PT. Sinar Katulistiwa Nusantara ( Pers )

adalah suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang media Cyber yang bernama

Koordinatberita.com berakta Notaris No: 27, PT. Sinar Katulistiwa Nusantara berbadan hukum siah terdaftar dalam Kementerian Hukum dan Ham RI, NomerAHU-0044771.AH.01.01. Tahun 2018 / Daftar Perseroan Nomer AHU-0124529.AH.01.11.Tahun 2018 Tanggal 21 September. 

Alamat redaksi: Jl. Bibis Tama, Surabaya Jawa Timur- Telpon: 087853787634 Email:khoirulfatma13@gmail.com - redaksikoordinatberita@gmail.com

©2018 BY KOORDINAT BERITA.com

Terdakwa Minta Maaf Kepada Keluarga Korban

Syamsul Bin Tosin Sesali, Setelah JPU Memberi Tuntutan 10 Tahun Penjara”

Koordinatberita.com | SURABAYA- Terdakwa Syamsul Bin Tosin, dituntut 10 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum pada persidangan terbuka untuk umum pada tanggal O2 Oktober 2019. yang dinyatakan melanggar Pasal 340 KUHP jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Dan kini, terdakwa melalui Penasehat Hukum mengajukan Pledoi (Pembelaan). Pasalnya tuntutan tersebut terlalu tinggi, selain itu terdakwa juga sudah meminta maaf kepada keluar korban, bahkan sudah memberi santunan.


Terdakwa melalui tiga Penasehat Hukum terdakwa Advent Dio Randy, S, Liana Hariyantiningsih SH, MH dan Frendika Suda Utama, SH, telah membacakan nota Pledoinya dihadapan majelis hakim Dr Johanes Heahan, di Raung Garuda 2 Pengadilan Negeri (Surabaya) menjelaskan.


“Kami kebaratan atas tuntutan 10 tahun penjara, karena klien kami mengakui atas semua perbuatannya yang dilakukan,” kata tim penasehat hukum dalam pembelaannya.


Menurutnya, Liana Hariyantiningsih SH, MH, terdakwa mengakui adanya keterangan saksi-saki dipersidangan ada yang tidak benar.


“Saksi Mostajab dalam keterangan saksi di depan persidangan, saksi mengatakan bahwa memang benar saksi datang ke rumah Hj. Faisol tetapi, saksi datang karena untuk berbincang mengenai silat karena saksi Mostajab dan Hj. Faisol di tempat persilatan yang sama. Tetapi keterangan saksi Mostajab ketika di BAP dan di depan persidangan tidak sama, di BAP, saksi mengatakan bahwa pertemuan saksi di rumah Hj. Faisol pada tanggal 23 Desember 2017 guna melakukan perencanaan atas pembunuhan. Sedangkan pada tanggal 22 Desember 2017 malam, saudara saksi Mostajab, Maksum dan Sumila melakukan rapat dan membagi peran untuk melakukan pembunuhan terhadap korban Setio Budiono,” pembacaan Liana Hariyantiningsih SH, MH, dalam Pledoi terdakwa.


Waktu yang sama Frendika Suda Utama, SH juga tim penasehat hukum terdakwa Syamsul Bin Tosin, bahwa klien kami tidak melakukan tindakan pembunuhan berencana terhadap korban yang bernama Setyo Budiono.


“Terdakwa membunu korban karena terpaksa dan akibat tekanan desakan psikologis bukan merupakan otak atau pelaku utama dari pembunuhan tersebut,” tambahnya.


kepada Majelis Hakim yang Mulia dan

ngan jernih serta kebijaksanaan dalam putusannya agar keputusan vonis nanti berdasar fakta persidangan yang nyata.

sebelumnya bila Majelis Hakim berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya. (ExMequo Et Bono)


“ Sebab terdakwa suda berbuat baik dan meminta maaf kepada keluarg korban, bahkan terdakwa sudah memberikan hartanya untuk santunan kepada keluarga korban selain itu Keluarga korban sudah memberikan maaf terhadap terdakwa.


Sementara JPU akan memberikan tanggapan atas pembelaan (Pledoi) terdakwa pada sidang berikutnya yakni pekan depan dengan secara tertuli.@_Oirul

41 tampilan