top of page
Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
Acara awalnya berjalan lancar. Ada beberapa tokoh asal Papua dan perwakilan Pemerintah Kota hadir di lokasi. Acara dimulai dengan penampilan dari band. Acara kemudian dilanjutkan dengan talkshow. Namun, di tengah acara sekelompok orang tiba-tiba datang.
Acara awalnya berjalan lancar. Ada beberapa tokoh asal Papua dan perwakilan Pemerintah Kota hadir di lokasi. Acara dimulai dengan penampilan dari band. Acara kemudian dilanjutkan dengan talkshow. Namun, di tengah acara sekelompok orang tiba-tiba datang.

KOORDINATBERITA.COM | Surabaya  -- Acara pentas seni budaya Papua yang digelar di Kya-kya  Surabaya , Minggu (27/7) malam pewarnaan kericuhan. Hal itu terjadi saat sekelompok orang mengaku mahasiswa Papua datang membubarkan acara.


Acara bertajuk seni dan budaya Papua itu diselenggarakan oleh Perkumpulan Alumni Papua Jawa Timur. Salah satu atlet nasional, Serafi Unani datang sebagai tamu utama.


Acara awalnya berjalan lancar. Ada beberapa tokoh asal Papua dan perwakilan Pemerintah Kota hadir di lokasi. Acara dimulai dengan penampilan dari band. Acara kemudian dilanjutkan dengan talkshow. Namun, di tengah acara sekelompok orang tiba-tiba datang.


Mereka mengaku sebagai pelajar asal Papua. Sekelompok orang tersebut meminta agar acara tersebut dihentikan.


Dialog pun sempat terjadi antar pihak penyelenggara dengan sekelompok orang tersebut. Mahasiswa Papua pun disetujui karena orang yang hadir di acara itu bukanlah orang Papua.


“Sekalipun atas nama alumni, tapi kami tidak tahu alumni dimana, kedudukannya dimana, pendiriannya kapan, kami tidak tahu. Bapak-bapak ini bukan alumni, ini yang bekerja, sudah penduduk Surabaya, berati bukan orang Papua lagi,” kata salah satu dari kelompok orang tersebut.


Sekelompok orang tersebut merasa, orang-orang yang menggelar acara ini tidak pernah hadir untuk mereka. Baik saat mereka mengalami diskriminasi hinggga intimidasi.


“Kami juga mahasiswa ini didiskriminasi tapi alumni -alumni itu kemana, sebagai orang Papua kemana selama ini,” ucap


Aparat kepolisian, TNI hingga Satpol PP pun datang. Mereka mencoba untuk meredam kegaduhan yang terjadi.


Tapi, tidak ada titik temu. Setelah berdialog, tiba-tiba sekelompok orang itu pun berlarian ke dan memporak-porandakan kursi penonton.


Tiba-tiba, para penonton dan tamu undangan yang hadir histeris. Mereka pun berlarian ke sana kemari. Apalagi anak-anak yang hadir juga menangis. Ada pula penonton yang pingsan.


Sekelompok orang ini pun juga berlarian hingga ke area tenant dan pengunjung Kya-kya Surabaya. Pengunjung dan pedagang sempat panik.


Sebelum kericuhan, Pengurus Alumni Papua Jawa Timur, Freek Cristiaan mengatakan acara ini merupakan pentas seni dan budaya untuk memperkenalkan budaya Papua ke Masyarakat Surabaya.


“Artinya kita dari masyarakat Papua ingin memperkenalkan budaya tari tarian kita kepada seluruh keluarga besar Jawa Timur khususnya yang ada di Kota Surabaya dan seluruh suku-suku yang ada kami undang untuk mengikuti acara tersebut,” ujarnya.


Kasat Intelkam Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKP Amir Mahmud, mengatakan kericuhan dipicu karena tidak dilibatkannya mahasiswa Papua dalam penyelenggaraan acara.


"Penolakannya karena mereka dari ada mahasiswa itu tidak dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Akhirnya mereka itu ya berusaha untuk menghentikan kegiatan tersebut, sampai terjadi aksi-aksi kejadian itu," kata Amir.


Untungnya, kata Amir, warga sekitar tidak terprovokasi dengan kericuhan yang ditimbulkan oleh ulah sekelompok siswa tersebut.


“Hanya adik-adik mahasiswa Papua yang merasa siku dan tidak dilibatkan. Untungnya warga sekitar tidak ikut terlibat, sehingga tidak meluas,” tutupnya.@_Oirul

 
 
 

Jaksa mengatakan hal memberatkan Rudi ialah perbuatannya tidak mendukung program pemerintah menyelenggarakan negara yang bersih dan bebas dari korupsi serta telah mencederai kepercayaan masyarakat terhadap institusi yudikatif. Sementara, hal meringankan ialah bersikap sopan, kooperatif, punya tanggungan serta belum pernah dihukum.
Jaksa mengatakan hal memberatkan Rudi ialah perbuatannya tidak mendukung program pemerintah menyelenggarakan negara yang bersih dan bebas dari korupsi serta telah mencederai kepercayaan masyarakat terhadap institusi yudikatif. Sementara, hal meringankan ialah bersikap sopan, kooperatif, punya tanggungan serta belum pernah dihukum.

KOORDINATBERITA.COM | Jakarta - Mantan Ketua Pengadilan Negeri Surabaya (PN Surabaya) Rudi Suparmono dituntut hukuman penjara. Jaksa meyakini Rudi bersalah dalam kasus dugaan suap vonis bebas Gregorius Ronald Tannur.


"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Rudi Suparmono oleh karena itu dengan pidana penjara selama 7 tahun," kata jaksa saat membacakan tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (28/7/2025).


Rudi juga dituntut membayar denda Rp 750 juta. Apabila tak dibayar, diganti dengan pidana penjara 6 bulan kurungan.


"Menghukum terdakwa untuk membayar denda sebesar Rp 750 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan," ujar jaksa.


Jaksa mengatakan hal memberatkan Rudi ialah perbuatannya tidak mendukung program pemerintah menyelenggarakan negara yang bersih dan bebas dari korupsi serta telah mencederai kepercayaan masyarakat terhadap institusi yudikatif. Sementara, hal meringankan ialah bersikap sopan, kooperatif, punya tanggungan serta belum pernah dihukum.


Jaksa meyakini Rudi Suparmono melanggar 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 5 ayat 2 atau Pasal 11 dan Pasal 12B juncto Pasal 18 UU Tipikor.


Dalam kasus ini, Rudi Suparmono didakwa menerima gratifikasi senilai SGD 43 ribu atau sekitar Rp 548 juta dalam kasus vonis bebas Gregorius Ronald Tannur terkait kematian Dini Sera Afrianti. Uang itu diterima Rudi dari pengacara Ronald, Lisa Rachmat.


Jaksa mengatakan uang itu diberikan Lisa agar Rudi menunjuk majelis hakim perkara Ronald sesuai keinginannya. Majelis hakim yang ditunjuk itu Erintuah Damanik, Mangapul dan Heru Hanindyo.


Selain itu, Rudi juga didakwa menerima suap lain dengan total konversi senilai Rp 21.963.626.339,8 (Rp 21, 9 miliar). Uang itu ditemukan penyidik saat menggeledah rumah Rudi dengan pecahan mata uang rupiah Rp 1,7 miliar lebih, mata uang asingnya ada USD dan SGD masing-masing 383.000 dan 1.099.581.@_Network

 
 
 

ree

KOORDINATBERITA.COM | Surabaya - Masih ingat warning BMKG tentang ancaman potensi megathrust yang berdampak tsunami di wilayah Selatan Jatim tahun lalu? Guna merespon potensi ancaman bencana itu, di sela gebyar pelaksanaan Gelar Peralatan di Kebon Raya Purwodadi, Pasuruan, BPBD Jatim juga menggelar Pelatihan Evakuasi Mandiri Tsunami yang dilaksanakan di tiga lokasi pantai selatan Jatim.


Ketiga lokasi tersebut ada yakni, Pantai Balekambang Kabupaten Malang, Pantai Gemah Kabupaten Tulungagung dan Pantai Watukurung Kabupaten Pacitan. Kegiatan yang berlangsung sejak Senin (21/7) hingga Kamis (24/7/2025) ini melibatkan BMKG, BPBD setempat, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Jatim dan Pemerintah desa serta warga sekitar. 



Sebagai rangkaian awal kegiatan, dilangsungkan pengecatan jalan dengan warna biru di lokasi titik aman tsunami di masing-masing area  yang biasa disebut dengan Blue Zone.



Selanjutnya, dilaksanakan sosialisasi pelatihan evakuasi mandiri yang diikuti 100 peserta dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari perangkat desa setempat, pelaku usaha sekitar pantai, kalangan pemuda, hingga kelompok rentan, seperti, lansia dan penyandang disabilitas. 



Hadir sebagai pemateri, Plt Kabid PK BPBD Jatim Dadang Iqwandy, perwakilan BMKG, BPBD di tiga daerah, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Jatim dan Kades setempat. Sementara, kegiatan simulasi evakuasi mandiri bencana tsunami dilaksanakan di hari ketiga dengan skenario evakuasi menuju ke titik Blue Zone. 



"Salah satu target yang kami inginkan dari kegiatan ini adalah mengenalkan kepada masyarakat tentang adanya Blue Zone dan menghitung waktu evakuasi dari pesisir pantai hingga ke titik aman," ujar Plt. Kabid PK BPBD Jatim, Dadang Iqwandy di Tulungagung, Kamis (24/7/2029).


Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Malang, Ma'muri, yang turut hadir dalam kegiatan ini mengapresiasi atas terlaksananya simulasi evakuasi tsunami yang digelar BPBD Jatim di tiga daerah ini.


Ia berharap, apa yang dilakukan BPBD Jatim ini bisa melahirkan kesiapsiagaan dan kemandirian masyarakat desa, sehingga pemerintah desa dapat menggelar kegiatan yang sama tanpa menunggu dari kabupaten maupun provinsi. 


"Dengan begitu, pesan peringatan dini yang kami sampaikan bisa benar-benar diterima oleh masyarakat pesisir pantai," harapnya.


Kalaksa BPBD Kabupaten Tulungagung Robinson Parsaoran Nadeak juga menyampaikan apresiasi yang sama atas fasilitasi yang diberikan BPBD Jatim.


Baginya, simulasi evakuasi mandiri bencana tsunami ini menjadi proses edukasi bagi masyarakat pesisir dalam menghadapi bencana. 


"Kami berharap, kesiapsiagaan masyarakat di wilayah pesisir ini bisa semakin meningkat, sehingga masyarakat juga semakin sigap saat terjadi gempa dan tsunami," harapnya. 


Sementara, Kusnadi, salah satu peserta dari warga Desa Keboireng Kecamatan Besuki Tulungagung mengaku sangat senang dengan kegiatan simulasi ini.


"Istimewa.. sangat mengedukasi. Semoga kegiatan semacam ini bisa dilaksanakan lagi di masa-masa mendatang, harapnya.@_Adm/Oirul

 
 
 
Blog: Blog
bottom of page