PT. Sinar Katulistiwa Nusantara ( Pers )

adalah suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang media Cyber yang bernama

Koordinatberita.com berakta Notaris No: 27, PT. Sinar Katulistiwa Nusantara berbadan hukum siah terdaftar dalam Kementerian Hukum dan Ham RI, NomerAHU-0044771.AH.01.01. Tahun 2018 / Daftar Perseroan Nomer AHU-0124529.AH.01.11.Tahun 2018 Tanggal 21 September. 

Alamat redaksi: Jl. Bibis Tama, Surabaya Jawa Timur- Telpon: 087853787634 Email:khoirulfatma13@gmail.com - redaksikoordinatberita@gmail.com

©2018 BY KOORDINAT BERITA.com

Humas PN Surabaya: Vonis Gus Nur Ditunda, Bukan Hakim Takut Demo Messa


Koordinatberita.com | SURABAYA~ Kamis siang, sidang pembacakan putusan vonis terdakwa Sugi Nur Rahardja alias Gus Nur terkait kasus dugaan ujaran kebencian dibatalkan karena majelis hakim belum siap memberikan putusan. Dan hal itu bukan berarti hakim takut karena ada dua (2) kubu pendukung yang berbeda telah melakukan demo massa di halaman Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jl. Arjuna.

Dalam sidang putusan Gus Nur, ada dua kubu pendukung yang berbeda, sekitar 1000 orang mendatangi gedung PN Surabaya untuk menyaksikan langsung majelis hakim memberikan vonis kepada terdakwa Ujaran kebencian yakni Gus Nur. Namun hal lain yang terjadi beda.


Slamet Riyadi adalah menjadi pimpinan majelis hakim yang harusnya mejatuhkan vonis terdakwa Gus Nur. Ternyata tidak sesuai dengan agenda sidang yang suda di tetapkan yakni hari Kamis 17/10/2018 ini, terpaksa harus ditunda karena hakim belum siap.


Ketidak siapan majelis hakim untuk memberikan putusan bukan takut ada demo massa dua pendukung yang berbeda.


Sementara, Humas PN Surabaya Sigit Sutriyono, di konfirmasi Koordinatberita.com mengatakan, sehubungan penundaan pembacaan Gus Nur ini dikarenakan majelis hakim pemeriksa perkara masih belum selesai menyusun amar putusannya.


“Bukan karena majelis hakim takut ada demo massa untuk memutuskan terdakwa Gus Nur, tetapi memang belum selesai menyusun amar putusan. Selain itu dipurlukan musyawarah sesama majelis hakim, agar dalam memutus tidak sembarangan dan benar-benar adil,” kata Sigit.


Pembacaan putusan ditunda ini menurutnya tidak hubungannya dengan adanya demo massa yang beda pendukung.


“ Kebetulan majelis hakim banyak menangani perkara-perkara lain yang menjelang putusan juga. Karena (dianggap, red) salah satu perkara penting, akhirnya melalui musyawarah, hakim memutuskan untuk menunda pembacaan vonis,” ujar Sigit saat usai memimpin sidang.


Ujarnya lagi,”penundaan ini dilakukan agar majelis hakim lebih mantap lagi menyusun pertimbangan-pertimbangan dalam berkas amar putusan yang nantinya bakal dibacakan. Ia juga memastikan, penundaan bukan semata-mata dikarenakan persiapan hakim, bukan karena desakan atau kondisi massa yang merespon perkara ini,” tegas Sigit.@_Oirul.

28 tampilan