top of page
Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square

Koordinatberita.com | Surabaya - 5 personil dari Titik Jazz tunjukan bakat kreatifnya di acara Surabaya Pahlawan Jazz yang di selenggarakan oleh BNI Bank tepatnya Ciputra World.


Jazz di kota Pahlawan tidak hanya hidup di kalangan musisi-musisi senior dan profesional. Para pelajar juga tu rut memainkan. Salah satunya Bukak Titik Jazz. Band yang terbentuk sejak lima bulan lalu itu terdiri atas lima personel dengan


status pelajar SMP-SMA. Salah satu prestasi yang pernah diraih adalah Juara 1 lomba band di Jazz Traffic Surabaya 2025


"Untuk perjalanan awal, kami bersyukur bisa dapat Juara 1 Lamba Band di Jazz Traffic Surabaya. Waktu itu kami bawakan lagu Fly Me To The Moon dan On The Sunny Side of The Street ungkap Guitaris Bukak Titik Jazz Queen omar Guitaris kemarin (19/11).


Mereka sangat kreatif dan inovatif dalam mainkan jarinya di stang guitar jazznya karena seluruh personel adalah pencinta genre tersebut.@_Oirul

 
 
 

Dikasus penipuan investasi tambang sebesar Rp147 miliar ini, pihak media Koordinatberita.com berupaya untuk konfirmasi ke pihak Kasintel Kejari Tanjung Perak, I Made Agus Mahendra Iswara belum mendapat tanggapan resmi. Hingga, sampai berita ini di naikan.
Dikasus penipuan investasi tambang sebesar Rp147 miliar ini, pihak media Koordinatberita.com berupaya untuk konfirmasi ke pihak Kasintel Kejari Tanjung Perak, I Made Agus Mahendra Iswara belum mendapat tanggapan resmi. Hingga, sampai berita ini di naikan.

KOORDINATBERITA.COM | Surabaya - Dapat Jaminan Rp250 juta, Kejari Tanjung Perak Tidak Menahan Tersangka Hermanto Oerip di Kasus Penipuan Tambang Rp147 Miliar Telah dilaksanakan tahap 2 dari Penyidik Kasus penipuan investasi tambang senilai Rp147 miliar dengan tersangka Hermanto Oerip.


Kontroversial. Pasalnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak Surabaya memutuskan tidak melakukan penahan terhadap tersangka Hermanto setelah menerima pelimpahan tahap dua dari penyidik Polrestabes Surabaya pada Selasa, 11 November 2025.


Menurut sumber yang di dapat Koordinatberita.com, bahwa  Hermanto sebagai tersangka, bisa tidak dilakukan penahan bila mana tersangka membayar uang jaminan sebesar Rp250 juta.


"Dan jaminan itu diberikan oleh tersangka Hermanto dikasus penipuan investasi," kata simber yang tidak mau disebutkan indentitasnya.


Dikasus penipuan investasi tambang sebesar Rp147 miliar ini, pihak media Koordinatberita.com berupaya untuk konfirmasi ke pihak Kasintel Kejari Tanjung Perak, I Made Agus Mahendra Iswara belum mendapat tanggapan resmi. Hingga, sampai berita ini di naikan.@_Oirul

 
 
 

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Hikmah Bafaqih yang hadir bersama Plt. Kabid PK BPBD Jatim Dadang Iqwandy dalam acara ini menegaskan, pelaksanaan SPAB di tiga pondok pesantren ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para santri, ustadz dan ustadzah agar bisa lebih awaraness terhadap bencana.
Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Hikmah Bafaqih yang hadir bersama Plt. Kabid PK BPBD Jatim Dadang Iqwandy dalam acara ini menegaskan, pelaksanaan SPAB di tiga pondok pesantren ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para santri, ustadz dan ustadzah agar bisa lebih awaraness terhadap bencana.

KOORDINATBERITA.COM | Surabaya - Sebagai aksi nyata upaya perwujudan Pesantren Tangguh Bencana (Pestana) di Jatim, dalam sepekan ini, Selasa-Sabtu (11-15/11/2025), BPBD Jatim menggelar peningkatan kapasitas kebencanaan di tiga pondok pesantren di Kabupaten Malang.


Kegiatan bertajuk Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) ini dilangsungkan secara maraton di Ponpes An-Nur 3 Bululawang, Ponpes Salafiyah Shirothul Fuqoha' Gondanglegi dan Pendidikan Ponpes Islam (PPPI) Al-Hikmah Tumpang, Kab. Malang.


Selain pengenalan potensi bencana dan strategi penanganannya, pelatihan yang digelar sebagai tindaklanjut lahirnya Keputusan Gubernur Jatim tentang Tim Pesantren Tangguh Bencana (Pestana) Prov. Jatim ini juga ditandai dengan simulasi evakuasi bencana gempa bumi dan pemadaman kebakaran. 


Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Hikmah Bafaqih yang hadir bersama Plt. Kabid PK BPBD Jatim Dadang Iqwandy dalam acara ini menegaskan, pelaksanaan SPAB di tiga pondok pesantren ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para santri, ustadz dan ustadzah agar bisa lebih awaraness terhadap bencana.


Konsepnya, ditekankan pada disaster risk reduction atau pengurangan risiko bencana. "Kita tidak ingin lagi ada bencana di pesantren. Karenanya, pola pikir dan pola tindak kita harus sesuai dengan ketangguhan bencana," tegasnya.


Plt. Kabid PK BPBD Jatim yang juga selaku Koordinator Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Tim Pestana Jatim Dadang Iqwandy menambahkan, ada tiga pilar utama yang ditekankan dalam kegiatan SPAB ini. Yakni, fasilitas pendidikan aman bencana, managemen penanggulangan bencana dan pendidikan pengurangan risiko bencana.


"Selain itu, juga dilakukan assessment terhadap bangunan yang ada di lingkungan pondok pesantren. Harapannya, agar bisa diidentifikasi lebih awal hal-hal yang dimungkinkan berisiko menimbulkan bencana," harapnya.


Ia juga mengungkapkan, berdasar data Kemenag Jatim, jumlah pondok pesantren di Jatim sebanyak 7.347 unit, dengan santri sekitar 297.506 orang.


Dengan jumlah pondok sebanyak itu, maka perlu dukungan dari berbagai pihak agar target capaian Pestana ke depan bisa lebih cepat.


Pengasuh Ponpes An-Nur 3 Bululawang, Gus Taufiqurrahman, mengaku sangat berterima kasih dengan adanya pelatihan SPAB di pondoknya.


Sebab, dengan kegiatan ini, para santri dan ustadz maupun ustadzah bisa memahami upaya kesiapsiagaan terhadap bencana. Utamanya, banjir dan angin kencang yang biasa terjadi di sekitar pesantren.


"Kami menyampaikan terimakasih kepada BPBD Jatim, Bu Hikmah selaku anggota DPRD Jatim dan para fasilitator yang telah melatih para santri. Kami yakin, pengetahuan ini sangat bermanfaat dalam mendukung upaya kesiapsiagaan di lingkungan pesantren kami, " ujarnya.


Syahrul Mubarok, salah satu santri yang terpilih sebagai Ketua Tim Siaga Bencana Sekolah (TSBS) juga mengaku senang dengan pelatihan yang diterima.


"Dengan edukasi yang diberikan kepada para santri, akhirnya kami tahu dan lebih siaga terhadap bencana," ujarnya.


Sementara, hadir juga dalam kesempatan ini, Tim BPBD Kabupaten Malang, relawan SRPB Jatim selaku fasilitator dan tim Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana (Mosipena) BPBD Jatim.@_Adm

 
 
 
Blog: Blog
bottom of page