top of page
Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko mengatakan, sampai dengan saat ini, kasus yang membuat dua aset rumah kos milik korban berpindah tangan itu belum menemui titik terang.
Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko mengatakan, sampai dengan saat ini, kasus yang membuat dua aset rumah kos milik korban berpindah tangan itu belum menemui titik terang.

KOORDINATBERITA.COM | Surabaya –Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya meminta Polrestabes Surabaya dan Satgas Mafia Tanah 

mengungkap kasus dugaan penipuan aset. Kasus itu menimpa Maria Lucia Setyowati, warga Tenggilis, Surabaya.


Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko mengatakan, sampai dengan saat ini, kasus yang membuat dua aset rumah kos milik korban berpindah tangan itu belum menemui titik terang.


”Kasus ini belum bisa kami dorong lebih jauh karena tersangkanya masih berstatus DPO. Tri Ratna Dewi sampai sekarang belum tertangkap, sehingga prosesnya mandek,” kata Yona Bagus Widyatmoko seperti dilansir dari Antara usai menerima keluhan Maria Lucia yang mendatangi kantor DPRD Surabaya.


Dia menuturkan, Komisi A mendorong Polrestabes Surabaya agar lebih serius dan cepat menangkap DPO agar kasus tersebut segera mendapatkan kejelasan hukum. ”Saya yakin polisi terus mencari, tetapi Komisi A tetap mendorong agar penangkapan ini dipercepat supaya kasusnya tidak berlarut-larut,” tegas Yona.


Selain itu, Yona juga menyarankan Maria untuk melapor ke Satgas Mafia Tanah agar peluang pengembalian aset semakin besar.


”Saya sarankan Bu Maria melapor juga ke Satgas Mafia Tanah. Semua jalur harus ditempuh agar keadilan bisa terwujud dan asetnya kembali,” tutur Yona Bagus Widyatmoko.


Sementara itu, Maria menjelaskan terkait permasalahan dua aset miliknya yang diduga berpindah tangan berlokasi di Jalan Tenggilis Lama dan Jalan Tenggilis Permai Surabaya. Tri Ratna Dewi diduga melakukan aksinya bekerja sama dengan pegawai Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).


Maria menuturkan, peristiwa penipuan bermula pada 2017 saat Tri mengajaknya membuka usaha cuci pakaian di rumah kosnya di Jalan Tenggilis Permai. Awalnya usaha berjalan lancar dengan dua karyawan, hingga Tri membuka rekening bank atas nama Maria untuk mengelola keuangan usaha. Namun, Maria mengaku tidak pernah mengetahui hasil bisnis tersebut.


Permasalahan semakin berkembang ketika Tri menanyakan dokumen kepemilikan rumah kos. Maria menjelaskan bangunan tersebut hanya memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM) dan belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) karena dilalui saluran listrik tegangan tinggi.


Tak hanya itu, Tri juga mengetahui Maria memiliki rumah kos lain di Jalan Tenggilis Lama. Dia kemudian mengusulkan agar bangunan tersebut dipecah menjadi tiga ruko.


”Yang di Tenggilis Lama awalnya rumah kos ukuran 9x14. Ide memecah menjadi tiga ruko juga dari Tri,” ungkap Maria.


Tri kemudian merenovasi bangunan tersebut dengan mengajukan pinjaman bank atas nama Maria. Jaminannya bahkan menggunakan Surat Keputusan (SK) pensiun Maria sebagai apoteker di Fakultas Farmasi Universitas Airlangga.


”Saya telah melaporkan Tri Ratna Dewi dan Permadi ke Polrestabes Surabaya pada Juli 2022 atas dugaan penipuan. Namun hingga Januari 2026, Tri masih berstatus DPO,” ujar Maria.@_Network

 
 
 
Inovasi pengelolaan sampah menjadi energi listrik di Surabaya menjadi percontohan nasional. Tak sedikit pejabat pusat yang mondar mandir datang untuk melihat bagaimana teknologi di PLTSa Benowo bekerja. 
Inovasi pengelolaan sampah menjadi energi listrik di Surabaya menjadi percontohan nasional. Tak sedikit pejabat pusat yang mondar mandir datang untuk melihat bagaimana teknologi di PLTSa Benowo bekerja. 

KOORDINATBERITA.COM | Surabaya –Sampah menjadi persoalan klasik yang dihadapi kota-kota metropolis. Denyut aktivitas warga dari dapur rumah tangga, pasar, hingga pusat perbelanjaan, melahirkan ribuan ton sampah setiap hari.


"Sementara sampah non organik diolah menggunakan teknologi termokimia atau gasifikasi power plan. Teknologi ini menghasilkan listrik 9 MW setiap harinya," sambung dia. 


Pengelolaan Sampah di PLTSa Benowo Tuai Pujian Pemerintah Pusat


Tak dipungkiri, inovasi pengelolaan sampah menjadi energi listrik di Surabaya menjadi percontohan nasional. Tak sedikit pejabat pusat yang mondar mandir datang untuk melihat bagaimana teknologi di PLTSa Benowo bekerja. 


Pada Maret 2025 lalu, Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno melakukan kunjungan kerja ke PLTSa Benowo. Dia melihat langsung bagaimana sampah itu diurai menjadi energi terbarukan di Kota Pahlawan. 


"Kita tahu permasalahan sampah hampir terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Apabila tidak terkelola dengan baik, akan berakhir menjadi sampah di bantaran sungai dan lainnya," tutur Eddy, Kamis (20/3). 


Dia menilai pengolahan sampah di PLTSa Benowo, yang mengubah sampah menjadi listrik, sangat bermanfaat dalam mengurangi volume sampah secara drastis, tanpa menghasilkan limbah tambahan. 


"Saya sudah melihat beberapa pengolahan sampah, baik di dalam maupun di luar negeri. Terobosan ini patut diacungi jempol karena bisa menjadi model pengelolaan sampah di kota-kota besar lainnya," imbuh dia mengacungkan jempol. 


Pujian senada disampaikan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol. Tak tanggung-tanggung, dia memuji kolaborasi Pemkot Surabaya dan PLN yang pengelolaan sampahnya selangkah lebih maju dari daerah-daerah lain di Indonesia. 


“Surabaya sudah demikian maju dalam pengelolaan sampah. Kami akan adopsi, kami replikasikan untuk sungai-sungai di Jakarta dan kota-kota besar lainnya. Skill up sampai ke ujungnya," ucap Hanif. 


Virtual Journey to Green Power, Membuka Akses Publik tentang Energi Terbarukan


PLTSa Benowo kini menjadi etalase transisi energi masa depan. Dari lokasi ini, publik dapat melihat bahwa sampah tidak selalu berakhir sebagai persoalan, tetapi justru bisa menjadi bagian dari solusi energi bersih. 


Untuk memperluas pemahaman publik terhadap energi baru terbarukan, PLN UID Jawa Timur menghadirkan program Virtual Journey to Green Power. 


Masyarakat tak lagi harus datang langsung ke lokasi PLTSa untuk mengetahui bagaimana sampah kota diolah menjadi energi listrik. Melalui teknologi virtual reality, proses tersebut dapat disaksikan secara nyata. 


General Manager PLN UID Jawa Timur Ahmad Mustaqir mengatakan, program Virtual Journey to Green Power adalah bagian dari komitmen PLN mendorong pengembangan energi baru terbarukan (EBT) yang lebih bersih dan berkelanjutan. 


"Kenapa kita mengajak teman-teman media? Karena berharap pemberitaan tentang pengembangan EBT itu semakin masif. Kami mengajak pers untuk bisa menyaksikan secara virtual bagaimana pembangkit listrik EBT itu beroperasi," tutur dia. 


“Teman-teman bisa melihat secara real, meskipun melalui virtual. Kita bisa tahu kapasitas pembangkitnya, bagaimana mereka berproduksi, termasuk di PLTSa Benowo, bagaimana sampah diolah menjadi energi listrik,” imbuh Mustaqir. 


Transformasi digital juga diterapkan PLN dalam pengawasan dan pengoperasian sistem kelistrikan. Ahmad menjelaskan, PLN UID Jawa Timur memiliki unit pengatur distribusi yang mampu memonitor seluruh gardu induk di Jawa Timur secara terintegrasi. 


“Dari ruangan pengendali, kita bisa memantau aktivitas pemeliharaan dan pengoperasian, termasuk peralatan di jaringan tegangan menengah 20 kilovolt. Jika terjadi gangguan, kita bisa merespons dengan cepat melalui teknologi digital,” terang dia. 


Saat ini, total daya mampu pembangkit listrik di Jawa Timur mencapai 10.586 megawatt (MW). Dari jumlah tersebut, kontribusi energi baru terbarukan masih sekitar 293 MW atau sekitar 3,5 persen. 


Melalui Virtual Journey to Green Power, proses pengolahan sampah menjadi energi listrik tidak lagi menjadi sesuatu yang jauh dari jangkauan publik. Dari tumpukan sampah kota, Surabaya menyalakan listrik masa depan. 


“PLTSa Benowo sering menjadi tempat benchmark dari provinsi-provinsi lain. Dari awal beroperasi hingga sekarang, pembangkit ini masih berjalan dengan normal dan relatif optimal, dibandingkan beberapa PLTSa di daerah lain,” tukas Mustaqir. 


Dengan teknologi digital, operasional PLTSa Benowo yang mengubah sampah menjadi energi terbarukan dapat disaksikan, dipahami, serta diharapkan mampu menginspirasi kota-kota lain untuk mengelola sampah secara lebih berkelanjutan.@_Network

 
 
 
Kapolrestabes menjelaskan, dalam bazar nanti, kendaraan akan ditata dalam beberapa blok sesuai dengan hasil identifikasi jenis dan kepemilikan. “Di depan itu kami bikin blok A itu isinya kendaraan apa saja,” katanya.
Kapolrestabes menjelaskan, dalam bazar nanti, kendaraan akan ditata dalam beberapa blok sesuai dengan hasil identifikasi jenis dan kepemilikan. “Di depan itu kami bikin blok A itu isinya kendaraan apa saja,” katanya.

KOORDINATBERITA.COM | Surabaya - Polrestabes Surabaya akan mengembalikan sekitar 800 unit kendaraan bermotor hasil pengungkapan kasus pencurian motor (curanmor) kepada para pemiliknya, melalui kegiatan “Bazar Ranmor”.


Nantinya, Bazar Ranmor itu akan dilaksanakan dalam dua sesi, yakni sesi pertama pada 21-23 Januari, dan sesi dua pada 26-30 Januari mendatang. Lokasinya di Polrestabes Surabaya.


Ia memastikan bahwa ratusan motor tersebut akan dikembalikan secara gratis kepada masyarakat yang merasa menjadi korban.


“Ini nanti rencananya kami akan bikin bazar. Kami akan kembalikan ke pemiliknya. Dia tinggal membawa dokumen kepemilikan,” kata Kombes Luthfie seperti dikutip dari instagram @surabayapolice1.official.


Pemilik kendaraan bisa datang langsung ke Mapolrestabes Surabaya tanpa melalui calo. Bawa bukti pendukung BPKB, STNK, atau Lembar Tilang.


Adapun masyarakat yang merasa kehilangan kendaraannya dan akan datang ke bazar, bisa mengecek link berikut: data barang bukti motor curian.


Kapolrestabes menjelaskan, dalam bazar nanti, kendaraan akan ditata dalam beberapa blok sesuai dengan hasil identifikasi jenis dan kepemilikan. “Di depan itu kami bikin blok A itu isinya kendaraan apa saja,” katanya.


Ia mengungkapkan, mayoritas kendaraan yang diamankan sudah tidak menggunakan nomor polisi asli karena telah diganti oleh pelaku.


“Kebanyakan memang non-nomor polisinya itu kan sudah diganti ya. Ganti. Jadi memang kami buka lagi dari nomor angka nomor mesin seperti ini. Akhirnya muncul nih nama pemilik,” jelasnya.


Bahkan dari hasil penelusuran nomor rangka dan nomor mesin, polisi menemukan bahwa pemilik kendaraan tidak hanya berasal dari Surabaya. Salah satunya ada yang berasal dari Banten.


Karenanya, sistem bazar dipilih agar masyarakat lebih mudah menemukan kendaraannya. Apalagi, menurutnya banyak korban yang tidak hafal nomor polisi motornya.


“Kan orang itu enggak selalu ingat nih, motor saya nomornya berapa. Enggak ingat kan. Jadi kami akan langsung umumkan nanti berikut dengan nama pemilik,” ujar Luthfie.


Pada kesempatan itu, Kapolrestabes Surabaya juga menegaskan komitmen jajarannya untuk terus memerangi kejahatan curanmor. “Ya, pokoknya pelaku curanmor melawan nih. Ajar udah,” tandasnya.@_Red

 
 
 
Blog: Blog
bottom of page