Diduga Jadi Korban "Mafia" Perbankan, Bank Bukopin Kembali Digugat


" Bank Bukopin Langgaran Undang-Undang Perbangkan "

Foto: Kuasa Hukumnya, Agoes Soeseno,SH,MM, Termohon (Penggugat)

Surabaya,koordinatberita.com- Diduga Bank Bukopin melakukan pelanggaran UU Perbangkan yaitu ketentuan Perbankan. Pasalnya, apa yang dilakukan Bank Bukopin, dimana Penggugat tidak diberikan Akta Perjanjian Kredit dan Akte Pembebanan Hak Tanggungan yang mana itu adalah hak penggugat sebagai nasabah yang harus diberikan Bank Bukopin. Dan kini, melalui Tim Kuasa Hukumnya berupaya mencari keadilan untuk mendapatkan kembali dua aset rumahnya yang hilang akibat jual beli tanpa pembayaran kembali dilakukan Calvin Bambang Hartono pasca gugatan pertamanya ditolak oleh Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya pada 30 Mei 2018 lalu.

Melalui tim kuasanya hukumnya, Agoes Soeseno,SH,MM, Calvin kembali menggugat Bank Bukopin. Tak hanya itu, gugatan perbuatan melawan hukum (PMH) yang kedua ini juga menggugat Stevanus Sulaiman selaku pihak yang membeli rumah Calvin.

"Besok gugatan yang kedua ini akan disidangkan di PN Surabaya,"terang Agoes Soeseno,SH,MH pada awak media, Rabu (8/8).

Dalam gugatan yang kedua ini, lanjut Agoes, Bank Bukopin selaku tergugat 2 telah menghilangkan perjanjian atas dua rumah yang dibeli kliennya melalui sistim kredit. Dua aset rumah itu berada di Kertajaya Indah Timur XI O No 055 Surabaya dan dijalan Saronojiwo III No 11-15 Surabaya.

"Ada pelanggaran ketentuan Perbankan yang dilakukan Bank Bukopin, dimana Penggugat tidak diberikan Akta Perjanjian Kredit dan Akte Pembebanan Hak Tanggungan yang mana itu adalah hak penggugat sebagai nasabah yang harus diberikan Bank Bukopin "sambung Agoes.

Untuk diketahui, gugatan perdata ini bermula dari jual beli rumah antara Calvin Bambang Hartono dengan Stevanus Sulaiman yang dituangkan dalam ikatan jual beli (IJB) di Notaris Andik J Hartanto senilai 16 miliar rupiah.

Penjualan dua rumah tersebut, bermula dari penawaran oknum Pejabat Bank Bukopin. Dari penawaran itulah akhirnya Calvin menjual asetnya yang dibeli oleh Stevanus atas rekomendasi dari oknum Pejabat Bank Bukopin. Saat jual beli tersebut, dua aset rumah itu masih dalam proses kredit di Bank Bukopin.

Ironisnya, IJB yang dibuat antara Calvin dan Stevanus tak sesuai dengan fakta yang sebenarnya. Dimana dalam IJB, tertulis adanya pembayaran uang muka sebesar Rp 10 juta. Tapi kenyataannya uang muka itu tidak pernah diterima Calvin.

Kendati melakukan transkasi IJB tanpa pembayaran, Stevanus justru menguasai dua aset rumah itu dan melakukan perbaikan. Tapi setelah ditagih pembayaran Stevanus terlihat menunjukkan gelagat yang tidak baik. (Mang/Oirul)


0 tampilan

PT. Sinar Katulistiwa Nusantara ( Pers )

adalah suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang media Cyber yang bernama

Koordinatberita.com berakta Notaris No: 27, PT. Sinar Katulistiwa Nusantara berbadan hukum siah terdaftar dalam Kementerian Hukum dan Ham RI, NomerAHU-0044771.AH.01.01. Tahun 2018 / Daftar Perseroan Nomer AHU-0124529.AH.01.11.Tahun 2018 Tanggal 21 September. 

Alamat redaksi: Jl. Bibis Tama, Surabaya Jawa Timur- Telpon: 087853787634 Email:khoirulfatma13@gmail.com - redaksikoordinatberita@gmail.com

©2018 BY KOORDINAT BERITA.com