top of page
Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
Bersama anggota Komisi E DPRD Jatim, H. Rasiyo, BPBD Jatim menyerahkan bantuan material kepada warga terdampak di lokasi kejadian, Kamis (9/10/2025).
Bersama anggota Komisi E DPRD Jatim, H. Rasiyo, BPBD Jatim menyerahkan bantuan material kepada warga terdampak di lokasi kejadian, Kamis (9/10/2025).

KOORDINATBERITA.COM | Surabaya - Kejadian kebakaran rumah yang menimpa kawasan padat penduduk di wilayah Jemursari RT 4 RW 3, Kelurahan Wonosari, Kec. Wonocolo, Surabaya, medio September lalu juga menjadi perhatian BPBD Jatim.


Bersama anggota Komisi E DPRD Jatim, H. Rasiyo, BPBD Jatim menyerahkan bantuan material kepada warga terdampak di lokasi kejadian, Kamis (9/10/2025).


Hadir juga dalam acara ini, Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto, Plt. Kabid RR Dhani Aribowo, perwakilan BPBD Kota Surabaya, Camat Wonocolo Muslich Hariadi dan Lurah Wonosari M. Yasin.


Bantuan bahan material secara simbolis diserahkan anggota Komisi E DPRD Jatim H Rasiyo kepada Camat Wonocolo.


Adapun bantuan itu berupa, galvalum 150 batang, semen 20 sak, pasir 8 m³, cat tembok 25 Kg, cat besi 10 kg dan 20 paket sembako.


Usai meninjau bangunan rumah yang direhab secara swadaya, Rasiyo menyampaikan terima kasih kepada segenap kalangan yang telah peduli dengan warga terdampak kebakaran.


Ia berpesan kepada warga setempat, untuk memperhatikan betul konstruksi instalasi listrik. Karena, jika terjadi konsleting di satu rumah, maka akan berimbas ke rumah lainnya.


Sementara, Sutrisno, salah satu warga terdampak mengaku sangat berterima kasih atas perhatian dan kepedulian anggota DPRD Jatim dan BPBD Jatim yang telah membantu bahan material, sehingga percepatan pembangunan rumah bisa dilaksanakan.


"Saat ini proses pembangunan sudah sekitar 60 persen, Insyaallah dalam waktu dekat ini sudah bisa selesai semua," ujar Sutris yang juga berprofesi sebagai tukang ini.@_Adm

 
 
 

Kepala Basarnas RI Marsdya TNI Mohammad Syafii bersama Sekdaprov Jatim Adhy Karyono dan Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto juga terus mendampingi proses evakuasi hingga tuntas.
Kepala Basarnas RI Marsdya TNI Mohammad Syafii bersama Sekdaprov Jatim Adhy Karyono dan Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto juga terus mendampingi proses evakuasi hingga tuntas.

KOORDINATBERITA.COM | Surabaya - Proses pencarian dan pertolongan korban ambruknya Mushalla Ponpes Al-Khoziny Buduran Sidoarjo yang dilakukan Tim Gabungan Basarnas, BPBD Jatim, TNI, Polri dan relawan telah tuntas pada hari ini, Selasa (7/10/2025).


Material bangunan yang menggunung di awal kejadian, Senin (29/9), kini telah bersih setelah dilakukan aksi percepatan penanganan dengan menggunakan sejumlah alat berat.


Korban yang ditemukan hingga akhir kegiatan Operasi SAR juga telah dibawa ke Posko DVI Ante Mortem di RS Bhayangkara Polda Jatim untuk diidentifikasi.


Kepala Basarnas RI Marsdya TNI Mohammad Syafii bersama Sekdaprov Jatim Adhy Karyono dan Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto juga terus mendampingi proses evakuasi hingga tuntas.


Hadir juga sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemprov Jatim, di antaranya, Kadis PU Bina Marga Jatim, Kadis PRKP Cipta Karya dan Kadinsos Jatim.


Selama proses evakuasi, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama sejumlah menteri juga telah memberikan perhatian khusus terhadap proses evakuasi korban, seperti, Menko Bidang PMK RI Pratikno, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo, dan Menteri Agama Nazarudin Umar.


Kepala Basarnas RI Marsdya TNI Mohammad Syafii di lokasi Opsar menyampaikan, per hari ini, Selasa (7/10), operasi SAR secara resmi ditutup karena tugas pencarian dan penyelamatan dinyatakan sudah selesai.


Penutupan kegiatan Operasi SAR ini ditandai dengan apel pasukan yang diikuti segenap elemen yang terlibat dalam proses evakuasi.


"Kami menyampaikan terima kasih kepada Tim Basarnas, BNPB, BPBD, TNI-Polri, relawan, dan seluruh elemen masyarakat yang sejak awal telah berjibaku melakukan evakuasi di zona terdampak," ujarnya.


Kepala Basarnas juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga korban.


"Semoga para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan,” tuturnya.


Sebelumnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa juga menegaskan, Pemprov Jatim akan terus berada di lokasi hingga seluruh korban berhasil diidentifikasi dengan aman dan tuntas.


Per hari ini, Selasa (7/10) fokus penanganan korban akan beralih di RS Bhayangkara Polda Jatim bersama Tim DVI.


Selain proses identifikasi korban, Pemprov Jatim bersama para relawan juga memberikan pelayanan kepada wali santri, berupa pendampingan psikologis, penguatan spiritual dan kegiatan lainnya.@_Adm

 
 
 

Suasana penuh semangat dan kehangatan begitu terasa ketika pemerintah, relawan, akademisi, komunitas, hingga masyarakat umum berkumpul untuk merayakan sekaligus meneguhkan komitmen dalam membangun ketangguhan bangsa menghadapi ancaman bencana.
Suasana penuh semangat dan kehangatan begitu terasa ketika pemerintah, relawan, akademisi, komunitas, hingga masyarakat umum berkumpul untuk merayakan sekaligus meneguhkan komitmen dalam membangun ketangguhan bangsa menghadapi ancaman bencana.

KOORDINATBERITA.COM | Mojokerto - Genderang puncak peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Tahun 2025 menggema di “Bumi Majapahit”, Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (2/10) malam. Hamparan luas lapangan Trowulan menjadi saksi kebersamaan ribuan insan penanggulangan bencana dari berbagai penjuru Indonesia.


Suasana penuh semangat dan kehangatan begitu terasa ketika pemerintah, relawan, akademisi, komunitas, hingga masyarakat umum berkumpul untuk merayakan sekaligus meneguhkan komitmen dalam membangun ketangguhan bangsa menghadapi ancaman bencana.


Serangkaian acara puncak peringatan Bulan PRB 2025 ini tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan momentum bersama untuk menguatkan sinergi. Berbagai kegiatan mulai dari pameran inovasi kebencanaan, diskusi publik, gelar budaya, penanaman pohon, fun run for resilience, hingga simulasi kesiapsiagaan melibatkan partisipasi aktif warga. Semua hadir dengan semangat belajar, berbagi pengalaman dan saling menguatkan.

Peringatan PRB tahun ini mengusung semangat bahwa pengurangan risiko bencana bukan hanya tugas pemerintah semata, melainkan gerakan bersama. Dengan mengedepankan kearifan lokal, inovasi teknologi dan kolaborasi multipihak, diharapkan lahir masyarakat yang semakin tangguh.


Melalui rangkaian peringatan Bulan PRB, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai inisiator bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan bahwa investasi terbaik dalam penanggulangan bencana adalah membangun kesiapsiagaan sejak dini. Lewat momentum ini, Mojokerto tidak hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga simbol semangat gotong royong Indonesia dalam menghadapi bencana.


Surya Majapahit Bersinar di Langit Trowulan

Kabupaten Mojokerto yang dipilih sebagai tuan rumah puncak peringatan Bulan PRB tahun ini bukan secara kebetulan, melainkan sarat akan makna. Mewakili provinsi tuan rumah, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak sempat menyinggung tentang “Surya Majapahit” yang dapat dimaknai sebagai simbol kejayaan masa lalu yang terpahat dalam sejarah Mojokerto sebagai Bumi Majapahit.


Surya yang bersinar dengan delapan sinarnya itu menjadi lambang arah kekuatan. Sama halnya dengan masyarakat hari ini. Sinar itu dimaknai sebagai arah ketanguhan, kesiapan, kepedulian, gotong royong, pegetahuan, inovasi, kearifan lokal, keberanian dan harapan. Delapan cahaya itu menuntun bangsa agar tetap berdiri kokoh di tengah ancaman bencana.


"Nilai-nilai ini yang akan kita lestarikan, sebagai tempat semangat dan ketangguhan Majapahit. Semoga menjadi simbol ketangguhan bencana di seluruh tanah air,” ucap Emil.


Menko PMK Ajak Masyarakat Budayakan Pencegahan Bencana


Berikutnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Pratikno turut mengajak seluruh hadirin yang hadir untuk menjadikan upaya pencegahan bencana menjadi sebuah budaya. Pencegahan itu menurut Pratikno dapat dimulai dari hal yang paling sederhana seperti membuang sampah sembarangan.


"Bencana itu memang bisa datang dengan tidak terduga. Tapi ada jenis bencana seperti banjir kita bisa cegah beberapa waktu sebelumnya,” ungkap Pratikno.


"Tapi tolong kita cegah bencana. Yang sederhana saja. Coba kita buang sampah sembarangan. Kita jaga sungai agar tidak banjir karena sampah,” imbuhnya.


Doa Bersama


Suasana lapangan yang semula riuh, menjadi hening dan penuh khidmat setelah Wakil Gubernur Jawa Timur maupun Menko PMK bersama-sama menyelipkan pesan kepedulian di dalam sambutannya.


Dengan suara yang tenang dan sarat akan empati, keduanya mengajak hadirin yang hadir untuk berdoa bersama atas beberapa kejadian bencana yang melanda wilayah Jawa Timur, seperti gempabumi bermagnitudo (M) 5,7 Banyuwangi, Gempabumi M 6,5 Sumenep dan yang masih dalam penanganan yakni bencana kegagalan teknologi yang menimpa para santri di pondok pesantren Al Khoziny.


“Suasana yang prihatin ini, mari kita doakan semua petugas semoga diberikan keselamatan. Kepada keluarga korban yang terdampak diberikan kekuatan dan yang kepada yang berpulang khusnul khotimah,” ucap Emil Dardak.


“Mohon doanya, semoga bencana semacam ini tidak terulang di kemudian hari. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang selalu tampil untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat di tengah kondisi darurat bencana,” kata Pratikno.


Momentum itu sekaligus menghadirkan rasa kebersamaan yang nyata bahwa di balik peringatan Bulan PRB 2025, ada makna kemanusiaan yang tak boleh lepas. Bencana memang dapat terjadi dan datang kapan saja. Hanya dengan hati yang bersatu bangsa ini akan tetap tangguh.


Bendera Pataka Diboyong ke Banten


Di penghujung rangkaian puncak acara, Letjen TNI Suharyanto S.Sos., M.M., sebagai pucuk pimpinan tertinggi penanggulangan bencana di Indonesia menyerahkan bendera pataka dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada Pemerintah Provinsi Banten.


Momentum penutupan itu sekaligus menjadi penanda bahwa peringatan Bulan PRB tahun 2026 akan dilaksanakan di Provinsi Banten. Bendera pataka pun berpindah dari ujung timur dan secara resmi diboyong menuju ujung barat Pulau Jawa.


Hari ini, Mojokerto mengajarkan satu hal penting, bahwa penguangan risiko bencana adalah tentang kebersamaan. Tentang pemerintah yang hadir mendukung, komunitas yang bergotong-royong, anak-anak yang belajar sejak dini hingga masyarakat yang tak pernah berhenti menjaga alamnya.


Terima kasih Mojokerto, Jawa Timur! Selamat datang Banten! Mari jaga bumi Indonesia seisinya! Salam Tangguh! Salam Kemanusiaan!.@_Adm

 
 
 
Blog: Blog
bottom of page