top of page
Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square

Anggota Unit Reskrim Polsek Pakal Polrestabes Surabaya memburu pembuang bayi perempuan di warung rujak Jalan Raya Babat Jerawat, Pakal, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (12/7/2025) siang.
Anggota Unit Reskrim Polsek Pakal Polrestabes Surabaya memburu pembuang bayi perempuan di warung rujak Jalan Raya Babat Jerawat, Pakal, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (12/7/2025) siang.

KOORDINATBERITA.COM | Surabaya - Petugas medis saat memeriksa bayi perempuan di warung rujak kawasan Jalan Raya Babat Jerawat, Babat Jerawat, Pakal, Surabaya, pada Sabtu (12/7/2025) pagi.


Anggota Unit Reskrim Polsek Pakal Polrestabes Surabaya memburu pelaku pembuang bayi perempuan berusia satu minggu itu. 


Anggota Unit Reskrim Polsek Pakal Polrestabes Surabaya memburu pembuang bayi perempuan di warung rujak Jalan Raya Babat Jerawat, Pakal, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (12/7/2025) siang.


Kapolsek Pakal Polrestabes Surabaya Kompol I Made Jatinegara mengatakan, bayi tersebut diperkirakan berusia satu minggu.


Temuan tersebut didasarkan pada pemeriksaan tim medis yang merawat bayi tersebut di RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH) Surabaya.


Kasus penemuan bayi tersebut masih diselidiki oleh personilnya. Sejumlah saksi juga masih dimintai keterangan di Mapolsek Pakal Polrestabes Surabaya. 


"Sesuai keterangan medis baru 1 minggu (usia bayi). Saat ini kasus penemuan bayi itu, masih penyelidikan. Mohon waktu," ujarnya.

Baca Juga :

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Pakal Polrestabes Surabaya Iptu Eddy Kristanto mengatakan, sudah ada dua orang saksi yang diperiksa untuk menyelidiki kasus temuan bayi perempuan tersebut. Para saksi itu, merupakan penemu bayi pertama kali. 


"2 orang saksi. Kami masih selidiki," ujarnya saat dihubungi.


Bayi perempuan tersebut berusia sekitar tujuh hari, berat badannya sekitar 195 gram, dengan panjang tubuh sekitar 40 cm. 


Sementara Yati (60), sang pemilik warung rujak tempat bayi dibuang hendak libur berjualan saat itu.


Biasanya Yati sudah membuka warung rujaknya itu, antara pukul delapan atau sembilan pagi.


Karena, sejak pagi hari dirinya mengantarkan salah satu anaknya berobat di rumah sakit terdekat, ia berencana libur berjualan hari ini. 


Namun, sang suami meminta tetap berjualan, meskipun dagangannya cuma laku 1-2 pembeli. 


Sembari menunggu suaminya membawa perkakas barang dagangan, Yati membersihkan area warungnya. 


Namun, ia justru  menemukan tas berwarna putih di salah satu meja kecil di balik sisi belakang meja utama warungnya. 


Ia mengaku belum sempat menyentuh tas itu karena terlihat bergerak.


Yati pun memilih meminta bantuan orang lain atau para tetangganya yang kebetulan melintas untuk memeriksa tas tersebut. 


"Tas wadah berkat makanan hajatan. Lalu pakai baju bayi warna oranye. Lalu, kain 'gedong' warna putih. Tidak ada surat wasiat. Kakinya lho kok kedur-kedur (selama dalam tas)," ujarnya saat ditemui  di rumahnya, Sabtu (12/7/2025) malam. 


Setelah mendengar kesaksian warga, jika bungkusan itu berisi seorang bayi, Yati benar-benar merasa kaget. 


Terlepas dari itu, ada hal yang paling disyukuri Yati. Seandainya ia tidak berjualan dan mengabaikan anjuran sang suami, ia tak bisa membayangkan bakal seperti apa nasib jabang bayi tersebut yang tak kunjung ditemukan. 


"Seumpama saya libur enggak jualan. Ya ampun bagaimana kondisi bayi kalau engga ketahuan sampai besok. Iya sampun digariskan. Ealah Nak, semoga dikasih panjang umur, nak yo," pungkasnya.@_Oirul

 
 
 

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar terkait wacana memberangkatkan calon jemaah haji menggunakan kapal sebagai opsi alternatif selain pesawat terbang.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar terkait wacana memberangkatkan calon jemaah haji menggunakan kapal sebagai opsi alternatif selain pesawat terbang.

KOORDINATBERITA.COM | Jakarta -- Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) menegaskan menolak wacana atau usulan pemberangkatan calon jemaah haji menggunakan kapal laut sebagai salah satu alternatif transportasi untuk musim haji 1447 Hijriah.


"Betul, BP Haji tidak setuju keberangkatan haji menggunakan kapal laut," kata Tenaga Ahli BP Haji Ichsan Marsha di Kota Padang, Sumatera Barat, Sabtu (12/7) seperti dikutip dari Antara.


Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar terkait wacana memberangkatkan calon jemaah haji menggunakan kapal sebagai opsi alternatif selain pesawat terbang.


Menurut Ichsan, gagasan atau ide memberangkatkan calon jemaah haji menggunakan kapal laut bertolak belakang dengan semangat yang sedang dibangun BP Haji untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.


Dengan menggunakan kapal laut, kata dia, maka otomatis hal itu berdampak kepada lamanya waktu perjalanan calon jemaah haji dari Indonesia hingga tiba di Arab Saudi.


Selain itu pihaknya menilai usulan tersebut dinilai juga tidak ekonomis. Menurutnya, jika kebijakan tersebut diimplementasikan maka turut berdampak kepada upaya Pemerintah Indonesia yang bertekad mengurangi masa tinggal jemaah selama di Tanah Suci dari 40 hari menjadi 30 hari.


Sementara di sisi lain Presiden RI Prabowo Subianto telah meminta BP Haji agar mencarikan solusi supaya Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) musim berikutnya diturunkan dari musim haji 2025.


"Artinya, usulan menggunakan kapal laut ini akan menggeser keinginan kita di awal tadi, seperti upaya menekan biaya haji dan mengurangi masa tinggal di Tanah Suci," jelas dia.


Terpisah Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan pemerintah Indonesia sedang menjajaki kemungkinan dibukanya jalur laut sebagai alternatif pemberangkatan ibadah umrah dan haji yang saat ini tengah didiskusikan dengan otoritas Arab Saudi.


"Digagas ke depan kami kira sangat prospektif memperkenalkan umrah dan haji melalui kapal laut. Kami juga kemarin berbicara dengan sejumlah pejabat-pejabat di Saudi Arabia," ujar Menag.@_Network

 
 
 

Setibanya di warung tempat jualannya, saksi dibuat kaget. Sebab mendengar suara tangisan bayi yang berasal dari sudut pojok warung. Saksi lalu mengecek ke pojok warung dan melihat tas kain di dalamnya ada bayi yang dibalut kain.
Setibanya di warung tempat jualannya, saksi dibuat kaget. Sebab mendengar suara tangisan bayi yang berasal dari sudut pojok warung. Saksi lalu mengecek ke pojok warung dan melihat tas kain di dalamnya ada bayi yang dibalut kain.

KOORDINATBERITA.COM | Surabaya - Warga Jalan Babat Jerawat, Pakal, Surabaya dihebohkan dengan penemuan bayi di warung rujak Sabtu (12/7) sekitar pukul 10.30. Bayi perempuan itu diduga berusia sekitar 7 hari ditemukan di pojok warung.


Kabid Darlog BPBD Kota Surabaya Linda Novanti mengatakan bayi ditemukan pertama kali oleh Yati seorang penjual rujak yang hendak membuka warungnya Sabtu sekitar pukul 10.30.


Setibanya di warung tempat jualannya, saksi dibuat kaget. Sebab mendengar suara tangisan bayi yang berasal dari sudut pojok warung. Saksi lalu mengecek ke pojok warung dan melihat tas kain di dalamnya ada bayi yang dibalut kain.


Saksi kemudian meminta tolong warga sekitar dan diteruskan ke Command Center 112 serta Polsek Pakal. "Bayi perempuan berusia sekitar 7 hari ditemukan dalam tas kain putih oleh ibu penjual rujak," ujarnya, Sabtu (12/7).


Linda menambahkan, petugas gabungan yang mendatangi lokasi memberikan penanganan awal terhadap bayi. Selanjutnya bayi dievakuasi petugas gabungan ke Rumah Sakit Bhakti Dharma Husada (BDH) untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.


"Kejadian penemuan bayi masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian," ucapnya.@_Oirul

 
 
 
Blog: Blog
bottom of page