PT. Sinar Katulistiwa Nusantara ( Pers )

adalah suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang media Cyber yang bernama

Koordinatberita.com berakta Notaris No: 27, PT. Sinar Katulistiwa Nusantara berbadan hukum siah terdaftar dalam Kementerian Hukum dan Ham RI, NomerAHU-0044771.AH.01.01. Tahun 2018 / Daftar Perseroan Nomer AHU-0124529.AH.01.11.Tahun 2018 Tanggal 21 September. 

Alamat redaksi: Jl. Bibis Tama, Surabaya Jawa Timur- Telpon: 087853787634 Email:khoirulfatma13@gmail.com - redaksikoordinatberita@gmail.com

©2018 BY KOORDINAT BERITA.com

Basist Grup Band Boomerang Benarkan Kesaksian Dua Polisi Dipersidangan


Koordinatberita.com (Surabaya)- Terdakwa Basist grup band Boomerang (Hubert Henry Limaluhu), membenarkan atas kesaksian dua anggota kepolisian dari Satreskoba Polrestabes Surabaya yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Prakoso dari Kejari Surabaya, terkait persidangan atas perkara kasus narkotika jenis ganja yang diketauhi oleh ketua majelis hakim Anne Rusiana.


Atas kesaksian dua Anggota kepolisian yakni Kusnan dan Suripto yang didengarkan secara bersamaan diruang sidang garuda 2, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Senin (23/9).

Dalam penjelasan dari dua anggota Satreskoba Polrestabes Surabaya ini menceritakan asal mula ditangkapnya terdakwa Henry.


"Awalnya kami menangkap Amos di Perumahan Lidah dan dari Hp Amos inilah diketahui saudara Henry pernah membeli. Lalu kita menangkap saudara Henry di jalan Kalongan sekitar jam setengah dua pagi,"terang saksi Kusnan yang diamini saksi Suripto.


Dari penangkapan tersebut, masih kata saksi, Polisi menemukan satu bungkus ganja yang sempat dibuang oleh terdakwa Henry.


"Tidak sedang memakai tapi hasil tes urin (kencing) terdakwa positif,"terang saksi Kusnan.


Keterangan tersebut dibenarkan oleh terdakwa Henry. Ia mengaku membeli ganja tersebut ke Amos (berkas terpisah) untuk dikonsumsi pribadi.


"Waktu ditangkap saya sedang tidur. Satu jam sebelumnya saya mengkonsumsi (ganja),"kata terdakwa Henry saat dikonflotir atas keterangan saksi.


Selain keterangan dua Polisi, Jaksa Ali Prokoso juga membacakan keterangan Amos, yang intinya membenarkan telah menjual ganja ke terdakwa Henry.


"Bahwa terdakwa telah membeli ganja ke saya (Amos) sebanyak dua kali dengan harga empat ratus ribu rupiah,"kata Jaksa Ali Prakoso saat membacakan keterangan saksi Amos.


"Barang itu (ganja) belum saya bayar karena saya masih ada diluar kota,"jawab terdakwa Henry.


Persidangan kasus ganja ini akan berlanjut dengan agenda saksi yang meringankan dari terdakwa Henry.


"Giliran saudara untuk menghadirkan saksi meringankan. Sidang hari ini dinyatakan selesai,"pungkas Hakim Anne Rusiana menutup persidangan.


Terpisah, Robert Mantinia selaku ketua tim penasat hukum terdakwa Henry mengaku akan mengajukan saksi ahli dari BNN.


"Yang akan kami hadirkan adalah dokter dari BNN,"kata Robert Mantinia usai persidangan.


Saat ditanya mengapa menghadirkan dokter dari BNN, Robert mengatakan bahwa keterangan ahli ini sangat diperlukan untuk menentukan nasib kliennya.


"Dari keterangan saksi polisi tadi juga sudah kita dengarkan bersama kalau hasil tes urin dari terdakwa positif,"terangnya.


Dalam kasus ganja ini, Terdakwa Henry didakwa oleh JPU Ali Prakoso dari Kejari Surabaya melanggar Pasal 114 ayat (1) atau Pasal 111 ayat (1) atau Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.@_Oirul

8 tampilan