top of page
Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
Secara rinci, para pejabat Pemprov Jatim yang turut menikmati uang/fee/ijon hibah pokir DPRD Jatim yang disebut dalam BAP Kusnadi yakni, “Satu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Wagub Jatim mendapat sampai 30 persen dari pengajuan hibah pokir,” beber JPU KPK.
Secara rinci, para pejabat Pemprov Jatim yang turut menikmati uang/fee/ijon hibah pokir DPRD Jatim yang disebut dalam BAP Kusnadi yakni, “Satu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Wagub Jatim mendapat sampai 30 persen dari pengajuan hibah pokir,” beber JPU KPK.

KOORDINATBERITA.COM | Surabaya – Makin terkuak! Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Wagub, Sekdaprov, hingga Kepala OPD Pemprov Jatim disebut turut menikmati uang/fee/ijon hibah pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD Jatim tahun anggaran 2019-2024.


Hal itu terpapar dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) eks Ketua DPRD Jatim, Kusnadi yang dibuka Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada sidang perkara korupsi hibah pokir di Pengadilan Tipikor Surabaya, Jalan Raya Juanda Sidoarjo, Senin (2/2/2026).


Sidang mengadili Hasanuddin, Jodi Pradana Putra, Sukar, dan Wawan Kristiawan. Keempatnya didakwa menyuap lewat ijon fee Kusnadi yang belum sempat diadili lantaran meninggal dunia dengan status tersangka akibat penyakit kanker.



Secara rinci, para pejabat Pemprov Jatim yang turut menikmati uang/fee/ijon hibah pokir DPRD Jatim yang disebut dalam BAP Kusnadi yakni, “Satu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Wagub Jatim mendapat sampai 30 persen dari pengajuan hibah pokir,” beber JPU KPK.


Dua, Sekdaprov mulai dari Pelaksana Harian (Plh) Heru Tjahjono, Pelaksana Tugas (Plt) Wahid Wahyudi, hingga Sekda definitif Adhy Karyono (lalu menjadi Pj Gubernur Jatim) menerima 5-10%.

BAP KUSNADI: Gubernur Khofifah hingga Kepala OPD Pemprov Jatim disebut ikut nikmati hibah pokir. | Sumber: JPU KPK


Tiga, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jatim, Mohammad Yasin mendapat 3-5%. Empat, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bobby Soemiarsono menerima 3-5%. Lima, semua Kepala OPD Jatim mendapat 3-5%.


“Saya (Kusnadi) dapat pertanggungjawabkan secara hukum, bahwa mereka semua menerima dan diketahui semua anggota DPRD Jatim,” papar JPU KPK.


Sedangkan terkait penerimaan dana hibah pokir dalam APBD/APBDP, pada tahun anggaran 2020 sebesar Rp 2,822 triliun (18,2%), tahun anggaran 2021 sebesar Rp 1,993 triliun (11,6%), tahun anggaran  2022 sebesar Rp 2,136 triliun (11,7%), dan tahun anggaran 2023 sebesar Rp 1,416 triliun.


Besaran persentase dana hibah pokir tidak ditentukan batasannya, namun juga harus disesuaikan dengan kepantasan setelah belanja wajib (pendidikan 20%, kesehatan 10%) terpenuhi dari total APBD.

PERNAH 18,2 PERSEN: Penerimaan dana hibah pokir dalam APBD/APBDP tahun anggaran 2020-2023. | Sumber: JPU KPK


Namun demikian, berdasarkan hasil evaluasi Ditjen Bina Pembangunan Daerah (Bangda) Kemendagri terhadap evaluasi 2021, disarankan proporsi maksimal belanja hibah pokir setinggi-tingginya 10 persen dari Pendapatan Asli daerah (PAD).


Dasar hukum saran besaran dana hibah pokir 10% ini adalah surat Mendagri Nomor 050/2919/Bangda tanggal 29 Juni 2021 tentang hasil fasilitasi Rancangan Pergub tentang RKPD Jatim 2022.


“Memang ada aturan dan pemerintah dari Mendagri Tito Karnavian yang memanggil kami menyampaikan tidak boleh pokir itu melebihi 10 persen dari PAD," ujar JPU KPK.


Kami yang dimaksud, yakni Kusnadi saat itu Ketua DPRD Jatim didampingi dua wakil ketua, yakni Anik Maslachah dan Sahat Tua Simanjuntak, ketua perwakilan fraksi Sri Untari Bisowarno dari Fraksi PDIP, dan Plh 

Sekdaprov Haru Tjahjono.@_Oirul

 
 
 
Berdasar catatan papan tulis tersebut, menunjukkan pantauan progres pengajuan berkas hibah pokok-pokok pikiran (pokir) tahun 2021 yang dilakukan oleh 11 koordinator lapangan atau korlap. 
Berdasar catatan papan tulis tersebut, menunjukkan pantauan progres pengajuan berkas hibah pokok-pokok pikiran (pokir) tahun 2021 yang dilakukan oleh 11 koordinator lapangan atau korlap. 

KOORDINABERITA.COM | Surabaya - Sebuah catatan papan tulis yang menempel di dinding rumah Nugroho mantan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) staf Kusnadi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Timur (DPRD Jatim) periode 2019-2024, dibongkar lagi. Duh ngeri!


Berdasar catatan papan tulis tersebut, menunjukkan pantauan progres pengajuan berkas hibah pokok-pokok pikiran (pokir) tahun 2021 yang dilakukan oleh 11 koordinator lapangan atau korlap. 


Progres pengajuan berkas terbagi dalam empat kolom utama, yaitu jumlah berkas yang masuk, data yang di-upload di SIPD (Sistem Informasi Pemerintahan Daerah), status ajukan, dan verifikasi.


Adapun nama-nama korlap tercatat dalam papan tulis ada Hasan, Fujika, Nugroho, Jody, Puguh, Sukur/Sofan, Ari, Tri Hehek, Imam, Sodiq, dan Rico. 


Karena stroke, Nugroho alias Fitriyadi Nugroho saat dikonfirmasi Terdakwa Jodi Pradana Putra pun mengaku banyak yang lupa soal hibah pokir Kusnadi. Termasuk, catatan yang dibacakan saat persidangan. 


“Setelah sakit saya lupa,” kata Nugroho, Kamis (29/1/2026) malam, di Ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya.


Pun demikian, Gozi alias Mochammad Riza Ghozali menantu Fitriyadi Nugroho honorer yang ikut bekerja dibayar sekretariat DPRD Jatim juga berdalih tidak tau nama-nama yang disebut Terdakwa Jodi. “Saya tidak tahu,” dalihnya.


Sementara, sumber yang ada setelah sidang menyebut, jatah hibah pokir 1 titik kurang lebih nilainya Rp200 juta.


"1 titik nilainya Rp200 jutaan. Kalau 11 ya Rp2 miliar," pungkas narasumber. 


Sebelumnya, jatah nama-nama pokir Kusnadi yang beredar, antara lain: 


• Hasanuddin Rp20 miliar

• Mahud Bangkalan Rp20 miliar

• Agus Yuda Rp10 miliar

• Fujika alias Fujika Senna Oktavia Rp10 miliar

• Nugroho alais Fitriyadi Nugroho Rp10 miliar

• Puguh Rp10 miliar

• Imam BK Rp10 miliar

• Haji Nur Sampang Rp7,5 miliar

• Tri Hehex Rp5 miliar

• Saiful Sampang Rp5 miliar

• Jody alias Jodi Pradana Putra Rp5 miliar

• A alias ASB Wartawan Rp3 miliar

• Tape Blitar alias Ryan Bayu Rp3 miliar

• Wabup Bondowoso Rp2 miliar


Catatan tersebut tak lain tentang jatah hibah pokir Kusnadi DPRD Jatim.@_Oirul

 
 
 
Insiden yang terjadi sekitar pukul 04.00 WIB tersebut berlangsung saat kapal sedang proses bongkar muat.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 04.00 WIB tersebut berlangsung saat kapal sedang proses bongkar muat.

KOORDINATBERITA.COM | Surabaya -  Sebuah kapal kargo Pacific 88 yang sedang sandar di dermaga Jamrud Selatan Pelabuhan Tanjung Perak mengalami insiden miring hingga kontainer berjatuhan di laut dermaga Jamrud Selatan Pelabuhan 

Tanjung Perak Surabaya, Senin (2/2/2026).


Insiden yang terjadi sekitar pukul 04.00 WIB tersebut berlangsung saat kapal sedang proses bongkar muat.


Karlindasari, Senior Manager Hukum dan Humas PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 3, mengakui adanya insiden kapal miring tersebut. 


Kronologi Kejadian dan Evakuasi Korban


"Dan kami telah melakukan proses evakuasi kapal Pacific 88 yang sandar di Dermaga 

Jamrud Selatan Pelabuhan Tanjung Perak dengan mengamankan area, menghentikan sementara aktivitas di lokasi terdampak, serta melakukan koordinasi intensif dengan KSOP, Basarnas, Polairud, dan unsur terkait lainnya guna memastikan keselamatan personel dan penanganan insiden berjalan optimal," ungkap Karlindasari, Selasa (3/2/2026).


Dalam peristiwa tersebut, juga dilaporkan satu Anak Buah Kapal (ABK) hilang dan diprediksi ikut tercebur ke laut.


Dari hasil pencarian, yang dilakukan Tim SAR Kelas A Surabaya, sekitar pukul 16.00 WIB, ABK yang kemudian diketahui bernama Kasbi, 68 tahun, telah ditemukan dalam kondisi ABK meninggal dunia.


Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya Nanang Sigit selaku SAR Mission Coordinator (SMC) menjelaskan korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di lokasi yang berjarak sekitar satu mil laut dari titik awal kejadian.


"Korban ditemukan oleh tim SAR gabungan sekitar satu mil laut dari lokasi kejadian dan sudah dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Nanang.


Proses evakuasi jenazah berlangsung lancar. 

Setelah berhasil dievakuasi ke darat, jenazah korban langsung dibawa ke RS PHC Surabaya untuk penanganan lebih lanjut oleh petugas berwenang.


Sementara untuk jumlah petikemas yang terjauh ke laut mencapai 30 box.


Dan sedang proses evakuasi agar tidak menghambat kegiatan sandar dan labuh kapal serta bongkar muat di dermaga Jamrud Selatan.@_Oirul

 
 
 
Blog: Blog
bottom of page