Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
No tags yet.
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • R

Rumah Bordil Dolly, Masih Marak Praktek Esek-Esek


Terdakwa Imanuel Dakap (45), Saat Duduk Dikursi Pesakitan PN Surabaya

Koordinatberita.com,(Surabaya)- Sampai kapan pun, terkait praketek rumah Bordil atau kerap kali disebut sebagai bisnis prostitusi tidak bisa dihilangkan. Meseki Pemerintahan telah melarangnya atau bahkan diterapkan UU RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang. Dan hal itu masih nampak tak bisa hilang begitu saja misalnya lokalisasi Gang Dolly yang resmi ditutup oleh pemerintah, tapi kenyataanya rumah bordil tersebut masih ada. Kenyataan ini terungkap pada sidang kasus perdagangan orang dengan terdakwa Imanuel Dakap (45) di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (24/1/2019). Dihadapan majelis hakim yang diketuai Slamet Riadi, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fathol Rasyid mendakwa Imanuel dengan pasal 2 UU RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang dan pasal 296 KUHP jo Pasal 506 KUHP tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang. “Setelah mendapatkan pelanggan, terdakwa menghubungi PSK via telepon. Selanjutnya pelanggan diantar untuk bertemu PSK di sebuah rumah di Jalan Jarak,” ungkapnya. Usai mendengar surat dakwaan, Imanuel langsung meminta agar majelis hakim untuk melanjutkan sidang dengan agenda pemeriksaan saksi.”Saya tidak mengajukan bantahan (eksepsi),” ujar Imanuel kepada hakim Slamet Riadi. Sidang kemudian dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi. JPU Fathol menghadirkan saksi bernama Dedi Setiawan, anggota polisi yang menangkap Imanuel.  “Awal dapat info kalau di Dolly masih banyak mucikari yang menawarkan wanita,” ujarnya. Atas info tersebut, anggota Polsek Sawahan itu langsung melakukan penyelidikan. Kemudian Dedi melakukan penggerebekan di kamar salah satu rumah di Jalan Jarak. “Dari situ kami akhirnya berhasil menangkap terdakwa. Ditemukan barang bukti kondom dan uang,” beber Dedi. Ia mengungkapkan, modus yang digunakan yaitu Imanuel mencari pria hidung belang yang hendak mencari pekerja seks komersial (PSK) di Dolly. Setelah deal dengan harga Rp 250 ribu, Imanuel lantas menelepon PSK. “Ceweknya (PSK) mendapat Rp 130 ribu. Sisanya untuk sewa kamar dan upah terdakwa,” terang Dedi. Saat salah satu anggota majelis hakim bertanya apakah di Dolly masih banyak praktek prostitusi, Dedi membenarkannya. “Iya benar, infonya masih banyak (prostitusi di Dolly,” ungkap Dedi. Atas keterangan Dedi, Imanuel tak membantahnya. “Bener, tapi saat bayar Rp 250 ribu itu uangnya dibawa teman saya yang namanya Antok,” kata Imanuel.@_Oirul 


15 tampilan

Koordinatberita.com

Lebih dari sekadar media digital, yang berafiliasi berita online, cetak, elektrnik, Tv atau kantor pemberitaan oleh swasta. koordinatberita.commengusung platform kolaboratif dan interaktif yang dibangun melalui inovasi, teknologi dan bukan media yang mengintervensi, tapi kritik cerdas. koordinatberita.com menjunjung tinggi kredibilitas, memegang teguh etika jurnalisme.

 

Koordinatberita.com berakta Notaris No: 27, PT. Sinar Katulistiwa Nusantara berbadan hukum siah terdaftar dalam Kementerian Hukum dan Ham RI, NomerAHU-0044771.AH.01.01. Tahun 2018 / Daftar Perseroan Nomer AHU-0124529.AH.01.11.Tahun 2018 Tanggal 21 September. 

  • Facebook
  • Twitter
  • LinkedIn

©2018 BY KOORDINAT BERITA. PT Sinar Katulistiwa Nusantara (