top of page
Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square

Muttaqin Choiri, M.HI. menyoroti fenomena bullying dari perspektif ajaran Islam. Ia menyampaikan bahwa perilaku merendahkan atau menyakiti orang lain merupakan perbuatan yang bertentangan dengan nilai rahmatan lil ‘alamin.
Muttaqin Choiri, M.HI. menyoroti fenomena bullying dari perspektif ajaran Islam. Ia menyampaikan bahwa perilaku merendahkan atau menyakiti orang lain merupakan perbuatan yang bertentangan dengan nilai rahmatan lil ‘alamin.

KOORDINATBERITA.COM | Bangkalan – Pusat Studi Konsultasi Bantuan Hukum dan Syariah (PSBHS) Fakultas Keislaman Universitas Trunojoyo Madura (UTM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengedukasi masyarakat, melalui kegiatan Penyuluhan Hukum Anti Bullying dan Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan, yang dilaksanakan di SMA An-Nur Yayasan Nurul Huda, Desa Pakong, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan, Sabtu, 4/10/2025.


Dengan antusias oleh puluhan siswa dan santri, serta para guru dan pengurus yayasan. Dua pemateri utama, Miqdadul Ilmi, M.H. dan Muttaqin Choiri, M.HI., hadir memberikan penyuluhan yang sarat wawasan hukum sekaligus nilai-nilai moral Islami.


Dalam pemaparannya, Miqdadul Ilmi, M.H. menekankan pentingnya memahami bentuk-bentuk bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah dan pesantren. Ia menjelaskan bahwa bullying bukan hanya sebatas tindakan fisik, tetapi juga dapat berupa kekerasan verbal, sosial, dan digital yang berdampak pada kesehatan mental korban. “Pesantren dan sekolah harus menjadi tempat aman bagi tumbuhnya karakter dan ilmu, bukan ruang yang menumbuhkan rasa takut atau tekanan psikologis,” tegasnya.

Sementara itu, Muttaqin Choiri, M.HI. menyoroti fenomena bullying dari perspektif ajaran Islam. Ia menyampaikan bahwa perilaku merendahkan atau menyakiti orang lain merupakan perbuatan yang bertentangan dengan nilai rahmatan lil ‘alamin.


“Islam menempatkan kehormatan dan harga diri manusia pada posisi yang tinggi. Maka siapa pun yang melakukan perundungan, sejatinya sedang menyalahi ajaran agama,” ujarnya.


Pimpinan Yayasan Nurul Huda, KH. Zairosi dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada PSBHS UTM atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia berharap agar para siswa dan santri dapat mengambil pelajaran penting dari penyuluhan tersebut. “Kami sangat berterima kasih. Semoga anak-anak tidak hanya memahami apa itu bullying, tetapi juga terdorong untuk terus belajar dan menempuh pendidikan tinggi demi masa depan yang lebih baik,” ungkapnya penuh harap.


Direktur PSBHS, Dr. Adiyono, M.HI., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan program bantuan hukum yang disupport oleh Kementerian Hukum Kantor Wilayah Jawa Timur. Menurutnya, kegiatan penyuluhan semacam ini memiliki beberapa dampak penting, di antaranya:


1. Meningkatkan kesadaran hukum siswa dan tenaga pendidik tentang bahaya serta konsekuensi hukum dari tindakan bullying dan kekerasan seksual.


2. Mendorong pembentukan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan berkeadilan, sejalan dengan nilai-nilai syariah dan hukum positif.


3. Menumbuhkan budaya literasi hukum sejak dini, agar generasi muda memiliki kemampuan membedakan hak dan kewajiban, serta menghormati sesama.


4. Memperkuat peran universitas sebagai mitra strategis masyarakat dalam pencegahan kekerasan dan promosi keadilan sosial.


Antusiasme peserta tampak jelas selama sesi tanya jawab, di mana sejumlah siswa mengajukan pertanyaan kritis terkait cara menghadapi bullying di lingkungan sekolah dan pesantren. Situasi ini menunjukkan bahwa para siswa memiliki kepedulian tinggi terhadap isu sosial yang dekat dengan keseharian mereka.


Di akhir kegiatan, PSBHS UTM menegaskan komitmennya untuk terus hadir melayani, mendampingi dan menyebarkan pengetahuan hukum dan nilai-nilai kemanusiaan secara gratis kepada masyarakat kurang mampu.


“Penyuluhan ini bukan sekadar berbagi ilmu, tetapi langkah nyata untuk menanamkan kesadaran hukum dan menumbuhkan generasi yang berani berkata tidak terhadap kekerasan,” tutup Dr. Adiyono.@_ Choiri

 
 
 

Rustian menyatakan bahwa pameran ini menunjukan bahwa upaya pengurangan risiko bencana tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah saja.
Rustian menyatakan bahwa pameran ini menunjukan bahwa upaya pengurangan risiko bencana tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah saja.

KOORDINATBERITA.COM | Surabaya - Perhelatan rangkaian Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Tahun 2025 resmi dimulai di Mojokerto Raya, Jawa Timur pada Rabu (1/10). Hal ini ditandai dengan pembukaan _Disaster Management Expo_ 2025 oleh Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Rustian di Gor Seni Majapahit.


Rustian menyatakan bahwa pameran ini menunjukan bahwa upaya pengurangan risiko bencana tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah saja.


"Hal ini menjadi bukti gerakan seluruh elemen bangsa dalam hal kolaborasi inovasi teknologi dengan kearifan lokal untuk mewujudkan ketangguhan Indonesia menghadapi bencana," ujar Rustian.


Dirinya berharap pameran ini mampu menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda untuk semakin memahami dan terlibat dalam upaya PRB serta ruang kolaborasi komponen pentaheliks agar mampu memperkuat komitmen bersama dalam penanggulangan bencana.


"Saya berharap pameran ini bisa menjadi inspirasi bahwa setiap orang dengan upaya sekecil apapun, memiliki kontribusi yang sangat berharga untuk membangun ketangguhan bangsa," tutur Rustian.


Rustian juga menekankan slogan Tangguh Rek_ merupakan gaung semangat kebersamaan dalam mengadapi bencana.


"Tangguh Rek_ tidak hanya menjadi slogan saat Bulan PRB saja, tapi menjadi semangat kebersamaan dalam membangun sinergi mulai dari pusat sampai ke daerah dalam menanggulangi bencana," pungkasnya.


Di samping itu, Walikota Mojokerto Ika Puspitasari menyampaikan bahwa rangkaian Bulan PRB 2025 di _Bumi Majapahit_ ini memiliki tiga pilar utama, yaitu pameran yang menjadi bukti praktik baik penanggulangan bencana, pelayanan masyarakat melalui layanan kesehatan, administasi maupun pelatihan simulasi evakuasi serta pemainan edukasi penanggulangan bencana dengan pendekatan kreatif guna memupuk pondasi kuat ketangguhan bencana sejak dini.


Selain itu, Sekretaris BPBD Provinsi Jawa Timur Andhika Nurrahmad Sudigda mengemukakan tema Bulan PRB tahun 2025 yakni "Bencana Tidak Bisa Menunggu, Kesiapsiagaan Menjadi Hal yang Utama". Dirinya berharap kegiatan ini bukan hanya sebagai sekedar peringatan tahunan, namun menjadi titik awal kebangkitan dan menyatukan langkah seluruh pihak dalam mengedepankan kesiapsiagaan sebagai gaya hidup, mulai dari Mojokerto yang bisa diikuti oleh seluruh daerah di Indonesia.


Pembukaan pameran dilakukan secara simbolis dengan pemotongan pita bersama Anggota Komisi VIII DPR RI Sri Wulan, Walikota Mojokerto Ika Puspitasari dan Bupati Mojokerto Gus Barra.


Lebih dari 60 _booth_ yang terdiri dari tekonolgi kebencanaan, produk binaan pemulihan pascabencana dan sosialisasi edukasi bencana yang melibatkan akademisi, dunia usaha, pemerintah dan relawan dalam _Disaster Management Expo_ 2025 yang diselenggarakan pada 1 - 3 Oktober 2025.


Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Utama BNPB didampingi Walikota Mojokerto serta unsur jajaran turut meresmikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mojokerto secara simbolis dengan pemukulan gong. Pembentukan BPBD Kota Mojokerto diharapkan dapat mendorong keterlibatan seluruh unsur forkopimda di lingkungan Kota Mojokerto yang lebih responsif dalam menanggulangi bencana@_Adm

 
 
 

Didampingi Bupati Jember Muhammad Fawait dan Dandim 0824/Jember Letkol Arm Indra Andriansyah,dan kepala dinas perumahaan rakyat / kawasan permukiman dan cipta karya  I Nyoman gunadi /Gubernur Khofifah menyerahkan rumah yang telah direnovasi milik Asmawati, Sarija dan Laili Riski. Rumah yang dulu tidak layak kini sudah berubah menjadi lebih rapi, bersanitasi baik dan juga layak huni.
Didampingi Bupati Jember Muhammad Fawait dan Dandim 0824/Jember Letkol Arm Indra Andriansyah,dan kepala dinas perumahaan rakyat / kawasan permukiman dan cipta karya  I Nyoman gunadi /Gubernur Khofifah menyerahkan rumah yang telah direnovasi milik Asmawati, Sarija dan Laili Riski. Rumah yang dulu tidak layak kini sudah berubah menjadi lebih rapi, bersanitasi baik dan juga layak huni.

KOORDINATBERITA.COM | Surabaya -  Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau tiga unit rumah yang telah selesai direnovasi melalui program Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu) di Dusun Sumuran RT. 003 RW. 023 Desa Ajung Kecamatan Ajung Kabupaten Jember, Sabtu (13/9).


Didampingi Bupati Jember Muhammad Fawait dan Dandim 0824/Jember Letkol Arm Indra Andriansyah,dan kepala dinas perumahaan rakyat / kawasan permukiman dan cipta karya  I Nyoman gunadi /Gubernur Khofifah menyerahkan rumah yang telah direnovasi milik Asmawati, Sarija dan Laili Riski. Rumah yang dulu tidak layak kini sudah berubah menjadi lebih rapi, bersanitasi baik dan juga layak huni.


Dalam kunjungannya hari ini, Gubernur Khofifah memastikan kondisi rumah setelah proses renovasi harus layak huni baik dari sisi keselamatan bangunan (atap, lantai dan dinding) dan sanitasi yang memadai.


“Kita ingin memastikan melalui program Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu) yang sudah rampung proses renovasi di Kabupaten Jember bisa memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” tegasnya.


Secara khusus, Gubernur Khofifah menjelaskan program rutilahu di sini merupakan kerja sama Pemprov Jawa Timur dan Kodam V/Brawijaya yang telah memasuki tahun ke-17. Ini merupakan  wujud komitmen mewujudkan rumah tinggal layak huni bagi masyarakat Jawa Timur.


"Pelaksanaan program Rutilahu pada tahun 2025 ini  menyasar 1.900 unit rumah yang tersebar di 12 Kabupaten di Jawa Timur, salah satunya di Kabupaten Jember," terangnya.


Khofifah menyebut, di Kabupaten Jember telah dilakukan renovasi terhadap 158 unit rumah tidak layak huni tersebar di 11 Kecamatan di Kabupaten Jember. Yang mana, hingga saat ini progres pelaksanaan program Rutilahu di Kabupaten Jember telah mencapai 83,35%.


“Ada 1.900 unit rumah se Jawa Timur di 12 Kabupaten. Jember sendiri mendapat alokasi 158 unit rumah, ini tiga dari 158 yang sudah 100 persen. Kapan hari kita ke Pacitan itu juga pada proses renovasi awal. Kita kejar progresnya supaya pelaksanaan Rutilahu di Kabupaten Jember bisa segera selesai rampung 100%,” urainya.


Gubernur Khofifah menegaskan progam renovasi ini titik fokusnya adalah bagaimana pemenuhan pelayanan dasar masyarakat terutama Rumah Tidak Layak Huni menjadi Rumah Tinggal Layak Huni.


“Pemerintah terus menghadirkan hunian yang layak, sehat, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat. Bagaimana kondisi bangunannya, apakah sanitasi memadai atau tidak, kita upayakan hal tersebut,” ungkapnya.


“Tentu harapannya kebutuhan dasar masyarakat terkait rumah layak huni terutama untuk warga miskin di Jawa Timur dapat terpenuhi,” terangnya.


Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga menyampaikan terima kasih kepada Dandim 0824/Jember yang mendapat penugasan langsung dari PangdamV Brawijaya.


“Untuk tahun depan, kalau Jember ini masih ada yang membutuhkan renovasi rumah tinggal layak huni, saya rasa program ini akan terus kita lakukan dan kerjasama dengan Kodam V Brawijaya ini melanjutkan program dari era kepemimpinan Pakde Karwo. Apa yang bisa kita maksimalkan, sinergi dengan Kabupaten Jember untuk bisa memaksimalkan pemenuhan kebutuhan masyarakat disini,” lanjutnya.


Gubernur Khofifah mengungkapkan, ada beberapa warga yang menyampaikan bahwa mereka juga ingin ada renovasi rumah mereka. Gubernur perempuan nomor satu di Jatim ini mengatakan perlu adanya identifikasi dan koordinasi lebih lanjut oleh Pangdam.


“Tadi ada warga yang ingin ada renovasi rumah mereka dan bisa segera diidentifikasi. Nanti pintu masuknya tetap lewat Pak Pangdam,” pungkasnya.


Sementara itu, Laili Rizki Amalia (25), merupakan ibu rumah tangga yang tinggal bersama suami, anak dan Nenek, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan fisik berupa bedah rumah.


“Terima kasih sekali. Sangat layak rumah yang diberikan kepada kami ada ruang tamu, kamar mandi dan kamar tidur serta dapur," kata Laili.


Hal senada disampaikan Asmawati (51) penjaga warung mengaku senang atas bantuan bedah rumah yang diberikan pemerintah kepada keluarganya. Ia mengaku sebelumnya kondisi rumah kalau hujan selalu bocor.


"Sekarang sudah diperbaiki semua dari depan sampai belakang. Bersyukur sekali Alhamdulillah saya dan keluarga punya tempat tinggal yang layak," ungkapnya.


Diakhir, Gubernur Khofifah juga berkesempatan membagikan sembako kepada warga Dusun Sumuran Desa/ Kec. Ajung Kab. Jember.@_Adm

 
 
 
Blog: Blog
bottom of page