top of page
Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
Kusnadi dikabarkan hilang usai ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dana hibah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk periode 2019–2022.
Kusnadi dikabarkan hilang usai ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dana hibah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk periode 2019–2022.

KOORDINATBERITA.COM | Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menggandeng aparat penegak hukum untuk mencari mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Kusnadi.


Kusnadi dikabarkan hilang usai ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dana hibah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk periode 2019–2022.


Dalam rilisnya Mei lalu, KPK telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap Kusnadi pada Rabu, 14 Mei 2025. Saat itu, Budi menyampaikan bahwa pemeriksaan terhadap Kusnadi akan berlangsung di Kepolisian Resor Kota Banyuwangi.


Pada November 2024 lalu, KPK juga telah memeriksa Kusnadi yang berlangsung di Gedung Merah Putih. Juru Bicara KPK saat itu, Tessa Mahardhika Sugiarto mengatakan, politikus PDIP itu dipanggil sebagai saksi


Dalam kasus korupsi dana hibah APBD Pemprov Jatim ini, KPK telah menetapkan 21 orang sebagai tersangka. Penetapan tersangka itu dilakukan sejak 5 Juli 2024. Dari 21 tersangka, empat tersangka berperan sebagai penerima suap, dan 17 lainnya sebagai tersangka pemberi suap.


Penyidikan perkara ini merupakan pengembangan dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan terhadap Sahat Tua P. Simandjuntak (STPS), Wakil Ketua DPRD Jatim, dan beberapa pihak lainnya oleh KPK pada September 2022 silam.


Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Surabaya, Jawa Timur, sebelumnya telah memvonis Wakil Ketua DPRD Jatim nonaktif, Sahat Tua P. Simandjuntak, pada September 2023. Sahat mendapat vonis hukuman 9 tahun kurungan penjara dan denda sebesar Rp 1 miliar subsider penjara 6 bulan.


Pada kasus ini, KPK telah menyita sejumlah tanah dan bangunan di Jawa Timur. Juru Bicara KPK yang saat itu masih Tessa Mahardhika mengatakan tanah dan bangunan tersebut disita karena diduga berasal dari hasil tindak pidana korupsi dana hibah APBD Jawa Timur. Saat ini, kasus tersebut masih dalam penyidikan.@_Network

 
 
 

Program ini bertujuan untuk menyediakan fasilitas pendidikan gratis bagi anak berprestasi namun tidak memiliki biaya untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.
Program ini bertujuan untuk menyediakan fasilitas pendidikan gratis bagi anak berprestasi namun tidak memiliki biaya untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.

KOORDINATBERITA.COM | Surabaya -  Program "1 Keluarga Miskin, 1 Sarjana" yang diinisiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sejak Agustus 2024, merupakan bagian dari "Omah Ilmu Arek Suroboyo". Program ini bertujuan untuk menyediakan fasilitas pendidikan gratis bagi anak berprestasi namun tidak memiliki biaya untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.


Salah satu siswa berprestasi yang merasakan langsung manfaat program tersebut adalah Zadvara Dima Al Dzaky. Pada awalnya, Zaky yang merupakan anak seorang pelayan toko itu, mendapatkan tawaran beasiswa kuliah jurusan Keperawatan D3 di Universitas Hang Tuah Surabaya melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya. "Perasaan saya waktu itu, sangat bersyukur dan tidak menyia-nyiakan kesempatan yang datang. Saya yakin pendidikan ini akan sangat berguna untuk masa depan," ungkap Zaky, Jumat, 25 April 2025.


Selain mendapatkan kesempatan untuk kuliah, siswa program 1 Keluarga Miskin 1 Sarjana, juga mendapatkan pendidikan secara komprehensif. Mulai dari sosial, mental hingga pengembangan diri juga diperhatikan. Pengembangan diri dilakukan melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler, seperti kursus Bahasa Inggris, boxing, fotografi, melukis, musik hingga olahraga tinju. “Di sini saya tidak hanya kuliah, tapi juga mengikuti kegiatan setelahnya untuk mengasah kemampuan saya di bidang lain,” kata Zaky.


Setelah lulus kuliah, nantinya Zaky berencana untuk mengabdikan diri di bidang kesehatan dan membantu masyarakat agar senantiasa sehat. “Saya sangat termotivasi dan memiliki harapan besar untuk membantu perekonomian keluarga dan mengangkat derajat orang tua lewat program sekolah bibit unggul,” ujar Zaky.


Kisah inspiratif lainnya datang dari Retno Ayu Maharani (19). Alumni SMKN 20 Surabaya itu kini sedang menempuh pendidikan D3 Keperawatan di Universitas Hang Tuah Surabaya. Berasal dari keluarga sederhana di daerah Klampis Ngasem dengan pendapatan yang tidak menentu, Retno merasakan bahagia karena dapat melanjutkan pendidikan lewat program ini.


“Awalnya sulit sekali membayangkan bisa kuliah. Sebelumnya saya sudah mencoba banyak tes masuk perguruan tinggi tapi tidak berhasil. Mendapatkan kesempatan ini benar-benar membuat saya kaget dan sangat senang," ujar Retno.


Selama menjalani kehidupan delapan bulan di Omah Ilmu Arek Suroboyo, Retno merasa asrama yang terletak di kawasan Kalijudan ini bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga tempat untuk belajar mandiri. “Rutinitas kami tidak hanya kuliah. Pagi hari kami bangun untuk salat Subuh berjamaah, dilanjutkan olahraga pagi. Setelahnya persiapan untuk berangkat kuliah, sekitar pukul enam pagi, kami dijemput bus untuk berangkat kuliah di Hang Tuah," ceritanya.


Sepulang kuliah, mereka kembali dijemput bus. Mengenai kebutuhan makan sehari-hari, Retno dan teman-temannya biasa membawa bekal untuk makan pagi dan siang. “Kalau malamnya makan di asrama dengan teman-teman yang lain. Karena pagi kuliah jadi dibawakan bekal untuk makan di kampus,” kata dia.


Tak hanya transportasi dan makan, Retno menceritakan bahwa kebutuhan untuk kuliahnya juga terfasilitasi. Fasilitas belajar di Omah Ilmu Arek Suroboyo juga dilengkapi komputer, printer, dan ruang belajar yang nyaman. "Kami bisa menggunakannya setiap saat untuk menunjang perkuliahan. Awal masuk kuliah dulu, juga mendapatkan seragam dan semua perlengkapan dari Omah Ilmu Arek Suroboyo," kata Retno.


Menjadi salah satu penerima manfaat program 1 Keluarga Miskin 1 Sarjana, Retno memiliki pesan inspiratif bagi teman-teman seusianya. Menurutnya, tidak ada yang tidak mungkin ketika seseorang memiliki tekad yang kuat akan masa depannya. “Tidak ada yang tidak mungkin kalau kita mau berusaha, karena pemerintah hadir lewat program-programnya. Sekarang saya bisa kuliah dan mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak,” kata Retno.


Kisah inspiratif lainnya hadir dari Muhammad Rizky Saputra Subroto (19 tahun). Berbeda dari Zaky dan Retno yang sudah mulai berkuliah, Rizky sapaan akrabnya, baru akan masuk kuliah pada Agustus atau September mendatang.


Siswa SMK Negeri 10 itu, diterima di Universitas Airlangga (Unair) dengan jurusan S1 Ekonomi Syariah melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). “Jadi saya memang sudah mencari-cari cara sejak kelas 10 bagaimana bisa masuk Unair. Alhamdulilah, saya dinyatakan lulus SNBP sesuai jurusan yang saya inginkan,” katanya.


Program 1 Keluarga Miskin 1 Sarjana bukan hal baru bagi Rizky. Sebab, ia sudah diasuh oleh Pemkot Surabaya sejak usia tujuh tahun. Awalnya Rizky mengalami masalah keluarga dan kabur dari rumah. Dia sempat menumpang ke rumah temannya hingga sampai di Kampung Anak Negeri Wonorejo, tempat tinggal untuk anak-anak bermasalah sosial.


“Saya sudah sekolah dan tinggal di Kampung Anak Negeri sejak usia tujuh tahun. Karena saya akan kuliah, jadi waktu Omah Ilmu Arek Suroboyo diresmikan, saya pindah ke sini bersama teman-teman sebaya. Program ini bukan hal baru bagi saya, sebab saya sudah merasakannya sejak SD,” ujar Rizky.


Rizky berharap, melalui program 1 Keluarga Miskin 1 Sarjana, akan semakin banyak anak-anak yang bermasalah sosial bisa terbantu seperti dirinya. Baginya, tidak ada yang tidak mungkin apabila terus berusaha. “Untuk teman-teman di luar sana, tetap kejar impian kalian. Pemkot Surabaya akan selalu mendukung semua potensi arek Suroboyo lewat program-programnya,” katanya.@_Red

 
 
 

Kepala Kanwil DJBC Jatim I, Untung Basuki, mengungkapkan bahwa total rokok ilegal yang dimusnahkan mencapai 12.043.200 batang. Nilai barang tersebut ditaksir sekitar Rp17,09 miliar.
Kepala Kanwil DJBC Jatim I, Untung Basuki, mengungkapkan bahwa total rokok ilegal yang dimusnahkan mencapai 12.043.200 batang. Nilai barang tersebut ditaksir sekitar Rp17,09 miliar.

KOORDINATBERITA.COM | Jatim – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Timur I berhasil merazia 12 juta batang rokok ilegal sepanjang 2024 hingga Januari 2025. Barang bukti hasil penindakan tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar.


Rokok ilegal yang dimusnahkan telah ditetapkan sebagai Barang Milik Negara (BMN). Pemusnahan secara simbolis dilakukan pada Rabu (4/6) pagi di halaman Kantor Bea Cukai Jawa Timur I.


Kepala Kanwil DJBC Jatim I, Untung Basuki, mengungkapkan bahwa total rokok ilegal yang dimusnahkan mencapai 12.043.200 batang. Nilai barang tersebut ditaksir sekitar Rp17,09 miliar.


“Melalui slogan Gempur Rokok Ilegal, kami bersinergi dengan aparat penegak hukum untuk memberantas peredaran rokok ilegal,” ujarnya.


Sebagian rokok dimusnahkan secara simbolis di Sidoarjo, sementara sisanya akan dibakar di Mojokerto. Langkah ini diambil untuk memastikan barang tersebut benar-benar rusak dan tidak bisa dimanfaatkan kembali.


“Pembakaran dilakukan agar rokok tersebut tidak memiliki nilai ekonomis dan tidak kembali beredar di masyarakat,” tambah Basuki.


Ia menyebut, peredaran rokok ilegal selama periode tersebut berpotensi merugikan negara hingga Rp8,9 miliar. “Potensi kerugian penerimaan negara sebesar Rp8.984.227.200,” jelasnya.


Penindakan ini juga ditindaklanjuti dengan penyidikan di bidang cukai serta pendekatan ultimum remedium sebagai bentuk pemulihan fiskal, sesuai dengan UU Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.


“Pemusnahan ini adalah bentuk nyata komitmen kami dalam menegakkan hukum, melindungi industri legal, dan menjaga optimalisasi penerimaan negara dari sektor cukai,” pungkasnya.@_Oirul

 
 
 
Blog: Blog
bottom of page