top of page
Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square

Didampingi Bupati Jember Muhammad Fawait dan Dandim 0824/Jember Letkol Arm Indra Andriansyah,dan kepala dinas perumahaan rakyat / kawasan permukiman dan cipta karya  I Nyoman gunadi /Gubernur Khofifah menyerahkan rumah yang telah direnovasi milik Asmawati, Sarija dan Laili Riski. Rumah yang dulu tidak layak kini sudah berubah menjadi lebih rapi, bersanitasi baik dan juga layak huni.
Didampingi Bupati Jember Muhammad Fawait dan Dandim 0824/Jember Letkol Arm Indra Andriansyah,dan kepala dinas perumahaan rakyat / kawasan permukiman dan cipta karya  I Nyoman gunadi /Gubernur Khofifah menyerahkan rumah yang telah direnovasi milik Asmawati, Sarija dan Laili Riski. Rumah yang dulu tidak layak kini sudah berubah menjadi lebih rapi, bersanitasi baik dan juga layak huni.

KOORDINATBERITA.COM | Surabaya -  Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau tiga unit rumah yang telah selesai direnovasi melalui program Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu) di Dusun Sumuran RT. 003 RW. 023 Desa Ajung Kecamatan Ajung Kabupaten Jember, Sabtu (13/9).


Didampingi Bupati Jember Muhammad Fawait dan Dandim 0824/Jember Letkol Arm Indra Andriansyah,dan kepala dinas perumahaan rakyat / kawasan permukiman dan cipta karya  I Nyoman gunadi /Gubernur Khofifah menyerahkan rumah yang telah direnovasi milik Asmawati, Sarija dan Laili Riski. Rumah yang dulu tidak layak kini sudah berubah menjadi lebih rapi, bersanitasi baik dan juga layak huni.


Dalam kunjungannya hari ini, Gubernur Khofifah memastikan kondisi rumah setelah proses renovasi harus layak huni baik dari sisi keselamatan bangunan (atap, lantai dan dinding) dan sanitasi yang memadai.


“Kita ingin memastikan melalui program Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu) yang sudah rampung proses renovasi di Kabupaten Jember bisa memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” tegasnya.


Secara khusus, Gubernur Khofifah menjelaskan program rutilahu di sini merupakan kerja sama Pemprov Jawa Timur dan Kodam V/Brawijaya yang telah memasuki tahun ke-17. Ini merupakan  wujud komitmen mewujudkan rumah tinggal layak huni bagi masyarakat Jawa Timur.


"Pelaksanaan program Rutilahu pada tahun 2025 ini  menyasar 1.900 unit rumah yang tersebar di 12 Kabupaten di Jawa Timur, salah satunya di Kabupaten Jember," terangnya.


Khofifah menyebut, di Kabupaten Jember telah dilakukan renovasi terhadap 158 unit rumah tidak layak huni tersebar di 11 Kecamatan di Kabupaten Jember. Yang mana, hingga saat ini progres pelaksanaan program Rutilahu di Kabupaten Jember telah mencapai 83,35%.


“Ada 1.900 unit rumah se Jawa Timur di 12 Kabupaten. Jember sendiri mendapat alokasi 158 unit rumah, ini tiga dari 158 yang sudah 100 persen. Kapan hari kita ke Pacitan itu juga pada proses renovasi awal. Kita kejar progresnya supaya pelaksanaan Rutilahu di Kabupaten Jember bisa segera selesai rampung 100%,” urainya.


Gubernur Khofifah menegaskan progam renovasi ini titik fokusnya adalah bagaimana pemenuhan pelayanan dasar masyarakat terutama Rumah Tidak Layak Huni menjadi Rumah Tinggal Layak Huni.


“Pemerintah terus menghadirkan hunian yang layak, sehat, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat. Bagaimana kondisi bangunannya, apakah sanitasi memadai atau tidak, kita upayakan hal tersebut,” ungkapnya.


“Tentu harapannya kebutuhan dasar masyarakat terkait rumah layak huni terutama untuk warga miskin di Jawa Timur dapat terpenuhi,” terangnya.


Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga menyampaikan terima kasih kepada Dandim 0824/Jember yang mendapat penugasan langsung dari PangdamV Brawijaya.


“Untuk tahun depan, kalau Jember ini masih ada yang membutuhkan renovasi rumah tinggal layak huni, saya rasa program ini akan terus kita lakukan dan kerjasama dengan Kodam V Brawijaya ini melanjutkan program dari era kepemimpinan Pakde Karwo. Apa yang bisa kita maksimalkan, sinergi dengan Kabupaten Jember untuk bisa memaksimalkan pemenuhan kebutuhan masyarakat disini,” lanjutnya.


Gubernur Khofifah mengungkapkan, ada beberapa warga yang menyampaikan bahwa mereka juga ingin ada renovasi rumah mereka. Gubernur perempuan nomor satu di Jatim ini mengatakan perlu adanya identifikasi dan koordinasi lebih lanjut oleh Pangdam.


“Tadi ada warga yang ingin ada renovasi rumah mereka dan bisa segera diidentifikasi. Nanti pintu masuknya tetap lewat Pak Pangdam,” pungkasnya.


Sementara itu, Laili Rizki Amalia (25), merupakan ibu rumah tangga yang tinggal bersama suami, anak dan Nenek, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan fisik berupa bedah rumah.


“Terima kasih sekali. Sangat layak rumah yang diberikan kepada kami ada ruang tamu, kamar mandi dan kamar tidur serta dapur," kata Laili.


Hal senada disampaikan Asmawati (51) penjaga warung mengaku senang atas bantuan bedah rumah yang diberikan pemerintah kepada keluarganya. Ia mengaku sebelumnya kondisi rumah kalau hujan selalu bocor.


"Sekarang sudah diperbaiki semua dari depan sampai belakang. Bersyukur sekali Alhamdulillah saya dan keluarga punya tempat tinggal yang layak," ungkapnya.


Diakhir, Gubernur Khofifah juga berkesempatan membagikan sembako kepada warga Dusun Sumuran Desa/ Kec. Ajung Kab. Jember.@_Adm

 
 
 

Pada sidang agenda yang masuk pada pemeriksaan terhadap Meiti selaku Terdakwa, sempat menimbulkan kericuhan diruang sidang Tirta. Tampak Meiti berupaya membela diri dan menyampaikan argumennya jika dirinya dianggap tidak bersalah.
Pada sidang agenda yang masuk pada pemeriksaan terhadap Meiti selaku Terdakwa, sempat menimbulkan kericuhan diruang sidang Tirta. Tampak Meiti berupaya membela diri dan menyampaikan argumennya jika dirinya dianggap tidak bersalah.

KOORDINATBERITA.COM | Surabaya, – Pasangan suami istri sebagai dokter yakni dr.Benyamin Kristanto dan dr.Meiti Muljanti, mengalami keretakkan rumah tangga hingga berujung saling lapor ke Polisi, Meski Melti lebih dulu melaporkan suaminya ke Polda Jatim, justru menjadi terdakwa di Pengadilan Negeri Surabaya dalam kasus KDRT.


Pada sidang agenda yang masuk pada pemeriksaan terhadap Meiti selaku Terdakwa, sempat menimbulkan kericuhan diruang sidang Tirta. Tampak Meiti berupaya membela diri dan menyampaikan argumennya jika dirinya dianggap tidak bersalah.


Dihadapan majelis hakim yang diketuai Ratna Dianing Wulansari, yang didampingi hakim anggota Ni Putu Sri Indayani serta hakim Cokia Ana Opusunggu, seorang dokter spesialis Patologi itu memohon jika dirinya hanya sebagai rakyat sementara suaminya Benyamin merupakan seorang anggota DPR (Anggota DPRD Jatim Komisi E dari Fraksi Partai Gerindra).


“Begini yang mulia saya hanya rakyat biasa suami saya (Benyamin) anggota DPR saya sudah lapor ke Polda Jatim tidak dianggap yang mulia, saya sudah melapor kejadian KDRT itu tahun 2021,” ujar perempuan berhijab itu disaksikan jaksa penuntut umum Galih Riana Intaran Putra pada Kamis sore (25/9/2025).


Disatu sisi, Terdakwa seorang dokter yang berpraktek di Rumah Sakit National Hospital Surabaya, Ironisnya mengungkapkan dirinya sedang terkena penyakit menular seksual karena ulah suaminya yang dituding pernah lakukan “Sodomi”.


Sementara, Awal kasus terjadi saat terdakwa menjenguk anaknya yang sakit di rumah keluarga di Perumahan Taman Pondok Indah Wiyung, Meiti pun hendak memasak didapur untuk persiapan memberi makan anaknya, Lalu pelapor datang sehingga tak lama terjadi pertengkaran.


Meiti dituding mendorong korban hingga mengenai pintu kayu bagian kanan dan kaki kanan korban. Selain itu, terdakwa juga mencubit leher saksi korban serta menendang bagian sebelah kiri tubuh korban, berikut menciprati dengan minyak goreng serta penjepit makanan yang sedang panas.


Terpisah, Ketika media ini mengkonfirmasi pelapor dalam hal ini dokter Benyamin Kristanto, Ia merespon namun tak berkomentar banyak, justru politisi partai Gerindra itu meminta bantu doa terkait psikologis anak mereka.


“Siapp ini mas John Saragih yah Iya mas .

Tolong bantu doannya Krn kasihan psikologis anak,” pesannya singkat tampak dalam foto profil akrab saat berpose bersama Presiden Prabowo.@_Red

 
 
 

Kepala Seksi Intelijen Kejari Tanjung Perak, I Made Agus Mahendra Iswara, S.H., M.H., dalam keterangan resminya pada Jumat, 22 Agustus 2025, menegaskan bahwa penyidik telah menyita total uang senilai Rp3,5 miliar dari tersangka MK.
Kepala Seksi Intelijen Kejari Tanjung Perak, I Made Agus Mahendra Iswara, S.H., M.H., dalam keterangan resminya pada Jumat, 22 Agustus 2025, menegaskan bahwa penyidik telah menyita total uang senilai Rp3,5 miliar dari tersangka MK.

KOORDINATBERITA.COM | Surabaya – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak kembali mengungkap perkembangan terbaru kasus dugaan tindak pidana korupsi pemberian fasilitas pembiayaan oleh salah satu Bank BUMN kepada PT DJA, perusahaan milik tersangka berinisial MK.


Kepala Seksi Intelijen Kejari Tanjung Perak, I Made Agus Mahendra Iswara, S.H., M.H., dalam keterangan resminya pada Jumat, 22 Agustus 2025, menegaskan bahwa penyidik telah menyita total uang senilai Rp3,5 miliar dari tersangka MK.


Rincian Penyitaan dan Titipan Uang


Penyitaan uang dilakukan secara bertahap. Pada Selasa, 19 Agustus 2025, penyidik menyita uang sebesar Rp1,5 miliar dari tersangka MK. Selanjutnya, pada Jumat, 22 Agustus 2025, MK kembali menitipkan uang sebesar Rp2 miliar kepada penyidik. Dengan demikian, total uang yang berhasil diamankan mencapai Rp3,5 miliar.


“Seluruh uang titipan ini akan diperhitungkan sebagai uang pengganti dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pemberian fasilitas pembiayaan Bank BUMN kepada perusahaan milik tersangka,” ujar Made Agus Mahendra Iswara.


Sebagai bentuk penyelamatan aset negara, Kejari Tanjung Perak menempatkan seluruh uang sitaan tersebut pada Rekening Penampungan Lainnya (RPL) Kejari di Bank Syariah Indonesia, sesuai dengan Petunjuk Teknis Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Nomor 1 Tahun 2023.


Penahanan terhadap tersangka MK yang menjabat sebagai Komisaris PT DJA juga telah dilakukan guna memperkuat proses penyidikan.


Kejaksaan menegaskan, langkah ini menjadi bagian dari komitmen untuk mengembalikan kerugian keuangan negara serta menegakkan hukum secara profesional dan transparan.@_Oirul

 
 
 
Blog: Blog
bottom of page