Kasus Penggelapan Ratusan Miliar, Hakim Tetapkan Terdakwa J.E Sendjaya Jadi Tahanan Kota

Mantan Direktur PT KTA Kecewa Dengan Sindang ini, Rentan Dengan Permainan”

Koordinatberita.com | SURABAYA- Ironis Majelis Hakim Dwi Purwadi, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya yang menyidangkan perkara penggelapan tambahan modal proyek Pengadaan Material Tower 500 KV senilai ratusan miliar yang dilakukan terdakwa J.E Sendjaja, dari tahanan Negara, menjadi status tahanan Kota.


Disinyalir sidang kasus ini, dipenuhi dengan permainan dan hukum belum bisa ditegakkan, hal ini disampaikan salah satu sumber dari mantan Direktur PT. Karya Tugas Anda (KTA), setela selesai persidangan di ruang Garuda 1.


Pantauan koordinatberita.com di persidangan, usai JPU Putu pembacaan dakwaan kemudian hakim Dwi Purwadi membacakan penetapan terkait pengalihan tahanan terhadap terdakwa J.E Sandjaya dari tahanan Negara menjadi tahanan Kota. Selasa (8/10).


Pertimbangan hakim Dwi, terdakwa memiliki riwayat penyakit jantung koroner serta adanya jaminan dari istri dan kedua anak terdakwa menjadi dasar pertimbangan majelis hakim mengabulkan permohonan pengalihan tahanan terdakwa.


"Setelah membaca permohonan dan mempertimbangkan adanya jaminan dari istri dan anak terdakwa, sesuai Pasal 23 KUHAP, maka majelis mengabulkan permohonan pengalihan tahanan terdakwa E.J Sendjaja dari tahanan negara Polda Jatim menjadi tahanan kota,"kata hakim Dwi Purwadi membacakan surat penetapannya dalam persidangan, Selasa (8/10).


Tak hanya itu, hakim juga memerintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Putu Sudarsana untuk memberikan surat penetapan pengalihan tahanan tersebut ke terdakwa dan keluarganya


"Saudara tetap harus kooperatif bila tidak mau kembali ke tahanan,"ujar hakim Dwi Purwadi yang disambut anggukan kepala dari terdakwa J.E Sendjaja.


Sementara Usai sidang, sumber yang diterima Koordinatberita.com yakni dari mantan Direktut PT. Karya Tugas Anda (KTA) menyubutkan,” Sidang ini penuh permainan dan hukum tidak bisa ditegakkan,” ucap sumber yang tidak mau disebutkan namanya.


“ Jujur !, Saya kecewa dengan sidang ini,” ucap mantan Direktur PT. KTA dengan nada penuh emosi didepan ruang Garuda 1.


Menurutnya kasus ini tidak adil karena pihaknya mengetahui prosesnya dan juga sebagai pelapor, sejak dimulai proses perkara di Polda Jatim sampai di persidangan meja hijau ini.


“Siap yang tidak kecewa, perusahaan sudah memberikan pinjaman tambahan modal sebesar kurang lebih Rp. 400 miliar, tapi dalam penanganannya seperti ini. Mulai terdakwa J.E Sandjaya di proses di Polda Jatim, tidak dilakukan penahanan bakan pada sidang kali ini juga hakim tidak menahannya melainkan majelis hakim menetapkan terdakwa sebagai tahanan kota,” ujarnya dengan emosi dan kekecewaannya”.


Dalam kasus ini, JPU Putu Sudarsana mendakwa terdakwa J.E Sendjaja telah melanggar Pasal 372 KUHP, Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.@_Oirul

31 tampilan

PT. Sinar Katulistiwa Nusantara ( Pers )

adalah suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang media Cyber yang bernama

Koordinatberita.com berakta Notaris No: 27, PT. Sinar Katulistiwa Nusantara berbadan hukum siah terdaftar dalam Kementerian Hukum dan Ham RI, NomerAHU-0044771.AH.01.01. Tahun 2018 / Daftar Perseroan Nomer AHU-0124529.AH.01.11.Tahun 2018 Tanggal 21 September. 

Alamat redaksi: Jl. Bibis Tama, Surabaya Jawa Timur- Telpon: 087853787634 Email:khoirulfatma13@gmail.com - redaksikoordinatberita@gmail.com

©2018 BY KOORDINAT BERITA.com