top of page
Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square

Kepala Basarnas RI Marsdya TNI Mohammad Syafii bersama Sekdaprov Jatim Adhy Karyono dan Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto juga terus mendampingi proses evakuasi hingga tuntas.
Kepala Basarnas RI Marsdya TNI Mohammad Syafii bersama Sekdaprov Jatim Adhy Karyono dan Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto juga terus mendampingi proses evakuasi hingga tuntas.

KOORDINATBERITA.COM | Surabaya - Proses pencarian dan pertolongan korban ambruknya Mushalla Ponpes Al-Khoziny Buduran Sidoarjo yang dilakukan Tim Gabungan Basarnas, BPBD Jatim, TNI, Polri dan relawan telah tuntas pada hari ini, Selasa (7/10/2025).


Material bangunan yang menggunung di awal kejadian, Senin (29/9), kini telah bersih setelah dilakukan aksi percepatan penanganan dengan menggunakan sejumlah alat berat.


Korban yang ditemukan hingga akhir kegiatan Operasi SAR juga telah dibawa ke Posko DVI Ante Mortem di RS Bhayangkara Polda Jatim untuk diidentifikasi.


Kepala Basarnas RI Marsdya TNI Mohammad Syafii bersama Sekdaprov Jatim Adhy Karyono dan Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto juga terus mendampingi proses evakuasi hingga tuntas.


Hadir juga sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemprov Jatim, di antaranya, Kadis PU Bina Marga Jatim, Kadis PRKP Cipta Karya dan Kadinsos Jatim.


Selama proses evakuasi, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama sejumlah menteri juga telah memberikan perhatian khusus terhadap proses evakuasi korban, seperti, Menko Bidang PMK RI Pratikno, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo, dan Menteri Agama Nazarudin Umar.


Kepala Basarnas RI Marsdya TNI Mohammad Syafii di lokasi Opsar menyampaikan, per hari ini, Selasa (7/10), operasi SAR secara resmi ditutup karena tugas pencarian dan penyelamatan dinyatakan sudah selesai.


Penutupan kegiatan Operasi SAR ini ditandai dengan apel pasukan yang diikuti segenap elemen yang terlibat dalam proses evakuasi.


"Kami menyampaikan terima kasih kepada Tim Basarnas, BNPB, BPBD, TNI-Polri, relawan, dan seluruh elemen masyarakat yang sejak awal telah berjibaku melakukan evakuasi di zona terdampak," ujarnya.


Kepala Basarnas juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga korban.


"Semoga para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan,” tuturnya.


Sebelumnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa juga menegaskan, Pemprov Jatim akan terus berada di lokasi hingga seluruh korban berhasil diidentifikasi dengan aman dan tuntas.


Per hari ini, Selasa (7/10) fokus penanganan korban akan beralih di RS Bhayangkara Polda Jatim bersama Tim DVI.


Selain proses identifikasi korban, Pemprov Jatim bersama para relawan juga memberikan pelayanan kepada wali santri, berupa pendampingan psikologis, penguatan spiritual dan kegiatan lainnya.@_Adm

 
 
 

Suasana penuh semangat dan kehangatan begitu terasa ketika pemerintah, relawan, akademisi, komunitas, hingga masyarakat umum berkumpul untuk merayakan sekaligus meneguhkan komitmen dalam membangun ketangguhan bangsa menghadapi ancaman bencana.
Suasana penuh semangat dan kehangatan begitu terasa ketika pemerintah, relawan, akademisi, komunitas, hingga masyarakat umum berkumpul untuk merayakan sekaligus meneguhkan komitmen dalam membangun ketangguhan bangsa menghadapi ancaman bencana.

KOORDINATBERITA.COM | Mojokerto - Genderang puncak peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Tahun 2025 menggema di “Bumi Majapahit”, Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (2/10) malam. Hamparan luas lapangan Trowulan menjadi saksi kebersamaan ribuan insan penanggulangan bencana dari berbagai penjuru Indonesia.


Suasana penuh semangat dan kehangatan begitu terasa ketika pemerintah, relawan, akademisi, komunitas, hingga masyarakat umum berkumpul untuk merayakan sekaligus meneguhkan komitmen dalam membangun ketangguhan bangsa menghadapi ancaman bencana.


Serangkaian acara puncak peringatan Bulan PRB 2025 ini tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan momentum bersama untuk menguatkan sinergi. Berbagai kegiatan mulai dari pameran inovasi kebencanaan, diskusi publik, gelar budaya, penanaman pohon, fun run for resilience, hingga simulasi kesiapsiagaan melibatkan partisipasi aktif warga. Semua hadir dengan semangat belajar, berbagi pengalaman dan saling menguatkan.

ree

Peringatan PRB tahun ini mengusung semangat bahwa pengurangan risiko bencana bukan hanya tugas pemerintah semata, melainkan gerakan bersama. Dengan mengedepankan kearifan lokal, inovasi teknologi dan kolaborasi multipihak, diharapkan lahir masyarakat yang semakin tangguh.


Melalui rangkaian peringatan Bulan PRB, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai inisiator bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan bahwa investasi terbaik dalam penanggulangan bencana adalah membangun kesiapsiagaan sejak dini. Lewat momentum ini, Mojokerto tidak hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga simbol semangat gotong royong Indonesia dalam menghadapi bencana.


Surya Majapahit Bersinar di Langit Trowulan

Kabupaten Mojokerto yang dipilih sebagai tuan rumah puncak peringatan Bulan PRB tahun ini bukan secara kebetulan, melainkan sarat akan makna. Mewakili provinsi tuan rumah, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak sempat menyinggung tentang “Surya Majapahit” yang dapat dimaknai sebagai simbol kejayaan masa lalu yang terpahat dalam sejarah Mojokerto sebagai Bumi Majapahit.


Surya yang bersinar dengan delapan sinarnya itu menjadi lambang arah kekuatan. Sama halnya dengan masyarakat hari ini. Sinar itu dimaknai sebagai arah ketanguhan, kesiapan, kepedulian, gotong royong, pegetahuan, inovasi, kearifan lokal, keberanian dan harapan. Delapan cahaya itu menuntun bangsa agar tetap berdiri kokoh di tengah ancaman bencana.


"Nilai-nilai ini yang akan kita lestarikan, sebagai tempat semangat dan ketangguhan Majapahit. Semoga menjadi simbol ketangguhan bencana di seluruh tanah air,” ucap Emil.


Menko PMK Ajak Masyarakat Budayakan Pencegahan Bencana


Berikutnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Pratikno turut mengajak seluruh hadirin yang hadir untuk menjadikan upaya pencegahan bencana menjadi sebuah budaya. Pencegahan itu menurut Pratikno dapat dimulai dari hal yang paling sederhana seperti membuang sampah sembarangan.


"Bencana itu memang bisa datang dengan tidak terduga. Tapi ada jenis bencana seperti banjir kita bisa cegah beberapa waktu sebelumnya,” ungkap Pratikno.


"Tapi tolong kita cegah bencana. Yang sederhana saja. Coba kita buang sampah sembarangan. Kita jaga sungai agar tidak banjir karena sampah,” imbuhnya.


Doa Bersama


Suasana lapangan yang semula riuh, menjadi hening dan penuh khidmat setelah Wakil Gubernur Jawa Timur maupun Menko PMK bersama-sama menyelipkan pesan kepedulian di dalam sambutannya.


Dengan suara yang tenang dan sarat akan empati, keduanya mengajak hadirin yang hadir untuk berdoa bersama atas beberapa kejadian bencana yang melanda wilayah Jawa Timur, seperti gempabumi bermagnitudo (M) 5,7 Banyuwangi, Gempabumi M 6,5 Sumenep dan yang masih dalam penanganan yakni bencana kegagalan teknologi yang menimpa para santri di pondok pesantren Al Khoziny.


“Suasana yang prihatin ini, mari kita doakan semua petugas semoga diberikan keselamatan. Kepada keluarga korban yang terdampak diberikan kekuatan dan yang kepada yang berpulang khusnul khotimah,” ucap Emil Dardak.


“Mohon doanya, semoga bencana semacam ini tidak terulang di kemudian hari. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang selalu tampil untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat di tengah kondisi darurat bencana,” kata Pratikno.


Momentum itu sekaligus menghadirkan rasa kebersamaan yang nyata bahwa di balik peringatan Bulan PRB 2025, ada makna kemanusiaan yang tak boleh lepas. Bencana memang dapat terjadi dan datang kapan saja. Hanya dengan hati yang bersatu bangsa ini akan tetap tangguh.


Bendera Pataka Diboyong ke Banten


Di penghujung rangkaian puncak acara, Letjen TNI Suharyanto S.Sos., M.M., sebagai pucuk pimpinan tertinggi penanggulangan bencana di Indonesia menyerahkan bendera pataka dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada Pemerintah Provinsi Banten.


Momentum penutupan itu sekaligus menjadi penanda bahwa peringatan Bulan PRB tahun 2026 akan dilaksanakan di Provinsi Banten. Bendera pataka pun berpindah dari ujung timur dan secara resmi diboyong menuju ujung barat Pulau Jawa.


Hari ini, Mojokerto mengajarkan satu hal penting, bahwa penguangan risiko bencana adalah tentang kebersamaan. Tentang pemerintah yang hadir mendukung, komunitas yang bergotong-royong, anak-anak yang belajar sejak dini hingga masyarakat yang tak pernah berhenti menjaga alamnya.


Terima kasih Mojokerto, Jawa Timur! Selamat datang Banten! Mari jaga bumi Indonesia seisinya! Salam Tangguh! Salam Kemanusiaan!.@_Adm

 
 
 

Muttaqin Choiri, M.HI. menyoroti fenomena bullying dari perspektif ajaran Islam. Ia menyampaikan bahwa perilaku merendahkan atau menyakiti orang lain merupakan perbuatan yang bertentangan dengan nilai rahmatan lil ‘alamin.
Muttaqin Choiri, M.HI. menyoroti fenomena bullying dari perspektif ajaran Islam. Ia menyampaikan bahwa perilaku merendahkan atau menyakiti orang lain merupakan perbuatan yang bertentangan dengan nilai rahmatan lil ‘alamin.

KOORDINATBERITA.COM | Bangkalan – Pusat Studi Konsultasi Bantuan Hukum dan Syariah (PSBHS) Fakultas Keislaman Universitas Trunojoyo Madura (UTM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengedukasi masyarakat, melalui kegiatan Penyuluhan Hukum Anti Bullying dan Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan, yang dilaksanakan di SMA An-Nur Yayasan Nurul Huda, Desa Pakong, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan, Sabtu, 4/10/2025.


Dengan antusias oleh puluhan siswa dan santri, serta para guru dan pengurus yayasan. Dua pemateri utama, Miqdadul Ilmi, M.H. dan Muttaqin Choiri, M.HI., hadir memberikan penyuluhan yang sarat wawasan hukum sekaligus nilai-nilai moral Islami.


Dalam pemaparannya, Miqdadul Ilmi, M.H. menekankan pentingnya memahami bentuk-bentuk bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah dan pesantren. Ia menjelaskan bahwa bullying bukan hanya sebatas tindakan fisik, tetapi juga dapat berupa kekerasan verbal, sosial, dan digital yang berdampak pada kesehatan mental korban. “Pesantren dan sekolah harus menjadi tempat aman bagi tumbuhnya karakter dan ilmu, bukan ruang yang menumbuhkan rasa takut atau tekanan psikologis,” tegasnya.

ree

Sementara itu, Muttaqin Choiri, M.HI. menyoroti fenomena bullying dari perspektif ajaran Islam. Ia menyampaikan bahwa perilaku merendahkan atau menyakiti orang lain merupakan perbuatan yang bertentangan dengan nilai rahmatan lil ‘alamin.


“Islam menempatkan kehormatan dan harga diri manusia pada posisi yang tinggi. Maka siapa pun yang melakukan perundungan, sejatinya sedang menyalahi ajaran agama,” ujarnya.


Pimpinan Yayasan Nurul Huda, KH. Zairosi dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada PSBHS UTM atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia berharap agar para siswa dan santri dapat mengambil pelajaran penting dari penyuluhan tersebut. “Kami sangat berterima kasih. Semoga anak-anak tidak hanya memahami apa itu bullying, tetapi juga terdorong untuk terus belajar dan menempuh pendidikan tinggi demi masa depan yang lebih baik,” ungkapnya penuh harap.


Direktur PSBHS, Dr. Adiyono, M.HI., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan program bantuan hukum yang disupport oleh Kementerian Hukum Kantor Wilayah Jawa Timur. Menurutnya, kegiatan penyuluhan semacam ini memiliki beberapa dampak penting, di antaranya:


1. Meningkatkan kesadaran hukum siswa dan tenaga pendidik tentang bahaya serta konsekuensi hukum dari tindakan bullying dan kekerasan seksual.


2. Mendorong pembentukan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan berkeadilan, sejalan dengan nilai-nilai syariah dan hukum positif.


3. Menumbuhkan budaya literasi hukum sejak dini, agar generasi muda memiliki kemampuan membedakan hak dan kewajiban, serta menghormati sesama.


4. Memperkuat peran universitas sebagai mitra strategis masyarakat dalam pencegahan kekerasan dan promosi keadilan sosial.


Antusiasme peserta tampak jelas selama sesi tanya jawab, di mana sejumlah siswa mengajukan pertanyaan kritis terkait cara menghadapi bullying di lingkungan sekolah dan pesantren. Situasi ini menunjukkan bahwa para siswa memiliki kepedulian tinggi terhadap isu sosial yang dekat dengan keseharian mereka.


Di akhir kegiatan, PSBHS UTM menegaskan komitmennya untuk terus hadir melayani, mendampingi dan menyebarkan pengetahuan hukum dan nilai-nilai kemanusiaan secara gratis kepada masyarakat kurang mampu.


“Penyuluhan ini bukan sekadar berbagi ilmu, tetapi langkah nyata untuk menanamkan kesadaran hukum dan menumbuhkan generasi yang berani berkata tidak terhadap kekerasan,” tutup Dr. Adiyono.@_ Choiri

 
 
 
Blog: Blog
bottom of page