PT. Sinar Katulistiwa Nusantara ( Pers )

adalah suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang media Cyber yang bernama

Koordinatberita.com berakta Notaris No: 27, PT. Sinar Katulistiwa Nusantara berbadan hukum siah terdaftar dalam Kementerian Hukum dan Ham RI, NomerAHU-0044771.AH.01.01. Tahun 2018 / Daftar Perseroan Nomer AHU-0124529.AH.01.11.Tahun 2018 Tanggal 21 September. 

Alamat redaksi: Jl. Bibis Tama, Surabaya Jawa Timur- Telpon: 087853787634 Email:khoirulfatma13@gmail.com - redaksikoordinatberita@gmail.com

©2018 BY KOORDINAT BERITA.com

Bareskrim Seret Henry J.G ke Kejari Surabaya untuk Tahap II


“ Prof, Ini Saya Lagi di PN Kok Tiba-Tiba Dijemput Bareskrim Mabes Polri,” ujar Henry Dalam Telponnya “.

Surabaya, koordinatberita.com- Pucuk di cinta ulam puntiba kata pepata yang pantas disandang Henry J Gunawan. Pasalnya, usai sidang bacaan tuntutan kasus penggelapan dan penipuan pedagang pasar turi yang ditunda, itu maksud dari pepata tanpa disangka Terdakwa Henry J Gunawan dihadang 4 petugas berpakaian preman untuk dibawah ke Kejari Surabaya.Rabu,(8/8).

Kendati pun akhirnya Henry Jacosity Gunawan, investor Pasar Turi PT Gala Bumi Perkasa, dijemput paksa oleh penyidik Bareskrim Mabes Polri, pada Rabu (8/8/2018) pagi di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Sekitar pukul 10.30 WIB Henry J Gunawan digiring ke Kejari Surabaya setelah persidangan dalam kasus Penipuan dan Penggelapan senilai Rp 240 juta atas laporan dua kongsinya dalam pembangunan Pasar Turi Surabaya.

Kedua orang kongsinya yang melaporkan Bos PT Gala Bumi Perkasa yakni, Teguh Kinarto, Bos PT Joyo Mashyur dan Heng Hok Soei alias Asoei yang merupakan owner PT Siantar Top.

“ Kami dari Bareskrim Mabes Polri menjemput bapak untuk pelimpahan tahap II, mari ikut kami ke Kejari Surabaya,” kata salah satu penyidik pada Henry sambil menunjukkan surat tugas penjemputan di halaman PN Surabaya, Rabu (8/8/2018).

Usai membaca surat, Henry minta izin menelpon seseorang yang diduga kuasa hukumnya. “Prof ini saya lagi di PN kok tiba tiba dijemput Bareskrim Mabes Polri,” ujar Henry saat menelpon.

Dianggap mengulur waktu, penyidik meminta Henry segera ikut ke Kejari dan dijelaskan disana. Namun, Henry terlihat ingin berlama lama telepon dan membuat penyidik geram.

“Ambil mobil patroli, ayo bawa saja ke Kejari. Terlalu lama, ayo ikut,” teriak salah satu penyidik sambil menggandeng Henry yang masih terus menelpon.

Pelimpahan tahap II kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan Henry J Gunawan sempat tertunda, karena tersangka mendadak sakit saat kasusnya dinyatakan P21. Henry terkapar di ambulan National Hospital yang saat itu (Senin, 9/7/2018). Diduga, Henry jatuh sakit usai bermain pingpong.

Pada kasus ini, Henry sempat ditahan oleh penyidik Bareskrim Polri pada Jum’at (9/2/2018). Namun beberapa hari kemudian, Henry kembali menghirup udara bebas atas penangguhan penahanan yang diajukannya.

Henry dilaporkan atas gagalnya pembangunan Pasar Turi paska kebakaran. Kedua investor yang juga bertindak sebagai pelapor kasus ini, telah menginvestasikan dananya sebesar Rp 240 miliar untuk pembangunan Pasar Turi.

Namun, ditengah perjalanan atas pencairan dana itu, tersangka Henry tak pernah melaporkan progres pembangunan ke Investornya. Henry, justru meninggalkan kedua investor itu tanpa ada itikad baik untuk mengembalikan modal yang telah disetorkan para investor, baik secara tunai maupun melalui cek.

Dalam kasus ini, Henry dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan. Dalam kasus ini, bukanlah kasus pidana Henry J Gunawan yang pertama. Sebelumnya dia telah divonis bersalah oleh Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya atas penipuan dan penggelapan jual beli tanah terhadap Hermanto, klien dari Notaris Caroline C Kalempung.

Tidak hanya itu, Henry juga tengah menjalani proses persidangan kasus penipuan dan penggelapan di PN Surabaya yang dilaporkan oleh pedagang Pasar Turi. (Oirul)


29 tampilan