top of page
Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square

Dalam dakwaan jaksa sebelumnya, para korporasi itu diminta membayar uang pengganti Rp 11,8 triliun. Rinciannya, hasil keuntungan tidak sah sebesar Rp 1,6 triliun, kerugian keuangan negara Rp 1,6 triliun, dan kerugian sektor usaha dan rumah tangga Rp 8,5 triliun.
Dalam dakwaan jaksa sebelumnya, para korporasi itu diminta membayar uang pengganti Rp 11,8 triliun. Rinciannya, hasil keuntungan tidak sah sebesar Rp 1,6 triliun, kerugian keuangan negara Rp 1,6 triliun, dan kerugian sektor usaha dan rumah tangga Rp 8,5 triliun.

KOORDIANATBERITA.COM | Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita uang Rp 11,8 triliun dari korporasi Wilmar Group dalam kasus tindak pidana korupsi pemberian fasilitas ekspor CPO dan turunannya di industri, kelapa sawit pada 2022. Kasus tersebut saat ini masih dalam tahap kasasi karena dalam putusan sebelumnya majelis hakim memutus ontslag atau lepas para terdakwa.


Para terdakwa itu meliputi PT Multimas Nabati Asahan, PT Multimas Nabati Sulawesi, PT Sinar Alam Permai, PT Wilmar Bionergi Indonesia dan PT Wilmar Nabati Indonesia. Kelima terdakwa tersebut tergabung dalam Wilmar Group. "Penyitaan itu dilakukan untuk pemeriksaan tingkat kasasi," ujar Direktur Penuntutan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Sutikno dalam konferensi pers pada Selasa, 17 Juni 2025. D


Kejaksaan mamerkan sebagian uang hasil sitaan senilai Rp 2 triliun dalam pecahan Rp 100 ribu. Per pengepakan sejumlah Rp 1 miliar.


Dalam dakwaan jaksa sebelumnya, para korporasi itu diminta membayar uang pengganti Rp 11,8 triliun. Rinciannya, hasil keuntungan tidak sah sebesar Rp 1,6 triliun, kerugian keuangan negara Rp 1,6 triliun, dan kerugian sektor usaha dan rumah tangga Rp 8,5 triliun.


Sutikno mengatakan, penyitaan itu dilakukan berdasarkan izin ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Ia menyebut para terdakwa dalam kasus ekspor CPO itu telah melanggar Pasal 2 Ayat (1) dan Pasal 3 Juncto Pasal 18 Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHPidana.@_Network

 
 
 

Hei Lae, ada ditetapkan itu Lae selaku ketua majelisnya. Anggotanya Mangapul dengan Heru, sesuai dengan saran si Lisa," kata Erin menirukan ucapan Rudi di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Jumat (13/6/2025).
Hei Lae, ada ditetapkan itu Lae selaku ketua majelisnya. Anggotanya Mangapul dengan Heru, sesuai dengan saran si Lisa," kata Erin menirukan ucapan Rudi di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Jumat (13/6/2025).

Koordinatberita.com | Jakarta - Eks Ketua Pengadilan Negeri (PN) Surabaya Rudi Suparmono disebut berkali-kali meminta agar ikut mendapatkan jatah pembagian suap terkait pengurusan vonis bebas pelaku pembunuhan Gregorius Ronald Tannur.


Permintaan itu diajukan Rudi ke Erintuah Damanik, salah satu dari tiga hakim PN Surabaya yang mengadili perkara Ronald Tannur dan dinyatakan terbukti bersalah menerima suap.


Menurut Erin, setelah susunan majelis hakim perkara Ronald Tannur ditetapkan, Rudi menyampaikan formasi hakim yang ditunjuk sesuai permintaan pengacara terdakwa, Lisa Rachmat.


"Hei Lae, ada ditetapkan itu Lae selaku ketua majelisnya. Anggotanya Mangapul dengan Heru, sesuai dengan saran si Lisa," kata Erin menirukan ucapan Rudi di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Jumat (13/6/2025).


Menurut Erin, kalimat itu diucapkan Rudi pada 5 Maret 2024, tepat satu hari setelah Lisa Rachmat menemuinya di lantai lima gedung PN Surabaya.


"Terus kemudian Pak Ketua bilang, Lae jangan lupakan saya, itu saja," ujar Erin.


Mendengar ini, Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Iwan Irawan, mendalami apa maksud kalimat Rudi yang meminta dirinya tidak dilupakan.


Erin mengaku tidak mengetahui betul maksud pernyataan Rudi.


Namun, kata dia, pernyataan itu diulang Rudi hingga tiga kali dalam kesempatan lain.


Ketika Rudi dilantik menjadi Ketua PN Jakarta Pusat, beberapa hakim Surabaya turut datang menyampaikan hormat.


Pada kesempatan itu, ia kembali bertemu Rudi.


"Terus Pak Rudi bilang, jangan lupakan saya, dan itu diucapkannya sampai tiga kali," kata Erin.


Tidak hanya pada acara di lingkungan pengadilan, Rudi juga menyampaikan pesan itu pada acara pernikahan mantan Wakil Ketua PN Surabaya.


"Itu juga beliau mengatakan, jangan lupakan saya," ujar Erin.


Berulangkali mendengar permintaan itu, Erin kemudian mengalokasikan sebagian uang suap dari Lisa sebesar 20.000 dollar Singapura untuk Rudi.


Setelah menerima uang suap dari Lisa, ia mengumpulkan Heru dan Mangapul di ruang kerja.


Pada pertemuan itu, ia menjelaskan peringatan yang diulang-ulang Rudi.


"Pada saat pembagian saya bilang, Pak Ketua ada tiga kali ngomong, 'jangan lupakan saya, tolong disisihkan, akhirnya kita sisihkan lah uang di situ, 20 ribu dollar Singapura untuk Pak Ketua, 10 ribu dollar Singapura untuk PP (panitera pengganti)," kata Erin.


Namun, setelah Ronald Tannur divonis bebas, kasus itu menjadi sorotan publik.


Kondisi itu membuat Erin menunda penyerahan jatah untuk Rudi hingga akhirnya ia ditangkap penyidik Kejaksaan Agung.


Sementara itu, Rudi mengaku keberatan. la mengeklaim kalimat "jangan lupakan saya" disampaikan karena akan pindah tugas menjadi Ketua PN Jakarta Pusat.


"Tapi kalau beliau menafsirkan untuk sesuatu, itu di luar pemahaman saya," ujar Rudi.


Dalam perkara ini, Rudi didakwa menerima suap sebesar 43.000 dollar Singapura dari Lisa Rachmat karena telah menunjuk susunan majelis


hakim sesuai permintaan. Selain suap, Rudi juga didakwa menerima gratifikasi sebesar Rp 21.963.626.339,8.


Uang itu ditemukan penyidik saat menggeledah rumahnya di Cempaka Putih, Jakarta Pusat.@_Network

 
 
 

Total jemaah haji dari Kloter 1 dan 2 sebanyak 780 orang, masing-masing 380 jemaah. Setelah pesawat mendarat, jemaah diarahkan menuju garbarata dan tangga manual.
Total jemaah haji dari Kloter 1 dan 2 sebanyak 780 orang, masing-masing 380 jemaah. Setelah pesawat mendarat, jemaah diarahkan menuju garbarata dan tangga manual.

KOORDINATBERITA.COM | Surabaya - Kloter 1 dan 2 jemaah haji Debarkasi Surabaya akhirnya tiba di Tanah Air melalui Bandara Internasional Juanda Sidoarjo, Kamis (12/6/2025) siang.


Kloter 1 Debarkasi Surabaya tiba di Bandara Juanda pukul 09.50 WIB, sementara Kloter 2 menyusul pukul 11.40 WIB. Kedua kloter ini membawa jemaah haji asal Kabupaten Tulungagung.


Total jemaah haji dari Kloter 1 dan 2 sebanyak 780 orang, masing-masing 380 jemaah. Setelah pesawat mendarat, jemaah diarahkan menuju garbarata dan tangga manual.


Jemaah risiko tinggi yang menggunakan kursi roda akan diturunkan menggunakan incapacitated passenger lift (IPL)


Setelahnya, mereka menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya menggunakan bus angkutan untuk menjalani serangkaian pemeriksaan dan mengambil air zam-zam.


Sebagaimana diketahui, kasus Covid-19 belakangan menjadi kewaspadaan. Kementerian Kesehatan mencatat adanya 75 kasus Covid-19 sepanjang tahun 2025.


Varian yang menyebar di Indonesia saat ini adalah MB.1.1 dan KP.2.18.9


Walikota Surabaya Eri Cahyadi juga telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 400.7.7.1 /11560/436.7.2/2025 tentang Peningkatan Kewaspadaan dan Pencegahan Penularan Covid19 di Kota Surabaya, Jawa Timur.


Untuk itu, Sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya, Sugiyo menegaskan bahwa para jemaah yang baru tiba akan dicek suhu tubuhnya demi mencegah penyakit menular.


"Apabila ditemukan jemaah dengan suhu tubuh tinggi, jika membutuhkan penanganan lebih lanjut ada karantina di asrama haji atau dirujuk ke rumah sakit rujukan," katanya, Kamis (12/6/2025).


PPIH Debarkasi Surabaya juga menyarankan agar setiap jemaah melakukan karantina mandiri di rumah dan tidak menggelar penyambutan tamu yang mengundang banyak kerumunan.


"Kami anjurkan untuk memakai masker dan isolasi mandiri serta tidak menggelar pesta penyambutan yang mendatangkan orang banyak atau kerumunan," bebernya.


Besok, dijadwalkan tiga kloter yang dijadwalkan tiba dari Tanah Suci yakni Kloter 1 dari Tulungagung pada pukul 09.20 WIB, Kloter 2 dari Tulungagung pada pukul 11.10 WIB.


Serta, Kloter 3 dari Kota Kediri dan Tulungagung yang dijadwalkan tiba di Surabaya malam hari pada pukul 20.25 WIB.@_Network

 
 
 
Blog: Blog
bottom of page