top of page
Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Jatim, Endy Alim Abdi Nusa Kooperasi desa merah putih sudah mencapai 7500 angka itu yang sudah berbadan hukum.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Jatim, Endy Alim Abdi Nusa Kooperasi desa merah putih sudah mencapai 7500 angka itu yang sudah berbadan hukum.

KOORDINATBERITA.COM | Jatim - Dinas Koprasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah ( UMKM ) Jawa Timur melakukan percepatan bembentukan Koprasi Merah Putih di tingkat Desa Kabupaten dan Kota.


Dalam perkembangannya Koprasi Merah Putih mengambil langka terkait progres percepatan Koperasi Desa Merah Putih saat ini itu sudah lebih dari 7.500 desa itu sudah melakukan musyawarah desa. Jadi tahapan pembentukan itu diawali oleh adanya musyawarah desa.


Menuru Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Jatim, Endy Alim Abdi Nusa Kooperasi desa merah putih sudah mencapai 7500 angka itu yang sudah berbadan hukum.


"Dikarenakan ada proses ya proses penguploadan dokumen pembentukan pengurus terus termasuk pesan nama kooperasi itu kan dinamai satu-satu dinamai

kooperasi merah putih desa kecamatan, Kabupaten, namanya sama dengan daerah-daerah. Tidak ada yang bisa mencari lain karena bisa jadi ada desa yang sukomoro itu dengan juga yang dispesifikasi. Karena bisa jadi ada desa, terus proses itu juga akan didaftarkan di sistemnya namanya sistem administrasi badan hukum juga kementerian hukum.


"Nah itu biasanya teman-teman notaris yang bantu nah notaris itu kemarin sudah dikumpulkan oleh Pak Kanwil untuk membagi jadi desa A, B, C notarisnya yang nanti akan dimasukkan ke dalam sistem bahwa desa ini, koperasi ini nanti notarisnya si A atau notarisnya si B, jadi proses-proses menunggu itu yang akhirnya memakan waktu tapi ketika sudah berkas lengkap masuk ke dalam sistem Insya Allah tidak lama paling lambat, paling lambat itu 2 hari itu akta keluar," terang Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Jatim, Endy Alim Abdi Nusa kepada Koordinatberita.com, Rabu 28/5/2025


Perkembangan Jawa Timur ini kemarin atas arahan Ibu Gubernur. Kita kan diminta untuk membackup sekitar 1.500 Koperasi Desa Merah Putih. Untuk biaya pensertifikatannya dibiayai oleh provinsi," Ini diharapkan Ibu Gubernur sedikit memberi motivasi kepada teman-teman di kabupaten dan kota untuk mempercepat.@_Adm

 
 
 

Sufyanto menyebut sebanyak 71,4% responden menyatakan puas atas kinerja Khofifah-Emil memimpin Jatim di 100 hari pertama periode kedua. Sementara 23,5% responden menyatakan kurang puas, dan 5,1% tidak menjawab
Sufyanto menyebut sebanyak 71,4% responden menyatakan puas atas kinerja Khofifah-Emil memimpin Jatim di 100 hari pertama periode kedua. Sementara 23,5% responden menyatakan kurang puas, dan 5,1% tidak menjawab

KOORDINATBERITA.COM | Surabaya - Lembaga Survei The Republic Institute merilis hasil survei kepuasan warga atas kinerja kepala daerah di Jawa Timur dalam 100 hari pertama. Untuk tingkat Gubernur-Wakil Gubernur, mayoritas warga Jatim puas kinerja Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak.


"Mayoritas responden puas terhadap kinerja Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Timur selama 100 hari kerja ini," kata Peneliti Utama The Republic Institute Dr Sufyanto saat paparan, Senin (26/5/2025).


Sufyanto menyebut sebanyak 71,4% responden menyatakan puas atas kinerja Khofifah-Emil memimpin Jatim di 100 hari pertama periode kedua. Sementara 23,5% responden menyatakan kurang puas, dan 5,1% tidak menjawab.


Sufyanto menyebut masyarakat Jatim puas atas komitmen Khofifah-Emil, di antaranya di sektor pangan hingga program sejalan dengan pemerintah pusat.


"Beberapa indikator yang dijadikan pertimbangan utama oleh responden yang menjawab puas yakni komitmen pada peningkatan kesejahteraan ekonomi dan pangan. Kemudian konsisten pada janji dan program yang dibawa saat kampanye. Kemudian sejalan dengan program Asta Cita pemerintah pusat hingga memperhatikan permasalahan sosial di masyarakat," bebernya.


Lebih lanjut Sufyanto membeberkan warga Jatim sangat puas dengan sejumlah program Khofifah-Emil. Salah satunya dalam program Bus Trans Jatim. Sebanyak 92,9% responden ingin program ini terus dilanjutkan dan diperluas.


Kemudian dalam program Pembangunan Rumah Subsidi, sebanyak 84,7% warga Jatim ingin dilanjutkan dan diperluas. Lalu dalam hal stabilisasi harga pangan, 77,6% warga Jatim puas atas kebijakan dan program Khofifah-Emil.


Selanjutnya mayoritas kepuasan warga Jatim terpotret dalam program quick win Khofifah-Emil di 100 pertama yakni di sektor perluasan dan pembiayaan UMKM serta pengembangan ekonomi kreatif.


Kemudian di sektor mudik gratis, digitalisasi pelayanan publik, pengembangan fasilitas kesehatan, penguatan kompetensi kecerdasan buatan (AI), pemeliharaan infrastruktur, dan mitigasi bencana alam serta pengelolaan sumber daya air.


Sufyanto juga menambahkan warga tetap berharap agar kinerja Khofifah-Emil untuk terus ditingkatkan ke depannya. "Karena ekspetasi warga Jatim sangat tinggi terhadap sosok Khofifah-Emil," tandasnya.


Survei The Republic Institute dilakukan pada 15-22 Mei 2025. Survei ini melibatkan 2.200 responden yang tersebar di seluruh 38 kabupaten/kota se Jatim.


Survei ini menggunakan teknik pengambilan sampel dengan stratified random sampling. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka dengan margin of error sebesar 2,1%.@_Adm

 
 
 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar bersama Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Fauzan, Duta Besar Inggris untuk Indonesia H.E Dominic Jeremy, serta Vice President, International, Engagement and Service (IES) KCL Prof. ‘Funmi Olonisakin melakukan penandatanganan prasasti diresmikannya KCL di KEK Singhasari Malang.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar bersama Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Fauzan, Duta Besar Inggris untuk Indonesia H.E Dominic Jeremy, serta Vice President, International, Engagement and Service (IES) KCL Prof. ‘Funmi Olonisakin melakukan penandatanganan prasasti diresmikannya KCL di KEK Singhasari Malang.

KOORDINATBERITA.COM | Surabaya -  Kampus King’s College London (KCL) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari, Kabupaten Malang resmi diluncurkan pada Rabu (28/5).


Dalam kegiatan Grand Launching tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar bersama Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Fauzan, Duta Besar Inggris untuk Indonesia H.E Dominic Jeremy, serta Vice President, International, Engagement and Service (IES) KCL Prof. ‘Funmi Olonisakin melakukan penandatanganan prasasti diresmikannya KCL di KEK Singhasari Malang.


Selain itu juga dilakukan peninjauan ruang perkuliahan kampus KCL di KEK Singhasari Malang. Lengkap tersedia ruang kelas, dan sejumlah fasilitas pembelajaran, kampus KCL di KEK Singhasari siap menerapkan dengan metode blended learning yang memadukan asynchronously learning dan synchronously learning bersama para dosen langsung dari KCL.


Bahkan, program master degree yaitu Digital Economy dan Digital Future di Kampus KCL Singhasari sudah dimulai kelas perdananya pada 15 Oktober 2024 yang lalu.


“Peresmian KCL di sini adalah hasil proses panjang dan ini bukan sesuatu yang sederhana. Kita tahu untuk masuk sebagai kampus rangking 100 dunia itu effort nya luar biasa, dan kalau kita menunggu tentu maka butuh waktu yang lama,” kata Gubernur Khofifah.


“Maka kita bersyukur dan berterima kasih sekarang King’s College London yang merupakan kampus dengan ranking 40 dunia bisa membuka kampus di Jatim. Ini adalah cara kita mencangkok SDM-SDM berkualitas dari tingkatan dunia ke Jawa Timur, ke Indonesia,” imbuhnya.


Sebab, dikatakannya, jika kalau tidak dicangkok, akan membutuhkan waktu yang kama untuk bisa mendapatkan capaian-capaian academic achievement seperti yang dibutuhkan hari ini baik Indonesia maupun dunia.


Tidak hanya itu, kebutuhan SDM yang berkualitas bagi Jawa Timur dikatakan Gubernur Khofifah sangat mendesak. Terutama karena perkembangan industri manufaktur Jawa Timur sangat pesat.


Dimana ketika nasional menargetkan pengembangan industri manufaktur sebesar 30 persen, saat ini industri manufaktur di Jawa Timur sudah 35 persen. Artinya Jawa Timur sudah melampau target. Sehingga SDM berkualitas untuk bisa mengisi posisi posisi strategis menjadi sebuah keniscayaan.


Dan program master degree untuk digital economy dan digital future disiapkan oleh KCL menjadi kebutuhan mendesak.


“Ini kebutuhan mendesak kita bagaimana kita memberseiringi industri manufaktur di Jawa Timur. Lepas dari itu semua, ini kebutuhan kita menjemput Indonesia Emas 2045,” tambahnya.


“Oleh karena itu, kita berharap bahwa apa yang bisa disinergikan dengan Kemenkeu untuk memberikan support LPDP karena proses recruitment semuanya oleh KCL. Kita berharap ada kebutuhan untuk penguatan SDM,” paparnya.


Khofifah optimis dengan berdirinya kampus internasional King’s College London di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari, Malang mampu memberikan dampak strategis di berbagai sektor.


Bagi Jawa Timur, lanjut Khofifah, kehadiran kampus internasional ini akan mempercepat lahirnya generasi unggul yang siap menghadapi tantangan global dan memimpin transformasi di era ekonomi digital.


“Keberadaan Perguruan tinggi sebagai intelectual capital menjadi salah satu penguat ekosistem untuk memberikan kontribusi yang nyata bagi ketersediaan SDM yang berkualitas. Tujuannya tidak lain memperkuat posisi Jawa Timur sebagai “Gerbang Baru Nusantara” imbuhnya.


“Ini juga memperkuat transformasi digital nasional sebagaimana yang telah menjadi agenda besar pemerintah indonesia,” sebutnya.


Di akhir, Gubernur Khofifah juga berkesempatan menyaksikan penandatanganan perjanjian kerjasama antara PT. Prakarsa Dwimitra Edukasi & PT. Taman Maitri Intelegensia.


Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Fauzan menuturkan bahwa program King’s College London sudah diinisiasi sejak tiga tahun yang lalu dan disupport penuh oleh Gubernur Khofifah.


“Tentu tidak lepas juga dari tangan dingin semua pihak. Ini bagian dari upaya Pemprov meningkatkan kapasitas intelektual maupun SDM yang berkontribusi menyongsong Indonesia Emas,” tutur Fauzan.


Senada dengan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Fauzan, Duta Besar Inggris H.E Dominic Jermey menyebut peresmian King’s College London adalah bentuk nyata kolaborasi semua pihak termasuk Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Dardak.


“Peresmian ini adalah bagian dari kebijakan strategis antara Inggris dan Indonesia. Ini sangat penting untuk mendukung pembangunan SDM di Indonesia,” tutupnya.


“Salah satu program pasca sarjana adalah ekonomi dan masa depan digital, jurusan ini sejalan dengan visi KEK Singhasari sebagai kawasan ekonomi khusus digital di Indonesia. Kami bangga bisa menjadi bagian dari KCL sejak awal,” pungkasnya.@_Adm

 
 
 
Blog: Blog
bottom of page