top of page
Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
Achmad menjelaskan nama Raffi muncul disebut terkait kegiatan sang artis yang sempat berkunjung ke kantor Blueray Cargo di Amerika Serikat (AS). Dilansir dari Tribunnewas, ia menyebut keperluan Raffi di kantor Blueray Cargo AS untuk mengirimkan laptop dan iPhone 17 ke Indonesia, Selasa (9/6/2026).
Achmad menjelaskan nama Raffi muncul disebut terkait kegiatan sang artis yang sempat berkunjung ke kantor Blueray Cargo di Amerika Serikat (AS). Dilansir dari Tribunnewas, ia menyebut keperluan Raffi di kantor Blueray Cargo AS untuk mengirimkan laptop dan iPhone 17 ke Indonesia, Selasa (9/6/2026).

KOORDINATBERITA.COM | Jakarta - Artis multi talenta Raffi Ahmad menjadi perhatian saat namanya muncul dalam sidang perkara suap dan gratifikasi importasi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).


 Munculnya nama Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni ini dalam sidang tersebut membuat pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) angkat bicara.


Plt. Direktur Penyidikan, Achmad Taufik Husein dalam keterangannya membenarkan nama dari bos Rans Entertainment itu disinggung dalam sidang DJBC.


Achmad menjelaskan nama Raffi muncul disebut terkait kegiatan sang artis yang sempat berkunjung ke kantor Blueray Cargo di Amerika Serikat (AS). Dilansir dari Tribunnewas, ia menyebut keperluan Raffi di kantor Blueray Cargo AS untuk mengirimkan laptop dan iPhone 17 ke Indonesia, Selasa (9/6/2026).


"Bahwa betul itu ada fakta saudara RA (Raffi Ahmad) itu menitip," kata Plt. Direktur Penyidikan, Achmad Taufik Husein dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (8/6/2026).


Meski demikian, Taufik menyebut pihaknya belum melakukan pengembangan penyidikan dalam perkara Bea Cukai tersebut.


"Di proses penyidikan yang Blueray kemarin kami tidak kembangkan terlalu jauh karena belum sampai kepada fakta-fakta yang menguatkan bahwa itu jadi bagian dari peristiwa Blueray mengurus keimigrasian di Ditjen Bea Cukai sehingga kemudian itu tidak kami lakukan pemanggilan," ucapnya.


Namun, Taufik menyebut tak menutup kemungkinan pihaknya melakukan penyelidikan mendalam terkait Raffi Ahmad.


"Nah, apakah nanti fakta-fakta persidangan itu akan menjadi fakta baru yang kemudian perlu didalami? Ya kami akan lakukan pemeriksaan-pemeriksaan tentunya," ucapnya."Tapi apakah tadi dikatakan itu penyelundupan? Nah sejauh ini kami belum sampai ke sana karena ini bukan partai yang besar gitu ya, hanya dua unit kalau tidak salah," sambungnya.


Sebagai informasi, nama Raffi Ahmad disebut dalam sidang DJBC di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat, Jumat (5/6/2026).


Dalam sidang tersebut mulanya jaksa menanyakan saksi Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK), Sri Pangastuti alias Tuti terkait permintaan mengirimkan barang Raffi Ahmad ke tanah air.


Tuti membenarkan adanya komunikasi antara dirinya dengan asisten pribadi John Field, saat Raffi Ahmad berkuniuna ke kantor Blueray Cargo di AS.


Siang Ibu Tuti, kebetulan ada Raffi Ahmad kan lagi ke USA main ke kantor kita ada mau kirim laptop dan iPhone, IMEI mereka urus sendiri katanya, apakah bisa?" kata jaksa saat bacakan BAP.@_Network

 
 
 
Kombes Pol Ahmad Yusuf Afandi Kabag Ops Kortastipidkor Polri menjelaskan, upaya penggeledahan hari ini untuk mendalami dugaan korupsi proyek modernisasi Pabrik Gula (PG) Assembagoes, Situbondo, milik PTPN XI yang kini menjadi PTPN I.
Kombes Pol Ahmad Yusuf Afandi Kabag Ops Kortastipidkor Polri menjelaskan, upaya penggeledahan hari ini untuk mendalami dugaan korupsi proyek modernisasi Pabrik Gula (PG) Assembagoes, Situbondo, milik PTPN XI yang kini menjadi PTPN I.

KOORDINATBERITA.COM | Surabaya - Tim penyidik Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri menggelar penggeledahan di kantor PT Multinas Tjahja Sejahtera, Kota Surabaya, Selasa (9/6/2026).


Kombes Pol Ahmad Yusuf Afandi Kabag Ops Kortastipidkor Polri menjelaskan, upaya penggeledahan hari ini untuk mendalami dugaan korupsi proyek modernisasi Pabrik Gula (PG) Assembagoes, Situbondo, milik PTPN XI yang kini menjadi PTPN I.


Dugaan kasus korupsi tersebut berlangsung pada periode 2016 sampai 2022. PT Multinas diketahui sebagai pihak ketiga atau kontraktor yang memenangkan lelang proyek Engineering, Procurement, Construction and Commissioning (EPCC) dalam program modernisasi pabrik gula tersebut.


Dari informasi yang dihimpun, tim penyidik Polri tiba di kantor yang berlokasi di Ruko Klampis Megah D-27, Kelurahan Klampis Ngasem, Kecamatan Sukolilo, Surabaya, sejak pagi hari.


Saat penggeledahan berlangsung, terlihat dua petugas dengan senjata laras panjang berjaga di depan pintu, sementara penyidik melakukan pencarian dokumen dan barang bukti yang diduga berkaitan dengan pelaksanaan proyek.


“Penggeledahan dilakukan untuk mencari dan mengamankan dokumen serta barang bukti yang berkaitan dengan penyidikan dugaan korupsi proyek EPCC dalam program modernisasi PG Assembagoes,” ujar Yusuf.


Yusuf mengatakan, berdasarkan hasil perhitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), nilai korupsi yang ditimbulkan dalam perkara ini mencapai Rp645 miliar.


“Proyek modernisasi PG Assembagoes berlangsung pada periode 2016 hingga 2022 dan berdasarkan hasil penghitungan BPK menimbulkan kerugian negara sebesar Rp645 miliar,” jelasnya.


Dalam penggeledahan tersebut, tim penyidik menemukan sejumlah dokumen yang diduga terkait dengan proyek modernisasi pabrik gula di Situbondo.


Yusuf menyebut dokumen-dokumen yang diamankan selanjutnya akan dibawa ke Jakarta untuk dianalisis lebih lanjut oleh tim penyidik Kortastipidkor Polri.


“Dari penggeledahan ditemukan sejumlah dokumen yang diduga berkaitan dengan proyek modernisasi PG Assembagoes dan selanjutnya akan didalami oleh penyidik,” ujarnya.


Meski proses penggeledahan mulai digelar, Yusuf menyebut pihaknya belum menetapkan seorang tersangka dalam perkara ini sebab penyidik tengah fokus melengkapi alat bukti dan pemberkasan perkara.


Sebagai informasi, Kortastipidkor Polri juga menggelar penggeledahan dalam kasus serupa di lokasi berbeda, yakni di Kabupaten Gresik.


“Seluruh temuan masih akan dikaji untuk melengkapi alat bukti dan kebutuhan pemberkasan perkara,” tuturnya.@_Network

 
 
 

KOORDINATBERITA.COM – Sidak armada pengangkut sampah di Surabaya menemukan sejumlah kendaraan yang perlu segera diperbaiki. Mulai dari bak kontainer berlubang hingga lampu rem yang tidak berfungsi, temuan itu berpotensi memicu kebocoran air lindi dan membahayakan pengguna jalan.


Pemeriksaan dilakukan di Jalan Raya Tandes pada Kamis (4/6/2026) malam. Sejumlah armada milik swasta maupun armada pengangkut sampah kota diperiksa saat beroperasi menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA).


Kepala Bidang Kebersihan dan Pemberdayaan DLH Surabaya Wasis Sutikno mengatakan petugas menemukan beberapa kendaraan yang tidak dalam kondisi prima.


“Armada swasta ada yang bak kontainernya berlubang. Untuk armada kami, ada yang lampu rem belakangnya tidak berfungsi,” ujar Wasis dalam keterangannya, Selasa (9/6/2026).


Kerusakan yang ditemukan diminta segera diperbaiki tanpa menunggu jadwal perawatan rutin. Menurut Wasis, pengemudi harus segera melaporkan kerusakan agar tidak menimbulkan risiko saat kendaraan beroperasi.


Selain memeriksa kelayakan kendaraan, petugas juga mengecek kondisi penampungan air lindi pada truk compactor. Pemeriksaan difokuskan pada potensi kebocoran akibat seal yang rusak atau bagian penampungan yang mulai korosi.


Dalam sidak yang berlangsung sekitar pukul 19.00-21.00 WIB itu, sekitar 10 armada diperiksa. Beberapa kendaraan diketahui membawa volume air lindi cukup banyak, namun sistem penampungannya masih berfungsi dengan baik sehingga tidak ditemukan kebocoran.


Pengawasan serupa akan terus dilakukan di sejumlah jalur distribusi sampah menuju TPA. Selain memastikan armada laik jalan, langkah tersebut dilakukan untuk mencegah cairan sampah tercecer ke jalan yang dapat menimbulkan bau dan membuat permukaan jalan licin.


Saat ini terdapat 104 armada pengangkut sampah yang melayani 195 TPS di Surabaya. Di saat bersamaan, penyusunan SOP pengelolaan air lindi juga tengah dilakukan, termasuk opsi pembuangan lindi di TPS sebelum armada diberangkatkan ke TPA.


Untuk mendukung rencana tersebut, pengadaan 195 unit karcher ditargetkan rampung bulan ini. Nantinya setiap TPS akan dilengkapi satu alat pembersih guna mendukung pengelolaan air lindi yang lebih optimal dan mengurangi potensi pencemaran selama proses pengangkutan sampah.@_Oirul

 
 
 
Blog: Blog
bottom of page