Rp. 250 M. Anehnya, tiga belas hari sejak gagalnya pelimpahan karena sakit Jantung. Bahkan, penyidik terkesan tidak ada langkah pro aktif. Dan kini, Ketua Presidium Lembaga Pengawas Korupsi Dan Pemantau Penegak Hukum Indonesia ( LPKP2HI ), Moch. Hasan meminta Penyidik Polda Jatim segera melimpahkan berkas tahap II Hendry J Gunawan, pada kejaksaan.

Hasan berpendapat, bahwa kasus Henry tersebut telah menjadi sorotan publik sehingga jangan sampai masarakat menilai adanya persepsi negatif dalam kasus ini.

” Jangan dibiarkan (berkas), lama mengendap dilaci penyidik, nanti masarakat menilai ada apa-apa, sebab sudah tiga belas hari sejak gagalnya pelimpahan itu, namun pihak penyidik sepertinya tidak ada langkah proaktif “ Kata Hasan, Minggu -[22/7/18].

Terkait perkara ini Kejaksaan Negeri Surabaya juga belum memastikan kapan berkas pelimpahan tahap II (dua) tersangka kasus penipuan dan penggelapan senilai 240 miliar Henry J Gunawan dilimpahkan oleh penyidik kepolisian pada lembaganya.

Seperti diketahui sebelumnya, rencana pelimpahan tahap II oleh penyidik ke kejaksaan Negeri pada Senin, 9/7/18, kemarin gagal dilakukan karena sakit jantung.

Didik ( Kasipidum ) Kejari Surabaya menyatakan,” bahwa tersangka kondisinya dalam keadaan labil karena penyakit Jantung sehingga yang bersangkutan tidak dapat diperiksa,” kata Kasipidum.

Sementara proses pelimpahan tahap II tersebut, Henry terlihat terkapar didalam mobil Ambulan RS National Hospital Surabaya. Ia menuju gedung kejaksaan ditemani oleh keluarga beserta penasihat hukumnya.

Kejari Surabaya juga mengaku telah menerima rekam medis tersangka sehingga pihaknya mengambil kesimpulan untuk menunda rencana pelimpahan tahap dua Henry J Gunawan.

Foto: Dadit Kasipidum Kejari Surabaya, Saat Berikan Keterangannya di Awak Media, pada Senin, 9/7/18

” Ada (rekam medis,red) , Disitu terpampang jelas, jadi ada mau tindakan seperti Cateter saya juga tidak tau bahasa medisnya tapi intinya terkait masalah jantung” ujar Didik.

Dalam kasus ini Henry J Gunawan alias Cen Liang, ditetapkan sebagai tersangka atas laporan dua orang investor pembangunan Pasar Turi, yakni Teguh Kinarto, selaku Bos PT Joyo Mashyur dan Heng Hok Soei alias Asoei yang merupakan owner PT Siantar Top.

Oleh keduanya, Henry dilaporkan ke Mabes Polri dengan laporan dugaan tindak pidana penipuan dan pengelapan, sesuai pasal 372 dan 378 KUHP, krena dianggap mengemplang uang senilai 240 Miliar milik para pelapor.

Sampai berita ini diberitakan, pihak koordinatberita.com kesulitan melakukan konfirmasi kepada pihak Kasipidum Kejaksaan Negeri Surabaya, Pasalnya Pihaknya,

Dadit (Kasipidum) Kejari Surabaya telah memblokir Nomer Hp atau whatsaap, awak media ini. (Oirul)


39 tampilan

PT. Sinar Katulistiwa Nusantara ( Pers )

adalah suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang media Cyber yang bernama

Koordinatberita.com berakta Notaris No: 27, PT. Sinar Katulistiwa Nusantara berbadan hukum siah terdaftar dalam Kementerian Hukum dan Ham RI, NomerAHU-0044771.AH.01.01. Tahun 2018 / Daftar Perseroan Nomer AHU-0124529.AH.01.11.Tahun 2018 Tanggal 21 September. 

Alamat redaksi: Jl. Bibis Tama, Surabaya Jawa Timur- Telpon: 087853787634 Email:khoirulfatma13@gmail.com - redaksikoordinatberita@gmail.com

©2018 BY KOORDINAT BERITA.com