top of page
Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square

Rudy Salim yang merupakan pemilik showroom mobil mewah Prestige Image Motorcars ikut terseret huru-hara ini karena 9 mobil mewah yang ditahan Bea Cukai ternyata miliknya. Lalu sebenarnya, dari mana asal usul mobil milik Rudy Salim itu? 
Rudy Salim yang merupakan pemilik showroom mobil mewah Prestige Image Motorcars ikut terseret huru-hara ini karena 9 mobil mewah yang ditahan Bea Cukai ternyata miliknya. Lalu sebenarnya, dari mana asal usul mobil milik Rudy Salim itu? 

KOORDINATBERITA.COM | Jakarta - Nama pengusaha Rudy Salim belakangan menyita perhatian publik setelah pengusaha Malaysia Kenneth Koh Keik Lun melaporkan Bea Cukai Soekarno-Hatta ke Kejaksaan Agung. Pelaporan tersebut dilakukan karena 9 mobil mewah milik Kho ditahan oleh Bea Cukai di Gudang Soewarna, Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta.


Rudy Salim yang merupakan pemilik showroom mobil mewah Prestige Image Motorcars ikut terseret huru-hara ini karena 9 mobil mewah yang ditahan Bea Cukai ternyata miliknya. Lalu sebenarnya, dari mana asal usul mobil milik Rudy Salim itu? 


Mobil Mewah Rudy Salim Didatangkan dari Inggris


Berdasarkan laporan, mobil mewah milik Rudy Salim itu didatangkan ke Indonesia pada tahun 2019 oleh Kenneth Koh melalui perusahaan miliknya, yakni Speedline Industries Sdn Bhd. Rudy pertama kali bertemu dengan Kenneth melalui seorang kolega. Pada saat itu, Rudy berencana mengimpor 14 mobil mewah yang dibelinya dari Inggris dengan memanfaatkan mekanisme izin impor sementara atau ATA Carnet.


Mekanisme ATA Carnet sendiri digunakan untuk mendatangkan barang untuk kepentingan ekshibisi, pameran atau edukasi, bukan untuk dijual. Karena barang-barang ini bukan untuk tujuan komersial, impor dengan ATA Carnet tidak dikenakan biaya masuk, pajak, atau pungutan lainnya. Pengimpor hanya diwajibkan menyetor jaminan di kamar dagang negara masing-masing. Dalam kasus ini, Speedline menyetorkan jaminan tersebut ke Kamar Dagang dan Industri Internasional Malaysia (MICCI).


Kenneth dan Rudy pun sepakat untuk bekerja sama. Tapi Rudy menyuruh Andi, pegawainya juga merangkap sebagai Direktur PT Devtan Cipta Kreasi untuk menandatangani dokumen ATA Carnet.


Pada akhir tahun 2019, Kenneth mengirimkan sembilan mobil mewah ke Bandara Soekarno Hatta. Lima mobil lainnya akan dikirimkan jika kerja sama berjalan dengan baik. Sembilan mobil yang sudah dikirim Kenneth terdiri dari empat Lamborghini berbagai tipe, tiga Aston Martin, satu Rolls Royce, dan satu McLaren.


Tanda-tanda keretakan kerja sama antara Kenneth dan Rudy mulai terlihat pada akhir 2021. Izin ATA Carnet hanya berlaku selama satu tahun dan dapat diperpanjang satu tahun lagi. Namun, Rudy menjadi enggan berkomunikasi dengan Kenneth, begitu pula dengan Andi.


Kenneth pun meminta agar mobil-mobil tersebut diekspor kembali ke Malaysia untuk menghindari denda. Tapi Rudy tetap bergeming. “Ternyata, sejak awal dia tidak pernah berniat mengembalikan mobil,” ungkap Kenneth.


Sejak saat itu, Kenneth berulang kali menerima surat dari Bea Cukai yang memerintahkan pengembalian mobil-mobil mewah tersebut. Pada akhir tahun 2022, Kenneth memberanikan diri untuk bertemu dengan pejabat Bea dan Cukai di Bandara Soekarno Hatta, dengan Rudy turut hadir dalam pertemuan tersebut.


Bea Cukai Jatuhkan Denda Rp 8,8 Miliar


Kenneth mengungkapkan bahwa Bea Cukai menjatuhkan denda sebesar Rp8,8 miliar kepada perusahaannya, Speedline Industries Sdn Bhd, untuk sembilan mobil mewah tersebut. Jatuh tempo denda tersebut Desember 2022. Jika denda itu tidak dibayar dan mobil-mobil tidak dikembalikan, dendanya akan membengkak jadi Rp 56 miliar.


Semua tagihan ini ditujukan kepada Speedline, sementara Rudy, pemilik Prestige, tidak dikenakan denda. Namun, Rudy ikut terlibat karena mobil yang dikirim Speedline tidak kunjung keluar. Padahal, Speedline sudah menyetor jaminan ke MICCI. Menurut Rudy, seharusnya jaminan tersebut diambil untuk membayar denda.


Lebih lanjut, Rudy menyatakan bahwa Bea Cukai seharusnya menagih ke Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) agar dana dari MICCI bisa digunakan, bukan ke Speedline. Sebab, berdasarkan ketentuan ATA Carnet, Kadin yang seharusnya menjamin mobil-mobil mewah ini. Kasus ini semakin rumit karena Andi melaporkan Bea Cukai ke Badan Reserse Kriminal Kepolisian Indonesia.


Karena tak berhasil menemukan titik terang, pada Mei 2024 Kenneth Kho melaporkan Bea Cukai ke Kejaksaan Agung dengan tuduhan menggelapkan mobil mewah. Bea Cukai menyatakan 9 mobil mewah dipindahkan ke Gudang Cikarang dari tempat terpencil semula di Gudang Soewarna, Cengkareng.


Bea Cukai kemudian mengumumkan denda ditambah bunga menjadi Rp 11,8 miliar per Mei 2024 dengan tagihan maksimum akan jatuh pada November 2024 yakni sebesar Rp 13,1 miliar.@_Network


Sumber : Tempo

2 tampilan0 komentar

BMW 15 eDrive40 M Sport ditawarkan dengan harga Rp2.225.000.000 on-the-road Surabaya dan hadir dengan BMW Service Inclusive 6 tahun, garansi 5 tahun, garansi baterai kendaraan selama 8 tahun atau 160.000 km, perlindungan ban 2 tahun, Roadside Assistance 24-jam dari AstraWorld selama 5 tahun, serta keanggotaan BMW Astra Card dengan berbagai benefit menarik."
BMW 15 eDrive40 M Sport ditawarkan dengan harga Rp2.225.000.000 on-the-road Surabaya dan hadir dengan BMW Service Inclusive 6 tahun, garansi 5 tahun, garansi baterai kendaraan selama 8 tahun atau 160.000 km, perlindungan ban 2 tahun, Roadside Assistance 24-jam dari AstraWorld selama 5 tahun, serta keanggotaan BMW Astra Card dengan berbagai benefit menarik."

KOORDINATBERITA.COM | Surabaya. BMW Astra hari ini luncurkan First-Ever BMW i5 di Jawa Timur. BMW 15 eDrive40 M Sport adalah BMW Seri 5 generasi ke-delapan dalam varian mesin full-listrik. Lebih dinamis, hadir dengan teknologi terbaru, dan tentunya ramah lingkungan.


Octa Wibowo mengatakan, "BMW Seri 5 adalah salah satu model favorit pelanggan di Jawa Timur. Model ini tawarkan pengalaman berkendara yang lebih dinamis dari sebelumnya, menampilkan rangkaian inovasi digital dan untuk pertama kalinya, mesin penggerak full-listrik. Sebagai wujud komitmen BMW Astra sebagai diler BMW satu- satunya di Jawa Timur, hari ini kami hadirkan BMW i5 untuk pertama kalinya di Jawa Timur."

"Sebagai wilayah yang penting bagi BMW Astra, kami terus meningkatkan kualitas layanan mulai dari pembelian mobil baru, layanan purna jual, hingga penjualan kembali atau trade-in untuk semakin memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan di Jawa Timur," tambah Octa.


BMW i5 eDrive40 M Sport dilengkapi dengan teknologi BMW eDrive generasi kelima yang ditingkatkan secara ekstensif. Motor listrik BMW i5 eDrive 40 menggerakkan roda belakang dan menghasilkan output maksimum 340 hp dan torsi maksimum hingga 430 Nm dengan fungsi Sport Boost atau Launch Control. Dilengkapi baterai sebesar 81,2kWh, mobil ini memiliki jangkauan 592 kilometer (WLTP), membuat BMW i5 eDrive40 sangat cocok untuk digunakan sehari-hari.


BMW 15 eDrive40 M Sport ditawarkan dengan harga Rp2.225.000.000 on-the-road Surabaya dan hadir dengan BMW Service Inclusive 6 tahun, garansi 5 tahun, garansi baterai kendaraan selama 8 tahun atau 160.000 km, perlindungan ban 2 tahun, Roadside Assistance 24-jam dari AstraWorld selama 5 tahun, serta keanggotaan BMW Astra Card dengan berbagai benefit menarik."


Company BMW Astra, Office Address Gaya Motor


Selatan No.1 Jakarta 14330 Sunter "Untuk mendapatkan layanan menyeluruh dari BMW Astra untuk beli, servis, dan jual Indonesia BMW di wilayah Jawa Timur, Anda dapat menghubungi BMW Astra di Jl. H. R. +6221650 9595 Muhammad Surabaya, Grand City Mall, dan di Jl. Letjend S. Parman No.56a Kota Malang atau situs bmw.astra.co.ld, dan dalam keadaan darurat hubungi 1-500-898 tekan 4," tutup Octa.

2 tampilan0 komentar

“Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Edy Susanto anak dari Budi Wiyono dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun dikurangkan selama Terdakwa ditangkap dan ditahan, dengan perintah agar Terdakwa tetap dalam tahanan,” ujar hakim Hakim R Yoes Hartyarso, di ruang Kartika 1 PN Surabaya.
“Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Edy Susanto anak dari Budi Wiyono dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun dikurangkan selama Terdakwa ditangkap dan ditahan, dengan perintah agar Terdakwa tetap dalam tahanan,” ujar hakim Hakim R Yoes Hartyarso, di ruang Kartika 1 PN Surabaya.

KOORDINATBERITA.COM | Surabaya – Ketua Majelis Hakim R Yoes Hartyarso memberikan hukuman pidana penjara selama 1 tahun, terhadap Terdakwa Edy Susanto diduga jaringan narkoba antar pulau, Surabaya – Kalimantan, di ruang Kartika 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (15/5/2024).


Terdakwa Edy Susanto anak dari Budi Wiyono warga Karang Empat IX , Kecamatan Tambaksari Surabaya ini berperan sebagai pengirim narkotika jenis sabu dengan berat total 520 gram atau 1/2 Kilogram. Pengiriman dari Surabaya ke Kalimantan melalui ekspedisi Antariksa Antarnusa di Surabaya.


“Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Edy Susanto anak dari Budi Wiyono dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun dikurangkan selama Terdakwa ditangkap dan ditahan, dengan perintah agar Terdakwa tetap dalam tahanan,” ujar hakim Hakim R Yoes Hartyarso, di ruang Kartika 1 PN Surabaya.


Dalam amar putusan hakim tersebut sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Furkon Adi Hermawan dari Kejari Surabaya, selama 1 tahun penjara.


Jadwal agenda putusan hakim dan tuntutan JPU terkesan kompak, di karenakan jadwal agenda tuntutan dan putusan tidak lebih dari 1 minggu atau sangat dipercepat.


 Agenda tuntutan, pada Senin 13 Mei 2024, sementara agenda putusan, pada Rabu 15 Mei 2024.


Untuk diketahui, dijelaskan dalam isi dakwaan nomor perkara 360/Pid.Sus/2024/PN Sby, dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Furkon Adi Hermawan dari Kejari Surabaya. Bahwa Terdakwa Edi Susanto melakukan tindak pidana Narkotika. Tanpa hak melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 gram, 1 plastik klip berisi 2 poket sabu berat total 201,7 Gram beserta pembungkusnya, 1 plastik klip berisi 3 poket sabu berat total 101,3 Gram beserta pembungkusnya, 1 plastik klip berisi 21 poket sabu berat total 108,3 Gram beserta pembungkusnya, 1 plastik klip berisi 20 poket sabu berat total 103 Gram beserta pembungkusnya. “Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Atau, Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Atau, dengan sengaja tidak melaporkan adanya tindak pidana. Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 131 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.


Saat itu adanya paket barang dikirim melalui Gojek pada Kamis, 21 September 2023, Jam 17:30 Wib ke kantor ekspedisi antariksa antarnusa, Jalan Ahmad Jais 74 Surabaya, identitas pengirim an. Rudy (My Snack) Surabaya, penerima an. Mama Devy, Jalan Temanggung Tilung XVIII/ 13, Jekan Raya, Kalimantan Tengah, paket diterima karyawan PT. Antariksa Antarnusa, Saksi Agus Iwantoko. Paket dikirim ke Mega Cargo, diteruskan ke Angkasa Pura Logistik Juanda.


Lanjut pada Sabtu, 23 September 2023, Kam 10:00 Wib, Saksi Agus Iwantoko dapat kabar dari perwakilan ekspedisi antariksa antarnusa wilayah Kalimantan Tengah, paket tersebut belum sampai, sehingga saksi melakukan pengecekan ke Mega Cargo dan setelah Mega Cargo melakukan pengecekan ke Angkasa Pura Logistik Juanda ternyata paket tersebut berisi barang berbahaya, tidak bisa dikirim ke alamat tujuan melalui pesawat udara.


Selanjutnya, pada Selasa, 26 September 2023, paket dikembalikan ke ekspedisi Antariksa Antarnusa melalui Mega Cargo. Selanjutnya Agus Iwantoko, menghubungi nomor handpone tertera di paket untuk mengambil kembali paketan barang miliknya, dijawab akan mengambil paket barang ke kantor ekspedisi Antariksa Antarnusa.


Terdakwa pun datang mengambil paketan, Saksi Agus mengecek nomor handphone yang tertera di paket sesuai nomor handphone terdakwa. Akhirnya Saksi Agus Iwantoko menyerahkan paket kepada terdakwa. Selanjutnya terdakwa membawa paket tersebut, saat terdakwa keluar dari ekspedisi Antariksa Antarnusa membawa paketan, petugas Polisi dari Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur (BNNP Jawa Timur) melakukan penangkapan atas terdakwa.


Saat dilakukan pemeriksaan paket barang, paketan berisi beberapa bungkus narkotika jenis sabu. Terdakwa dan barang bukti dibawa ke kantor BNNP Jatim.


Selain Edy Susanto, beberapa barang bukti juga turut diamankan. Saat penangkapan dan penggeledahan atas terdakwa Edy Susanto di temukan barang bukti diantaranya berupa, 1 plastik klip berisi 2 poket sabu, 100,9 Gram dan 100,8 Gram, 1 plastik klip berisi 3 poket sabu, 50,6 gram, 25,4 Gram dan 25,3 Gram, 1 plastik klip berisi 21 poket sabu, 5,0 Gram, 5,1 Gram, 5,0 Gram, 5,3 Gram, 5,1 Gram, 5,2 Gram, 5,3 Gram, 5,2 Gram, 5,2 Gram, 5,1 Gram, 5,2 Gram, 5,2 Gram, 5,2 Gram, 5,2 Gram, 5,2 Gram, 5,2 Gram, 5,1 Gram, 5,2 Gram, 5,1 Gram, 5,0 Gram dan 5,1 Gram), 1 plastik klip berisi 20 poket sabu, (5,3 Gram, 5,3 Gram, 5,3 Gram, 5,4 Gram, 5,2 Gram, 5,2 Gram, 5,0 Gram, 5,1 Gram, 5,2 Gram, 5,1 Gram, 5,1 Gram, 5,1 Gram, 5,1 Gram, 5,1 Gram, 5,2 Gram, 5,0 Gram, 5,1 Gram, 5,1 Gram, 5,0 Gram) beserta pembungkusnya, 1 unit handphone Samsung A600 G hitam dan 1 unit mobil Daihatsu Ayla warna merah Nopol S-1351-EO.


Sabu dalam penguasaan terdakwa yang diambil di ekspedisi Antariksa Antarnusa, Ahmad Jaiz 74 Surabaya, atas perintah Bos (DPO), janji diberi upah Rp 2 juta, jika paket sabu sudah diterima pihak penerima.@_ Oirul

4 tampilan0 komentar
Blog: Blog