Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
No tags yet.
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • R

Gelapkan Keuntungan, Dirut Dan Komisaris PT Legong Bali Nusantara Ditetapkan Tersangka


Direktur Utama PT Legong Bali Nusantara Johan Imanuel 

Koordinatberita.com,(Surabaya)-Direktur Utama PT Legong Bali Nusantara Johan Imanuel Subagio Bakti dan Komisaris Liem Hermin Pujiastuti ditetapkan tersangka oleh penyidik Polda Jatim. Dia dikenakan pasal berlapis yakni pasal 372 Jo pasal 378 tentang penipuan dan penggelapan.  

Komisaris PT Legong Bali Nusantara Liem Hermin Pujiastuti 

Tidak hanya itu, penyidik juga menjerat Johan Bakti dengan pasal alternatif lainnya. Yakni pasal 374 tentang penggelapan dalam jabatan Jo pasal 263 KUHP tentang pemalsuan serta Pasal 3 pasal 4 dan pasal 5 UU RI Tahun 210 tentang pencucian uang. Selain Johan Imanuel Bakti penyidik juga menetapkan Komisaris PT Legong Bali Nusantara, Liem Hermin Pujiastuti sebagai tersangka. 

Pengusaha Kerupuk terkenal di Jawa timur itu dilaporkan oleh kakak iparnya Selvie, yang juga merupakan menantu dari Liem Hermin Pujiastuti pihak yang memiliki saham sebanyak 300 lembar diperusahaan. "Penyidik menetapkan tersangka pada Johan tanggal 31 Januari 2019" ujar Selvie. Menurut Selvie, Tersangka selam 6 tahun ini tidak memiliki itikad baik dengan tidak memberi hak dan menguasai seluruh keuntungan perusahaan yang semestinya didapatkannya. Tersangka juga tidak pernah mengundang Silvie untuk ikut dalam Rapat Umum Pemegang Saham RUPS dan juga tidak pernah diberikan laporan keuangan atas keuntungan perusahaan. Atas perbuatannya itu, pelapor mengkalim mengalami kerugian miliaran rupiah, sehingga melaporkannya pada Polisi. "Sekitar Rp 15 miliar  itu dipakek untuk produksi pabrik dan bukan untuk di sewakan,”kata Selvie Dijelaskan Silvie, Almarhum Suaminya Samuel Subagio Subakti. Merupakan saudara kandung dari tersangka. Dari pernikahannya dengan Samuel dia dikarunia dua orang anak. Samuel dulunya menjabat sebagai Direktur Utama di PT Legong Bali Nusantara dengan kepemilikan saham sebesar 300 lembar, hingga ia meninggal pada tahun 2013 dan mewariskan hak kepemilikan sahamnya pada Silvie. Hak waris kepemilikan saham tersebut dilegislasi di hadapan notaris Wahyudi Suyanto dan diregister dengan nomer 21/KHW/IX/2013. Keterangan hak waris dalam akte tersebut telah disampaikan Selvie pada RUPS PT Legong Bali Nusantara. Namun, Peserta rapat hanya mencatat pemindahan hak dari Samuel kepada Selvie atas kepemilikan saham almarhum dan tidak memasukkan Silvie dalam struktur Direksi perusahaan. Semenjak Samuel meninggal dunia, Silvie tidak pernah diberikan deviden, hak dan atau laba keuntungan perusahaan, padahal kata Silvie. Dia harus menanggung biaya hidup kedua anaknya. "Saya ini pihak yang terzolimi selama 6 tahun, saya juga harus membiayai kebutuhan anak saya"tandasnya.@_Oirul


50 tampilan
  • Facebook
  • Twitter
  • LinkedIn

©2018 BY KOORDINAT BERITA. PT Sinar Katulistiwa Nusantara (