top of page
Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square

Sekretaris PN Surabaya, Jitu Nove Wardoyo, SH, MH, mengakui bahwa pelaksanaan sidang offline perdana ini memang menyebabkan lonjakan pengunjung. Namun, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif untuk mengatasi situasi tersebut.
Sekretaris PN Surabaya, Jitu Nove Wardoyo, SH, MH, mengakui bahwa pelaksanaan sidang offline perdana ini memang menyebabkan lonjakan pengunjung. Namun, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif untuk mengatasi situasi tersebut.

KOORDINATBERITA.COM | Surabaya – Suasana berbeda terlihat di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jalan Arjuno, Selasa (3/6) pagi. Untuk pertama kalinya dalam hampir empat tahun, PN Surabaya kembali menggelar sidang secara langsung (offline) setelah sebelumnya menerapkan sistem sidang daring selama masa pandemi.


Antusiasme masyarakat terlihat jelas dari membludaknya pengunjung yang memadati area pengadilan. Di tengah kerumunan, terdengar suara anak-anak dan teriakan perempuan memanggil anggota keluarga mereka yang menjadi terdakwa dan dikawal ketat oleh petugas keamanan menuju ruang sidang.


Sekretaris PN Surabaya, Jitu Nove Wardoyo, SH, MH, mengakui bahwa pelaksanaan sidang offline perdana ini memang menyebabkan lonjakan pengunjung. Namun, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif untuk mengatasi situasi tersebut.


“Sudah kita antisipasi. Salah satunya, mobil tahanan langsung mendekati ruang tahanan untuk mempercepat proses pengawalan,” jelas Jitu.


Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa ke depan pihak pengadilan akan melakukan penyortiran terhadap pengunjung demi menjaga keamanan dan kenyamanan selama persidangan berlangsung.


“Pamdal (petugas keamanan dalam) selalu patroli. Kami ingin sidang offline berjalan dengan aman dan nyaman,” tegasnya.


Dalam pantauhan Koordinatberita.com dilokasi terkait kembalinya sidang offline ini membut para keluarga terdakwa  disambut haru dan positif


"Adu, gak bisa di ungkapkan dengan kata - kata, sebab tidak jahu-jahu untuk mengunjungi ke Medaeng," terang perempuan, istri terdakwa dengan perkara narkoba.


Tidak hanya itu menurutnya, kalau sidang dibuka secara offline bisa melihat keluaganya yang tersandung perkara tidak jauh, cukup di Pengadilan Negeri Surabaya.


" Ya mas, tidak jauh-jauh. Cukup di PN Surabaya," tutupnya. @_Oirul

 
 
 

Penyidik sekarang sampai satu minggu ini akan fokus dalam pemeriksaan yang pertama pemeriksaan saksi-saksi direncanakan dari 28 orang itu bahwa dalam satu minggu ini akan didalami terus untuk menentukan siapa yang paling bertanggung jawab terhadap dugaan tindak pidana ini," kata Kapuspenkum Kejagung Harli Siregar kepada wartawan di kantor Kejagung, Jakarta Selatan, Senin (2/5/2025).
Penyidik sekarang sampai satu minggu ini akan fokus dalam pemeriksaan yang pertama pemeriksaan saksi-saksi direncanakan dari 28 orang itu bahwa dalam satu minggu ini akan didalami terus untuk menentukan siapa yang paling bertanggung jawab terhadap dugaan tindak pidana ini," kata Kapuspenkum Kejagung Harli Siregar kepada wartawan di kantor Kejagung, Jakarta Selatan, Senin (2/5/2025).

KOORDINATBERITA.COM | Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa 28 saksi terkait kasus korupsi pengadaan laptop untuk digitalisasi pendidikan senilai Rp 9,9 triliun di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tahun 2019-2022. Kejagung juga menggeledah apartemen staf khusus eks Mendikbudristek Nadiem Makarim.


"Penyidik sekarang sampai satu minggu ini akan fokus dalam pemeriksaan yang pertama pemeriksaan saksi-saksi direncanakan dari 28 orang itu bahwa dalam satu minggu ini akan didalami terus untuk menentukan siapa yang paling bertanggung jawab terhadap dugaan tindak pidana ini," kata Kapuspenkum Kejagung Harli Siregar kepada wartawan di kantor Kejagung, Jakarta Selatan, Senin (2/5/2025).


Dalam pemeriksaan saksi-saksi ini, penyidik mendalami peran dari sejumlah orang yang telah digeledah. Kemudian, penyidik akan melihat ada keterkaitan orang-orang itu dengan pihak lain.


"Dari pihak-pihak yang dimintai apa namanya, diperiksa sebagai saksi misalnya terhadap tiga orang yang sudah digeledah tempatnya. Nah, tentu ini akan digali nanti seperti apa perannya. Lalu dilihat dengan regulasinya bagaimana, apakah ada perintah, apakah memang ini murni dari mereka," jelasnya.


"Lalu, akan dilihat kapasitas mereka seperti apa. Apakah mereka memang orang yang berkapasitas untuk melakukan analisis. Lalu, analisis itu apakah murni dari pandangan pendapat mereka atau karena ada perintah atau pesanan misalnya," sambungnya.


Dalam kasus ini, Kejagung sudah memeriksa dua apartemen Staf Khusus Eks Menteri Dikbudristek, yakni FH di Kuningan Place, kemudian Apartemen Ciputra World 2 Tower Orchard, kediaman JT Staf Khusus Menteri Dikbudristek. Terbaru Kejagung menggeledah kediaman I, staf khusus eks Mendikbud Nadiem Makarim di kediamannya kawasan Cilandak Jaksel.


"Ada I, dan tempatnya juga sudah digeledah," jelas Harli.


"Staf Khusus Menteri merangkap staf teknis. Ibrahim ya. Barang bukti elektronik, HP sama laptop. Ibrahim yang HP sama laptop kan. Itu stafsusnya menteri dan tim teknis," kata dia.


Selain itu, penyidik saat ini melakukan pendalaman terhadap barang bukti berupa dokumen elektronik. Tujuannya adalah mencari informasi apa yang saja yang terjadi dalam kasus ini.


"Yang kedua, bahwa penyidik juga sekarang sedang fokus melakukan pembacaan melakukan pendalaman, kajian terhadap semua barang bukti yang sudah disita dalam bentuk baik dalam dokumen maupun barang bukti elektronik," ucapnya.@_Network

 
 
 

Sudah ditahan dua orang, inisial P alias I dan S, alias L,” kata AKP Rina, di Surabaya, Senin.
Sudah ditahan dua orang, inisial P alias I dan S, alias L,” kata AKP Rina, di Surabaya, Senin.

KOORDINATBERITA.COM | Surabaya - Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya menetapkan dua perempuan berinisial P alias I dan S alias L sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di sebuah rumah di Jalan Kedung Anyar, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya.


Kepala Seksi Humas Polrestabes Surabaya AKP Rina Shanty Dewi Nainggolan mengatakan penetapan status tersangka dilakukan setelah penggerebekan yang dilakukan aparat kepolisian pada Sabtu (31/5), di lokasi yang diduga menjadi tempat penampungan sejumlah calon pekerja migran.


“Sudah ditahan dua orang, inisial P alias I dan S, alias L,” kata AKP Rina, di Surabaya, Senin.


Dalam penggerebekan tersebut, kata dia, petugas awalnya mengamankan tiga orang terduga pelaku, namun, setelah dilakukan pemeriksaan, hanya dua yang ditetapkan sebagai tersangka.


Seorang lainnya, lanjutnya, berinisial IZ, tidak ditahan karena diketahui hanya berperan sebagai penjaga rumah.


“Dia (laki-laki berinisial IZ) itu penjaga di rumah itu,” ucapnya.


Rina menambahkan, para pelaku diduga hendak mengirim para korban ke Malaysia, namun untuk informasi detail pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut.


Sementara itu, Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Sawahan AKP Agus Tri Subagjo mengatakan bahwa kasus dugaan TPPO tersebut terungkap setelah pihaknya menerima informasi dari Command Center mengenai adanya dugaan penyekapan di sebuah rumah di Jalan Kedung Anyar, Surabaya.


“Di lokasi Jalan Kedung Anyar II, petugas menemukan dua perempuan, yakni NS dan YY, di dalam salah satu kamar,” kata AKP Agus Tri.


Salah satu korban, lanjut Agus, sempat menghubungi sebuah stasiun radio swasta, yang kemudian meneruskan informasi tersebut ke Command Center 112 dan Polsek Sawahan.


Selain dua korban perempuan, petugas juga menemukan dua laki-laki, S dan MF, yang diduga telah disekap di rumah tersebut selama lebih dari dua hari.


“Para korban langsung kami amankan dan dibawa ke Polsek untuk dimintai keterangan,” tuturnya.@_Oirul

 
 
 
Blog: Blog
bottom of page