Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
No tags yet.
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • redaksikoordnatberita

Darmawan Malu Sandang Tersangka Koruptor, Dua Tangan Diborgol Tertutupi Koran

KORUPSI DANA HIBAH PEMKOT SURABAYA

Koordinatberita.com,(Surabaya)- Darmawan salah satu anggota Dewan Surabaya, nampak kelihatan malu untuk menyandang sebagai koruptor yang resmi ditetapkan Kejari Tanjung Perak sebagai tersangka dalam perkara Jasmas. Pasalnya, saat keluar dari mobil tahanan yang hendak menjalani pemeriksaan, kedua tangannya terbrogol oleh besi putih telah tertutupi koran.


Wakil Ketua DPRD Surabaya, Darmawan tiba di Kejari Tanjung Perak untuk menjalani pemeriksaan tiba sekitar pukul 10.00 Wib lebih,


Diperiksa Darmawan tak lain adalah sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi dana hibah Pemkot Surabaya tahun 2016 untuk proyek Jasmas.


Dalam Pantauhan Koordinatberita, pihaknya (Darmawan.Red) keluar dari mobil tahanan nampak mengenakan rompi tahanan berwarna merah muda atau pink. Darmawan memilih tutup mulut saat ditanya kesehatannya oleh awak media.


Legislator dari partai Gerindra ini selalu menundukkan kepalanya hingga masuk ke lobi gedung Kejari Tanjung Perak lalu menuju tangga untuk naik ke lantai dua ruang Pidsus.


Namun ada yang aneh ketika Darmawan tiba di halaman Kejari Tanjung Perak. Surat kabar yang dibawanya itu digunakan untuk menutupi tangannya yang diborgol.


Seperti diketahui, Darmawan ditetapkan tersangka lalu ditahan ke cabang rutan klas I Surabaya di Kejati Jatim pada 16 juli 2019.


Selain Darmawan ada juga dua rekan anggota DPRD Surabaya yang juga bernasib sama tinggal di rutan jalan Ahmad Yani Surabaya yakni Sugito dan Binti Rochmah.


Bahkan pada Senin (19/8) kemarin, Kejari Tanjung Perak telah menetapkan tiga anggota DPRD Kota Surabaya sebagai tersangka diantaranya Ratih Retnowati, Dini Rijanti dan Syaiful Aidy.


Dalam kasus dugaan korupsi ini, Kejari Tanjung Perak juga sudah menahan pihak swasta yaitu Agus Setiawan Tjong dan telah di vonis pengadilan tipikor Surabaya selama 6 tahun penjara.


Tjong merupakan pelaksana proyek pengadaan terop, kursi, meja, dan sound system pada 230 RT di Surabaya.


Dari hasil audit BPK, Proyek pengadaan program Jasmas tersebut bersumber dari APBD Pemkot Surabaya, tahun 2016 dan merugi hingga Rp 5 miliar akibat adanya selisih angka satuan barang yang dimainkan oleh Agus Setiawan Tjong.


Informasi yang dihimpun, program Jasmas ini merupakan produk dari sejumlah oknum DPRD kota Surabaya yang telah diperiksa penyidik. Tanpa peran ke enam sang legislator itu, program Jasmas dalam bentuk pengadaan ini tidak akan terjadi.


Penyimpangan dana hibah ini bermodus pengadaan. Ada beberapa pengadaan yang dikucurkan oleh Pemkot Surabaya, diantaranya untuk pengadaan terop, kursi chrom, kursi plastik, meja, gerobak sampah, tempat sampah dan sound system.@_Oirul

6 tampilan

Koordinatberita.com

Lebih dari sekadar media digital, yang berafiliasi berita online, cetak, elektrnik, Tv atau kantor pemberitaan oleh swasta. koordinatberita.commengusung platform kolaboratif dan interaktif yang dibangun melalui inovasi, teknologi dan bukan media yang mengintervensi, tapi kritik cerdas. koordinatberita.com menjunjung tinggi kredibilitas, memegang teguh etika jurnalisme.

 

Koordinatberita.com berakta Notaris No: 27, PT. Sinar Katulistiwa Nusantara berbadan hukum siah terdaftar dalam Kementerian Hukum dan Ham RI, NomerAHU-0044771.AH.01.01. Tahun 2018 / Daftar Perseroan Nomer AHU-0124529.AH.01.11.Tahun 2018 Tanggal 21 September. 

  • Facebook
  • Twitter
  • LinkedIn

©2018 BY KOORDINAT BERITA. PT Sinar Katulistiwa Nusantara (