top of page
Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square

KOORDINATBERITA.COM | Surabaya - Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Jawa Timur resmi merampungkan pembangunan infrastruktur pelimpah (spillway) Sungai Tanggul di Desa Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember. Infrastruktur strategis ini kini telah selesai dalam pelaksanaan pekerjaannya dalam mendukung upaya keberlanjutan ketahanan pangan di wilayah Jawa Timur khususnya Kabupaten Jember sendiri.


Pekerjaan ini berhasil diserahterimakan pada tanggal 2 Juni 2026, lebih cepat dari batas akhir perpanjangan waktu yang ditetapkan pada 14 Juni 2026. Keberhasilan ini membuktikan komitmen Dinas PU SDA Jatim dalam memberikan layanan infrastruktur Sumber Daya Air  bagi masyarakat petani dan nelayan.


Pembangunan ini merupakan tindak lanjut atas perbaikan pasca kerusakan pelimpah yang sebelumnya sempat terkendala adanya debit banjir yang tinggi dari intensitas hujan yang lebat dari hulu maupun hujan setempat. Kesanggupan pihak pihak penyedia dalam melakukan perbaikan secara intensif melalui dua fase perpanjangan waktu, yakni pemberian kesempatan pertama selama 50 hari kalender (1 Januari–19 Februari 2026) dan kesempatan kedua selama 115 hari kalender (20 Februari–14 Juni 2026).


Adapun pemberian kesempatan penyelesaian pekerjaan ini telah dilaksanakan sesuai dengan Peraturan LKPP No. 12 Tahun 2021.

Langkah strategis tersebut terbukti efektif dalam memastikan seluruh struktur pelimpah rampung sesuai spesifikasi teknis tanpa mengurangi standar kualitas bangunan.


Pada tahun 2026 ini masih ada pekerjaan lanjutan dari tahun 2025 sebagai pengamanan bangunan pelimpah tersebut yaitu dengan memperpanjang perkuatan sayap hulu kanan dan restorasi lanjutan hilir pelimpah yang masih dalam tahapan perencanaan, Diharapkan nantinya juga hambatan teknis akan teratasi dan fasilitas siap beroperasi penuh untuk memenuhi kebutuhan sektor pertanian akan optimal. Adanya bangunan pelimpah pengendali banjir ini membawa dampak positif bagi sektor pertanian karena mampu mengairi sekitar 1.046 hektar lahan sawah produktif.


Para petani kini dapat mengoptimalkan aliran Sungai Tanggul alur lama yang sebelumnya belum termanfaatkan secara maksimal untuk mendukung siklus tanamnya, dan dimana saat ini masih dilaksanakan normalisasi dalam pemenuhan kebutuhan debitnya. Selain meminimalisir ancaman banjir, infrastruktur Sumber Daya Air ini diproyeksikan mampu menjaga kestabilan debit air untuk lahan sawah di wilayah tersebut. Sektor pertanian Jember diharapkan semakin berdaya saing berkat jaminan ketersediaan air yang lebih terjaga sepanjang musim.


Dinas PU SDA Jatim menegaskan bahwa seluruh rangkaian pekerjaan ini merupakan prioritas guna menjamin keberlanjutan fungsi infrastruktur Sumber Daya Air demi mendukung ketahanan pangan nasional. Sinergi antara kebijakan teknis yang presisi dan kebutuhan riil di lapangan ini menjadi kunci utama dalam upaya memajukan kesejahteraan masyarakat petani.


Implementasi berkelanjutan ini sekaligus menjadi bukti nyata kesiapan Dinas PU SDA Jatim dalam menjaga kedaulatan pangan demi kemandirian ekonomi sektor pertanian masa depan.@_Adm

 
 
 
Tonny membeberkan bahwa raibnya uang Rp 1,2 miliar tersebut bermula dari kebiasaannya yang kerap menitipkan ponsel saat menikmati layanan spa. Di dalam casing bagian belakang ponsel itu ia rupanya menyimpan KTP, dua kartu kredit, serta dua kartu ATM dari Bank Permata dan BCA.
Tonny membeberkan bahwa raibnya uang Rp 1,2 miliar tersebut bermula dari kebiasaannya yang kerap menitipkan ponsel saat menikmati layanan spa. Di dalam casing bagian belakang ponsel itu ia rupanya menyimpan KTP, dua kartu kredit, serta dua kartu ATM dari Bank Permata dan BCA.

KOORDINATBERITA.COM | Surabaya - Kasus pembobolan rekening senilai Rp 1,2 miliar yang menjerat seorang terapis spa bernama Nur Hasannah Prasetya memasuki babak baru di persidangan. Korban pembobolan yang merupakan seorang pria lansia, Tonny Soegiono, dihadirkan langsung di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya sebagai saksi kunci yang memberatkan terdakwa.



Dalam persidangan yang digelar di Ruang Sari 2 tersebut, terungkap sejumlah fakta mengejutkan mengenai kasus ini. Simak selengkapnya.

Fakta-fakta Terbaru Terapis Spa Surabaya Kuras Rp 1,2 M Uang Pelanggan


1. Sembunyikan Wajah dan Saling Tatap Sinis di Ruang Sidang


Saat memasuki ruang sidang, Tonny yang mengenakan topi, masker medis, dan kemeja batik tampak terus menutupi wajahnya menggunakan ponsel demi menghindari jepretan kamera.


Pria berusia kepala enam tersebut tampak enggan menatap balik Nur Hasannah yang terus memandangnya dengan tatapan tajam dari kursi terdakwa, meski sesekali Tonny kedapatan mencuri pandang.


Di hadapan jaksa, Tonny membenarkan bahwa awal mula perkenalan mereka terjadi di tempat spa kawasan Surabaya Barat. "Saya kenal di HR Muhammad, iya (di Superior Spa)," kata Tonny.


2. Modus Intip PIN di Minimarket dan Sembunyikan ATM di Casing HP


Tonny membeberkan bahwa raibnya uang Rp 1,2 miliar tersebut bermula dari kebiasaannya yang kerap menitipkan ponsel saat menikmati layanan spa. Di dalam casing bagian belakang ponsel itu ia rupanya menyimpan KTP, dua kartu kredit, serta dua kartu ATM dari Bank Permata dan BCA.


Karena tidak memiliki aplikasi m-Banking, pelaku diduga kuat menguras uang korban secara manual melalui mesin ATM. Tonny menduga terdakwa berhasil mengetahui nomor PIN miliknya saat ia mengambil uang di sebuah minimarket.


"Pernah, saya nekan pin dan ada dia (Nur ada di belakangnya). Saya gak perhatikan itu (Nur), saya ambil (uang di ATM). Dia tahu, dia di belakang kok, saya nggak lihat," imbuhnya.


3. Kronologi Pencurian Disampaikan Tonny


Aksi pencurian terstruktur yang berlangsung dalam rentang waktu Agustus hingga September 2022 ini baru disadari Tonny secara tidak sengaja ketika ia terpaksa menggunakan ATM BCA miliknya karena kartu ATM yang satunya tertinggal. Saat itulah ia terkejut melihat isi saldonya telah menyusut drastis.


"Itu (ATM) di belakang HP, di casing belakangnya itu, ada 2 kartu kredit, KTP, dan 2 ATM beda (bank). Bank Permata dan BCA. Saat itu kan ATM saya satunya ketinggalan, pas saya pakai yang ini (ATM di HP) saya pakai lalu terkejut (melihat isi saldo)," ungkap Tonny.


Ia lantas meminta sopirnya yang bernama Sholikin untuk mengantarkannya ke bank guna mencetak rekening koran, hingga akhirnya mendapati nama Nur serta seorang temannya yang kini berstatus DPO telah melakukan penarikan massal.


4. Bantah Pelanggan Tetap dan Sering Beri Tips Rp 500 Ribu


Di hadapan majelis hakim, Tonny sempat dicecar mengenai statusnya yang disebut-sebut sebagai pelanggan tetap Nur. Namun, ia buru-buru membantahnya dan mengaku hanya mengunjungi tempat spa sebanyak 3 hingga 4 kali dalam sebulan dengan durasi layanan sekitar 1,5 hingga 2,5 jam.


Ia juga menyatakan tidak selalu dilayani oleh Nur, melainkan bergantian dengan terapis lain bernama Putriana yang kini buron.


"Tiga sampai empat kali (dalam sebulan). Ganti (tidak hanya dengan Nur), ada orang lain (termasuk Putriana DPO). Itu (sering dengan Nur) iya, memang," akunya.


Kendati demikian, Tonny mengaku royal dan kerap memberikan tips bernilai fantastis kepada terdakwa setelah selesai dipijat.


"Ada (pernah memberikan tips Nur uang), ya tips biasa untuk setelah pijat dan refleksi, biasanya Rp 500 ribu," tandasnya.


Mendengar pengakuan tersebut, hakim anggota Safrudin hanya tersenyum dan menggelengkan kepala karena menilai kesaksian korban di persidangan cenderung inkonsisten.@_Network

 
 
 
Achmad menjelaskan nama Raffi muncul disebut terkait kegiatan sang artis yang sempat berkunjung ke kantor Blueray Cargo di Amerika Serikat (AS). Dilansir dari Tribunnewas, ia menyebut keperluan Raffi di kantor Blueray Cargo AS untuk mengirimkan laptop dan iPhone 17 ke Indonesia, Selasa (9/6/2026).
Achmad menjelaskan nama Raffi muncul disebut terkait kegiatan sang artis yang sempat berkunjung ke kantor Blueray Cargo di Amerika Serikat (AS). Dilansir dari Tribunnewas, ia menyebut keperluan Raffi di kantor Blueray Cargo AS untuk mengirimkan laptop dan iPhone 17 ke Indonesia, Selasa (9/6/2026).

KOORDINATBERITA.COM | Jakarta - Artis multi talenta Raffi Ahmad menjadi perhatian saat namanya muncul dalam sidang perkara suap dan gratifikasi importasi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).


 Munculnya nama Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni ini dalam sidang tersebut membuat pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) angkat bicara.


Plt. Direktur Penyidikan, Achmad Taufik Husein dalam keterangannya membenarkan nama dari bos Rans Entertainment itu disinggung dalam sidang DJBC.


Achmad menjelaskan nama Raffi muncul disebut terkait kegiatan sang artis yang sempat berkunjung ke kantor Blueray Cargo di Amerika Serikat (AS). Dilansir dari Tribunnewas, ia menyebut keperluan Raffi di kantor Blueray Cargo AS untuk mengirimkan laptop dan iPhone 17 ke Indonesia, Selasa (9/6/2026).


"Bahwa betul itu ada fakta saudara RA (Raffi Ahmad) itu menitip," kata Plt. Direktur Penyidikan, Achmad Taufik Husein dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (8/6/2026).


Meski demikian, Taufik menyebut pihaknya belum melakukan pengembangan penyidikan dalam perkara Bea Cukai tersebut.


"Di proses penyidikan yang Blueray kemarin kami tidak kembangkan terlalu jauh karena belum sampai kepada fakta-fakta yang menguatkan bahwa itu jadi bagian dari peristiwa Blueray mengurus keimigrasian di Ditjen Bea Cukai sehingga kemudian itu tidak kami lakukan pemanggilan," ucapnya.


Namun, Taufik menyebut tak menutup kemungkinan pihaknya melakukan penyelidikan mendalam terkait Raffi Ahmad.


"Nah, apakah nanti fakta-fakta persidangan itu akan menjadi fakta baru yang kemudian perlu didalami? Ya kami akan lakukan pemeriksaan-pemeriksaan tentunya," ucapnya."Tapi apakah tadi dikatakan itu penyelundupan? Nah sejauh ini kami belum sampai ke sana karena ini bukan partai yang besar gitu ya, hanya dua unit kalau tidak salah," sambungnya.


Sebagai informasi, nama Raffi Ahmad disebut dalam sidang DJBC di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat, Jumat (5/6/2026).


Dalam sidang tersebut mulanya jaksa menanyakan saksi Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK), Sri Pangastuti alias Tuti terkait permintaan mengirimkan barang Raffi Ahmad ke tanah air.


Tuti membenarkan adanya komunikasi antara dirinya dengan asisten pribadi John Field, saat Raffi Ahmad berkuniuna ke kantor Blueray Cargo di AS.


Siang Ibu Tuti, kebetulan ada Raffi Ahmad kan lagi ke USA main ke kantor kita ada mau kirim laptop dan iPhone, IMEI mereka urus sendiri katanya, apakah bisa?" kata jaksa saat bacakan BAP.@_Network

 
 
 
Blog: Blog
bottom of page