• Redaksi koordinatberita.com

Takut Ricuh Petugas Antisipasi Amankan Sidang Sipoa Terkait 2 Terdakwa Raja Tipu


Surabaya, koordinatberita.com- sidang pidana dengan Dua terdakwa Petinggi Perusahaan yang bergerak dibidang Properti yakni Budi Santoso dan Klemen yang menjabat sebagai Direktur Utama PT. Bumi Samudera Jedin. Kembali disidangkan diruang Cakra PN Surabaya terkait kasus Penipuan dan Penggelapan, masih menghadirkan keterangan saksi.

Namun sebelum sidang dimulai satuan anggota Kepulisian dari Sawahan memberi pengamanan ketat agar tidak mengalami anarkis, seperti pada sidang sebelumnya. Kamis, 23/8/2018.

Sementara dari hasil pantauan koordinatberita.com, dilapangan. Saat Kedua terdakwa belum disidangkan dan para korban terpaksa harus menunggu jalannya sidang di pelataran tengah PN Surabaya sambil menanti dua terdakwa akan keluar ruang tahanan untuk menuju pintu ruang sidang Cakra,

Dan saat dua terdakwa hendak dikeluar dari tahana pengadilan, sebelumnya pihak kepolisian dari anggota Polsek sawahan memberikan himbauan, agar para pengunjung (korban.Red) sidang, agar menjau dari dua terdakwa. Setelah dirasa suasana kondusif terdakwa dikeluarkan dari tahanan dan sidang di mulai.

Ditempat yang sama menurut Koordinatar Paguyupan Pembeli Sipoa (P2S), Davit Stavenus mengatakan “ Perlu diketahui ! awalnya kasus ini yang mana PT. Bumi Samudera Jedin melalui Budi Santoso, Aris, Klemen dan selaku Dirut (Direktur Utama) ini malah ada-ada saja,” uajar David.

“ Pasalnya sebelum menjalankan aksi tipu-tipunya keempat terdakwa memasang iklan di Radio dan koran terkait penggarapan properti yang akan dibangun oleh PT. Bumi Samudera Jedin yang dikelolah oleh keempat pelaku. Dengan 14 Tower dan 25 lantai pada korban bukan saja terkait harga jualnya yang murah yakni Rp.500 juta melainkan korban juga dijanjikan perabotan yang serba komplit,”

Masih David,” Awalnya saya dengar lewat salah satu radio Swasta lalu keesokan harinya saya baca juga lewat koran kemudian seingat saya dua atau tiga hari gitu, baru aku kekantor PT Bumi Samudera Jedin dijalan Jemusari. Dikantor saya ketemu Erni bagian Marketing dan Dia yang bilang bahwa dalam waktu dekat proyek sudah dikerjakan tapi Erni tidak menceritrakan secara detil kapan harinya, bulan dan tahun akan mulainya pembangunan tersebut. Hanya saja kata Dia, akan dibangun 14 Tower dan masing- masing 25 tingakat”,kata David yang niru kata-kata Erni, sebelum sidang kepada (wartawan red)

Untuk melabui para korban, Budi Santoso, Klemen, Ariel dan J berpura-pura memancang 5 tiang Tower dilima titik, dan setiap konsumen diminta harus memberikan DP Rp.12 juta sampai Rp.13 juta dan pembayaran dapat disetor lewat Marketing(Erni).

Sedangkan untuk pelunasan harus dibayar dengan cara ditransfer kerening PT. Budi Samudera Jedin namun setelah pembayaran sudah dilakukan oleh David sebesar Rp.250 juta sedangkan proyek itu tak kunjung-kunjung jadi.

Sambungnya lagi,” Total uang yang sudah saya bayar Rp.250 juta. Awalnya itu saya sudah sempat curiga. Karena tiang pancang yang gambarnya dikirim kekita kok kedudukan hampir sama semua ternyata gambar itu diambil dari samping sehingga seakan akan supaya kita percaya kalau pembangunan sudah berjalan ternyata 5 Tower itu saja cuman difoto dari sudut yang berbeda oleh mereka,”

“ Karena tidak ada etikait baik untuk kami (korban) dan tak ada kejelasan akhirnya

Desember 2017 “mereka kami laporkan ke Polda Jatim,”bilang David.

Dalam laporanmya, Budi Santoso, Klemen ,Aries dan J dituduh melakukan Penipuan dan Penggelapan. Tapi dalam perkara siang dini hari tadi Kamis 23/8/2018 hanya dua terdakwa yakni Budi Santoso dan Kleden yang menjadi terdakwa dan disidangkan. Sedangkan Aries dan J tidak tau keberadaannya.

Atas perbuatan keempat terdakwa ribuan korban merasa tertipu dan kehilangan uang ratusan juta bahkan milyaran rupiah.

Sedangkan 400 korban yang dibayar menggunakan cek dan/atau giro harus gigit jari pasalnya cek/giro tersebut dinyatakan blong oleh pihak Bank.

Perusahaan Bonafit dengan 20 anak Perusahaan yang dibawah kepemimpinan Budi Santoso ini ternyata ada yang menarik. Pasalnya dari 5 paguyuban baru satu paguyuban saja yakni paguyuban P2S yang

menghadiri sidang dini hari sedangkan yang 4 masih belum bergerak. “Satu paguyuban anggotanya 500 orang Mas,”ucap Davit pada wartawan.

Untuk jumlah Paguyuban yang terdaftar 5 Paguyuban bila dikalikan 5×500 = 2500 ribu orang dan semuanya adalah korban.

Sedangkan satu Paguyuban ditafsirkan merugi Rp.50 sampai Rp. 51 Miliar. Kasus ini sudah lama menimpa korban.

Untung saja,korban yang tersadar dari tidur panjangnya kemudian melaporkan perbuatan ke 4 pelaku ke Polda Jawa Timur.

“20 anak Perusahaan ini setau saya yang diwaru masih beroperasi, osowilangun dan beberapa tempat lainnya masih beroperasi kok. Untuk masalah asetnya sementara baru disita 11 unit mobil dinas dan satu buah kantor, kalau dihitung-hitung harganya Rp. 21 Miliar tunai,” imbuh David. (Oirul)


57 tampilan

Koordinatberita.com berakta Notaris No: 27, PT. Sinar Katulistiwa Nusantara berbadan hukum sah terdaftar dalam Kementerian Hukum dan Ham RI, NomerAHU-0044771.AH.01.01. Tahun 2018 / Daftar Perseroan Nomer AHU-0124529.AH.01.11.Tahun 2018 Tanggal 21 September. Alamat redaksi: Jl. Bibis Tama, Surabaya Jawa Timur- Telpon: 087853787634 Email:khoirulfatma13@gmail.com - redaksikoordinatberita@gmail.com PT. Sinar Katulistiwa Nusantara ( Pers )

  • Facebook
  • Twitter
  • LinkedIn

©2018 BY KOORDINAT BERITA.PT. Sinar Katulistiwa Nusantara ( Pers )