top of page
Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square

KOORDINATBERITA.COM | Surabaya - Sebagai refleksi atas kejadian runtuhnya bangunan mushalla di Pondok Pesantren Al-Ghoziny Sidoarjo setahun lalu, BPBD Jawa Timur bersama Siap Siaga Jatim menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang Pesantren Tangguh Bencana (Pestana) di Hotel Neo, Sidoarjo, Jumat (9/10/2026).


Kegiatan yang ditujukan untuk merancang pedoman pelaksanaan Pestana ini dibuka Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto. Hadir juga, Kepala Biro Kesra Pemprov Jatim Agung  Subagyo, Kabid Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kanwil Kemenag Jatim H. Imam Turmidi dan perwakilan Siap Siaga Jatim.


Dalam sambutannya, Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto mengungkapkan, bencana yang menimpa sejumlah pondok pesantren di Jatim setahun terakhir, termasuk runtuhnya musholla Ponpes Al-Khoziny Buduran pada 29 September tahun lalu, telah menjadi pembelajaran penting bagi lahirnya gagasan pembentukan Pestana di Jatim.


Lebih lagi, dari jumlah pondok pesantren di Jatim yang mencapai sekitar 7.430 unit, sekitar 5.930 pesantren ternyata memiliki potensi risiko bencana dengan kategori tinggi.


"Berdasar data Kemenag Jatim per hari ini, jumlah pondok pesantren di Jatim berjumlah sebanyak 7.430 pesantren. Setelah kita overlay dengan multi hazard bencana, tercatat sebanyak 5.930 pesantren berada di wilayah dengan potensi risiko tinggi," ujarnya.


Karenanya, FGD dengan agenda merancang pedoman pembentukan Pestana di Jatim ini sangat penting demi terwujudnya Pesantren Tangguh Bencana.


Kabid Pendidikan PD Pontren Kemenag Jatim H. Imam Turmidi pun mendukung upaya rintisan yang digagas BPBD Jatim ini. Baginya, pembentukan Pestana ini sangat penting, mengingat banyaknya pesantren yang berada di daerah rawan bencana.


"Kalau jumlah santrinya sekitar 660.437 santri. Jumlah yang banyak ini tentu sangat komplek sekali karena mayoritasnya berada di daerah rawan bencana sebagaimana data BPBD Jatim," ujarnya.


Karenanya, ia sangat mengapresiasi dan mendukung upaya BPBD Jatim dalam mewujudkan program pembentukan Pestana.


Sementara, Ketua Rabithah Ma'ahid al-Islamiyah (RMI) PWNU Jatim, KH Abdul Hakim Hidayat yang turut hadir dalam acara ini menganggap penting sekali gagasan pembentukan Pestana ini. Sebab program ini akan menyasar santri di lingkungan pondok pesantren di Jatim.


"Saya kira, 80 persen pondok pesantren di Jawa Timur ini merupakan pesantren NU. Maka, perlu sekali dilakukan pelatihan agar pesantren semakin tangguh dan siaga terhadap bencana," ujarnya.


Selain RMI, hadir juga dalam FGD kali ini, perwakilan dari LPBI NU Jatim, Forum PRB Jatim, MDMC Muhammadiyah, SRPB Jatim, IGI Jatim, BPBD Kab/kota dan perwakilan pondok pesantren di Jatim. Di antaranya, Ponpes Langitan Tuban, Ponpes Amanatul Ummah, dan Ponpes At-Taroqi Sampang.


Dalam FGD kali ini, hadir juga sebagai pemateri; pejabat fungsional ahli madya BPBD Jatim Dadang Iqwandy, perwakilan Siap Siaga Jatim Iswar Abidin dan Kepala Lab. Struktur ITS Surabaya, Aniendhita Rizki Amalia.@_Adm

 
 
 

KOORDINATBERITA.COM | Surabaya - Dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timuryang jatuh pada tanggal 12 Oktober 2026 mendatang, Dinas Pekerjaan UmumSumber Daya Air (PU SDA) Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan rangkaiankegiatan inovatif bertajuk QRES (Quick Response) 81 Daerah Irigasi (D.I.)


Kegiatan ini berlangsung secara maraton dan semarak mulai tanggal 8 September hingga 17 Oktober 2026, menyentuh langsung tata kelola air dan infrastruktur irigasidi 81 titik yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Timur.


Landasan hukumpenyelenggaraan peringatan ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun2023 tentang Provinsi Jawa Timur serta Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 57Tahun 2007 tentang Hari Jadi Provinsi Jawa Timur.Pelaksanaan QRES 81 D.I. ini sejalan dengan tema besar Hari Jadi ke-81 Jatim,yakni "Jatim Unggul Maju Berkelanjutan".


Melalui gerakan respon cepat (QuickResponse) di bidang sumber daya air, Pemerintah Provinsi Jawa Timurmembuktikan komitmen nyatanya untuk terus menjaga ketahanan pangan,memelihara kelestarian ekosistem air, serta memberikan pelayanan infrastrukturyang responsif dan berkelanjutan bagi masyarakat luas, khususnya para petanipenggarap lahan.


Aksi Nyata Pemeliharaan dan Penyelamatan Infrastruktur AirAdapun wujud nyata dari kegiatan Quick Response ini berfokus pada pemeliharaanpreventif dan korektif di lapangan. Berbagai tindakan teknis yang dikebut dalam program ini meliputi normalisasi melalui pengangkatan atau flushing sedimen,pembersihan sampah, rumput liar, ganggang, dan eceng gondok yang menghambat aliran air. Selain itu, para petugas di lapangan juga secara sigap melakukan perbaikan terhadap titik-titik bocoran, penggelontoran waled, perapiantalud, pelumasan oli pada pintu-pintu air, hingga perbaikan tanggul jebol gunamemastikan fungsi irigasi berjalan optimal dalam mendistribusikan air.


Tersebar di 81 Daerah Irigasi (D.I.) se-Jawa TimurAngka 81 dalam kegiatan ini secara filosofis merepresentasikan usia Provinsi JawaTimur di tahun 2026. Penanganan dan kegiatan QRES dilaksanakan secarakolaboratif yang terbagi ke dalam wilayah kewenangan UPT PSDA dan KoordinatorWilayah, dengan rincian persebaran sebagai berikut


 12 D.I. kewenangan UPT PSDA WS Brantas di Kediri●


11 D.I. kewenangan UPT PSDA WS Bengawan Solo di Bojonegoro●


 11 D.I. kewenangan UPT PSDA WS Bondoyudo Baru di Lumajang●


 11 D.I. kewenangan UPT PSDA WS Sampean Setail di Bondowoso


11 D.I. kewenangan UPT PSDA WS Welang Pekalen di Pasuruan


5 D.I. kewenangan UPT PSDA WS Kepulauan Madura di Pamekasan


10 D.I. di bawah kewenangan Korwil Madiun


 Suksesnya Kick-Off Kolaboratif di Mata Air UmbulanSebagai tanda dimulainya rangkaian acara masif ini, agenda Kick-Off QRES 81 D.I.telah sukses diselenggarakan pada Kamis, 17 September 2026.


 Berlokasi di Kolam Utama Umbulan, Desa Umbulan, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, aksipeduli lingkungan ini berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 11.00 WIB.Acara pembukaan tersebut menjadi sorotan karena berhasil menggandengberbagai elemen strategis. Fokus utamanya adalah pembersihan sampah plastik dikolam utama Sumber Air Umbulan yang memiliki kedalaman sekitar 6 meter. Aksibawah air ini didukung penuh oleh 5 (lima) orang personil penyelam dari SatuanKomando Pasukan Katak dan Penyelam Bawah Air (Satkoppeba) Koarmada II TNIAngkatan Laut serta Komunitas Freedive Probolinggo.


 Selain itu, kegiatan ini turutmelibatkan 25 petugas UPT PSDA WS Pekalen Pasuruan, 5 orang perwakilan PTMeta Adya Tirta Umbulan, serta puluhan unsur relawan masyarakat setempat.Kolaborasi ini menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah,masyarakat pecinta lingkungan, sektor swasta, dan instansi militer dalam menjagakelestarian sumber daya air.Puncak Acara (Closing) di Mata Air Ronggojalu


Bersinergi dengan Tradisi Warga Rangkaian kegiatan aksi bersih, pemeliharaan, dan respon cepat irigasi ini masihterus berjalan sesuai jadwal. Sebagai puncak acara, agenda Closing ataupenutupan program direncanakan akan berlangsung pada Sabtu, 17 Oktober 2026.Lokasi yang dipilih untuk aksi pamungkas ini adalah Sumber Ronggojalu, DesaBanjar Sawah, Kecamatan Tegal Siwalan, Kabupaten Probolinggo.Kegiatan penutupan ini akan berfokus pada pembersihan ganggang air di kolamutama Sumber Air Ronggojalu dengan tingkat kedalaman 5 hingga 8 meter.


 Skalakolaborasi pada acara puncak ini dipastikan lebih masif. Sebanyak 10 (sepuluh)orang penyelam TNI AL akan diturunkan, didukung oleh 50 orang petugas UPTPSDA WS Pekalen Pasuruan. Istimewanya, agenda pamungkas ini akan membaurdengan masyarakat desa setempat karena pelaksanaannya diintegrasikan denganmomentum kearifan lokal berupa kegiatan Sedekah Bumi, menjadikannya sebuahpenutup yang sarat akan nilai budaya dan gotong royong.@_Adm

 
 
 

KOORDINATBERITA.COM | Surabaya - Usai meredanya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Gunung Bromo dan Gunung Lawu, Tim BPBD Jatim kini berfokus pada penanganan Karhutla di kawasan Gunung Buthak Kabupaten Malang dan Gunung Kawinajang Kabupaten Blitar.


Kebakaran hutan di dua wilayah ini mulai terlihat saat Helikopter PK-DAP melakukan observasi pada 13 September 2026. Kala itu, teramati kepulan asap yang cukup tebal di wilayah Gunung Kawinajang.


Lantaran lokasinya yang berada di puncak gunung dan kondisinya yang terus membesar, dalam beberapa hari ini, Tim BPBD Jatim pun mulai mengerahkan helikopter water bombing untuk melakukan pemadaman.


Untuk hari ini, Jumat (18/9/2026), hingga pukul 15.00 Wib, aksi pemadaman dengan menggunakan water bombing telah dilakukan sebanyak 16 kali, dengan curahan air sebanyak 16.000 liter.


Water bombing kali ini menyasar sejumlah titik api yang terpantau masih menyala, yakni, di atas Pos Meja Bunder, di kawasan Gunung Malang, di sebelah utara Pos 3 Buthak dan di sebelah utara Pos 4 Batu Tulis.


Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto mengungkapkan, selain menggunakan jalur udara dengan water bombing, penanganan Karhutla di kawasan ini juga dilakukan melalui jalur darat oleh Tim Gabungan yang terdiri dari BPBD Jatim, BPBD Kab. Malang, BPBD Kab. Blitar, TNI, Polri, Manggala Agni dan relawan warga setempat.

Tim gabungan ini dibagi dua gelombang, yang berangkat dari Posko Precet Gunung Kawi menuju Puncak Pitrang, Petak 177 RPH Gendogo, dan area Pos 3 Batu Tulis.


"Gelombang pertama berangkat pukul 03.00 WIB dini hari dan gelombang kedua berangkat pukul 09.00 WIB. Mereka melakukan pemadaman api secara manual dan membuat sekat bakar, guna mencegah api semakin meluas," terang Kalaksa Gatot Soebroto.


Sebelumnya, pada Kamis (17/9), water bombing juga telah dilakukan di kawasan Gunung Buthak dan Kawinajang sebanyak 15 kali dengan curahan air mencapai 15.000 liter.


Sedang pada Rabu (16/9), water bombing juga telah dilaksanakan di kawasan ini sebanyak 11 kali dengan curahan air sebanyak 11.000 liter.


"Pada hari Selasa, kita juga sempat melakukan dua kali water bombing dengan 2000 liter air yang dicurahkan. Tapi, karena kondisi cuaca dan angin yang sangat kencang pada hari itu. Akhirnya, water bombing tidak bisa dilanjutkan," terang Kalaksa Gatot Soebroto.


Sementara, berdasar data Pusdalops BPBD Jatim, hingga saat ini, luas area terdampak kebakaran hutan di kawasan Gunung Buthak dan Kawinajang telah mencapai sekitar 1.000 hektar.


"Saat ini tim gabungan juga masih terus memantau perkembangan kebakaran di area ini," terangnya.


Selain di Gunung Buthak dan Kawinajang, saat ini Karhutla juga menimpa kawasan Gunung Wilis di Kabupaten Nganjuk, dengan area terdampak mencapai sekitar 50 hektar.


Kebakaran yang awalnya terjadi pada Rabu (16/9), sekitar pukul 06.15 WIB di Petak 24, RPH Gedangklutuk, BKPH Pace, KPH Kediri, Desa Ngliman, Kec. Sawahan ini kini terus ditangani oleh tim gabungan dengan membuat sekat bakar di 4 titik, yakni, di Ngongkrok, Ngunut, Lungur Cilik/Sedepok dan Candi Laras.@_Adm

 
 
 
Blog: Blog
bottom of page