top of page
Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square

Pada sidang agenda yang masuk pada pemeriksaan terhadap Meiti selaku Terdakwa, sempat menimbulkan kericuhan diruang sidang Tirta. Tampak Meiti berupaya membela diri dan menyampaikan argumennya jika dirinya dianggap tidak bersalah.
Pada sidang agenda yang masuk pada pemeriksaan terhadap Meiti selaku Terdakwa, sempat menimbulkan kericuhan diruang sidang Tirta. Tampak Meiti berupaya membela diri dan menyampaikan argumennya jika dirinya dianggap tidak bersalah.

KOORDINATBERITA.COM | Surabaya, – Pasangan suami istri sebagai dokter yakni dr.Benyamin Kristanto dan dr.Meiti Muljanti, mengalami keretakkan rumah tangga hingga berujung saling lapor ke Polisi, Meski Melti lebih dulu melaporkan suaminya ke Polda Jatim, justru menjadi terdakwa di Pengadilan Negeri Surabaya dalam kasus KDRT.


Pada sidang agenda yang masuk pada pemeriksaan terhadap Meiti selaku Terdakwa, sempat menimbulkan kericuhan diruang sidang Tirta. Tampak Meiti berupaya membela diri dan menyampaikan argumennya jika dirinya dianggap tidak bersalah.


Dihadapan majelis hakim yang diketuai Ratna Dianing Wulansari, yang didampingi hakim anggota Ni Putu Sri Indayani serta hakim Cokia Ana Opusunggu, seorang dokter spesialis Patologi itu memohon jika dirinya hanya sebagai rakyat sementara suaminya Benyamin merupakan seorang anggota DPR (Anggota DPRD Jatim Komisi E dari Fraksi Partai Gerindra).


“Begini yang mulia saya hanya rakyat biasa suami saya (Benyamin) anggota DPR saya sudah lapor ke Polda Jatim tidak dianggap yang mulia, saya sudah melapor kejadian KDRT itu tahun 2021,” ujar perempuan berhijab itu disaksikan jaksa penuntut umum Galih Riana Intaran Putra pada Kamis sore (25/9/2025).


Disatu sisi, Terdakwa seorang dokter yang berpraktek di Rumah Sakit National Hospital Surabaya, Ironisnya mengungkapkan dirinya sedang terkena penyakit menular seksual karena ulah suaminya yang dituding pernah lakukan “Sodomi”.


Sementara, Awal kasus terjadi saat terdakwa menjenguk anaknya yang sakit di rumah keluarga di Perumahan Taman Pondok Indah Wiyung, Meiti pun hendak memasak didapur untuk persiapan memberi makan anaknya, Lalu pelapor datang sehingga tak lama terjadi pertengkaran.


Meiti dituding mendorong korban hingga mengenai pintu kayu bagian kanan dan kaki kanan korban. Selain itu, terdakwa juga mencubit leher saksi korban serta menendang bagian sebelah kiri tubuh korban, berikut menciprati dengan minyak goreng serta penjepit makanan yang sedang panas.


Terpisah, Ketika media ini mengkonfirmasi pelapor dalam hal ini dokter Benyamin Kristanto, Ia merespon namun tak berkomentar banyak, justru politisi partai Gerindra itu meminta bantu doa terkait psikologis anak mereka.


“Siapp ini mas John Saragih yah Iya mas .

Tolong bantu doannya Krn kasihan psikologis anak,” pesannya singkat tampak dalam foto profil akrab saat berpose bersama Presiden Prabowo.@_Red

 
 
 

Kepala Seksi Intelijen Kejari Tanjung Perak, I Made Agus Mahendra Iswara, S.H., M.H., dalam keterangan resminya pada Jumat, 22 Agustus 2025, menegaskan bahwa penyidik telah menyita total uang senilai Rp3,5 miliar dari tersangka MK.
Kepala Seksi Intelijen Kejari Tanjung Perak, I Made Agus Mahendra Iswara, S.H., M.H., dalam keterangan resminya pada Jumat, 22 Agustus 2025, menegaskan bahwa penyidik telah menyita total uang senilai Rp3,5 miliar dari tersangka MK.

KOORDINATBERITA.COM | Surabaya – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak kembali mengungkap perkembangan terbaru kasus dugaan tindak pidana korupsi pemberian fasilitas pembiayaan oleh salah satu Bank BUMN kepada PT DJA, perusahaan milik tersangka berinisial MK.


Kepala Seksi Intelijen Kejari Tanjung Perak, I Made Agus Mahendra Iswara, S.H., M.H., dalam keterangan resminya pada Jumat, 22 Agustus 2025, menegaskan bahwa penyidik telah menyita total uang senilai Rp3,5 miliar dari tersangka MK.


Rincian Penyitaan dan Titipan Uang


Penyitaan uang dilakukan secara bertahap. Pada Selasa, 19 Agustus 2025, penyidik menyita uang sebesar Rp1,5 miliar dari tersangka MK. Selanjutnya, pada Jumat, 22 Agustus 2025, MK kembali menitipkan uang sebesar Rp2 miliar kepada penyidik. Dengan demikian, total uang yang berhasil diamankan mencapai Rp3,5 miliar.


“Seluruh uang titipan ini akan diperhitungkan sebagai uang pengganti dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pemberian fasilitas pembiayaan Bank BUMN kepada perusahaan milik tersangka,” ujar Made Agus Mahendra Iswara.


Sebagai bentuk penyelamatan aset negara, Kejari Tanjung Perak menempatkan seluruh uang sitaan tersebut pada Rekening Penampungan Lainnya (RPL) Kejari di Bank Syariah Indonesia, sesuai dengan Petunjuk Teknis Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Nomor 1 Tahun 2023.


Penahanan terhadap tersangka MK yang menjabat sebagai Komisaris PT DJA juga telah dilakukan guna memperkuat proses penyidikan.


Kejaksaan menegaskan, langkah ini menjadi bagian dari komitmen untuk mengembalikan kerugian keuangan negara serta menegakkan hukum secara profesional dan transparan.@_Oirul

 
 
 

Sebagai awal persiapan kegiatan, BPBD Jatim menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dengan menghadirkan sejumlah stakeholders di Hotel Neo, Sidoarjo, Selasa (19/8/2025).
Sebagai awal persiapan kegiatan, BPBD Jatim menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dengan menghadirkan sejumlah stakeholders di Hotel Neo, Sidoarjo, Selasa (19/8/2025).

KOORDINATBERITA.COM | Surabaya - Tahun ini, Jawa Timur didaulat Pemerintah Pusat menjadi tuan rumah Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB).


Gawe kebencanaan nasional ini, rencananya akan dipusatkan di wilayah Mojokerto Raya, pada 1-3 Oktober 2025.


Sebagai awal persiapan kegiatan, BPBD Jatim menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dengan menghadirkan sejumlah stakeholders di Hotel Neo, Sidoarjo, Selasa (19/8/2025).


Hadir dalam kegiatan ini, Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto, Sekretaris BPBD Jatim Andhika N Sudigda, Plt. Kabid PK, Dadang Iqwandy dan sejumlah pejabat fungsional di lingkungan BPBD Jatim.


Kalaksa Gatot Soebroto dalam arahannya memastikan bahwa kegiatan Bulan PRB 2025 bukan hanya gawe BPBD Jatim saja, tapi merupakan gawe Provinsi Jawa Timur, termasuk segenap unsur penthahelix, mulai dari pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, para relawan kebencanaan, kalangan akademisi, kelompok dunia usaha hingga pegiat media massa.


Karenanya, ia berharap, agar semua stakeholders di Jatim bisa memberikan kontribusi dan saling bersinergi dalam menyukseskan rangkaian acara pada Peringatan Bulan PRB, Oktober mendatang.


"Mengapa lokasi kegiatannya dipusatkan di Mojokerto, karena kita ingin ada spirit Majapahit yang bisa menyemangati gelar peringatan Bulan PRB di Jatim nanti," terangnya.


Rencananya, peringatan Bulan PRB mendatang akan ditandai dengan sejumlah kegiatan. Di antaranya, gelaran lomba-lomba kebencanaan, pameran ketangguhan, sharing session, penanaman pohon, senam masal, Forum Kalaksa se-Indonesia dan acara puncak.


Hadir juga dalam rakor kali ini, Kalaksa BPBD Kab. Mojokerto Yoi Afrida, Kalaksa BPBD Kab. Pasuruan Sugeng Hariyadi, BPBD Kota Surabaya, Sekjen FPRB Jatim Catur Sudarmanto, Koordinator SRPB Jatim Subekti Rahmad Kimiawan dan perwakilan OPD di lingkungan Pemprov Jatim, serta sejumlah perwakilan dari kelompok dunia usaha. Termasuk, Founder Banyu Bening Yogyakarta, Sri Wahyungsih.


Sementara, sejumlah peserta yang hadir mengapresiasi upaya BPBD Jatim melibatkan berbagai elemen dalam kegiatan Bulan PRB. 


Satu di antaranya, Founder Banyu Bening Yogyakarta, Sri Wahyungsih. Baginya, upaya pelibatan berbagai stakeholders ini adalah bentuk wujud aktif pemerintah dalam pelibatan masyarakat dalam pengurangan risiko bencana.@_Adm

 
 
 
Blog: Blog
bottom of page