top of page
Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
KPK tidak menutup kemungkinan adanya pengembangan perkara ke tingkat daerah. Mengingat Bea Cukai memiliki kantor perwakilan di tingkat provinsi, penyidik akan memeriksa apakah ada peran dari Kantor Wilayah (Kanwil) dalam memuluskan praktik suap sebelum sampai ke tingkat pusat.
KPK tidak menutup kemungkinan adanya pengembangan perkara ke tingkat daerah. Mengingat Bea Cukai memiliki kantor perwakilan di tingkat provinsi, penyidik akan memeriksa apakah ada peran dari Kantor Wilayah (Kanwil) dalam memuluskan praktik suap sebelum sampai ke tingkat pusat.

KOORDINATBERITA.COM | Jakarta - KPK terus mengusut kasus suap importasi barang di Ditjen Bea Cukai. KPK akan akan mengusut dua produsen rokok di Jatim dan Jateng yang diduga memberi suap.


"Saat ini di antaranya dari Jawa Tengah dan juga Jawa Timur. Kita akan mintai keterangan saksi-saksi, pemberian uang itu dari perusahaan rokok mana saja. Perusahaan-perusahaan ini akan kita mapping siapa saja yang melakukan pemberian kepada oknum di Bea Cukai tersebut," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, di gedung Merah Putih, Jakarta, Senin (2/3/2026).


Meski kasus ini bermula dari temuan di pusat, KPK tidak menutup kemungkinan adanya pengembangan perkara ke tingkat daerah. Mengingat Bea Cukai memiliki kantor perwakilan di tingkat provinsi, penyidik akan memeriksa apakah ada peran dari Kantor Wilayah (Kanwil) dalam memuluskan praktik suap sebelum sampai ke tingkat pusat.


"Terbuka kemungkinan untuk melakukan pendalaman kepada kantor-kantor wilayah Ditjen Bea Cukai. Kami akan cek kewenangannya seperti apa, apakah proses atau mekanisme cukai itu berangkat dari kewilayahan kemudian ke pusat atau seperti apa," tambahnya.


Budi mengatakan korupsi di sektor cukai menjadi perhatian serius KPK lantaran berdampak langsung terhadap masyarakat. Dengan adanya manipulasi cukai, barang-barang yang seharusnya dibatasi peredarannya demi alasan kesehatan, seperti rokok dan miras, menjadi tidak terkontrol.


"Artinya ini kan secara sosial juga berdampak ke masyarakat," tambahnya.


Budi berharap penyidikan ini tidak hanya berhenti pada penghukuman oknum, tetapi juga menjadi momen perbaikan sistem di Kementerian Keuangan. Dia menyebut KPK bakal membedah celah antara prosedur baku dengan praktik nyata di lapangan.


"Sehingga nanti dari satuan pengawas di internal DJBC ataupun dari Itjen Kemenkeu misalnya bisa melakukan tindak lanjut atas perbaikan sistem itu," pungkasnya.


Hingga saat ini, KPK belum membeberkan daftar perusahaan rokok yang terlibat. Namun, KPK menyebut akan membuka identitas mereka secara transparan saat proses pemanggilan saksi dimulai.


KPK sebelumnya mengungkap barang KW atau palsu dan ilegal bisa masuk ke Indonesia gara-gara kasus suap pegawai Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan. KPK menyebutkan suap itu membuat pengecekan tidak dilakukan sesuai dengan aturan.


Asep Guntur mengungkap ada kesepakatan antara Kasi Intel Bea dan Cukai, Orlando Hamonangan, dan Kasubdit Intel Bea dan Cukai Sisprian Subiaksono dengan pemilik PT Blueray John Field, Ketua Tim Dokumen Importasi PT Blueray Andri, serta Manager Operasional PT Blueray Dedy Kurniawan pada Oktober 2025. Mereka diduga sepakat mengatur jalur importasi barang ke Indonesia.


KPK mengatakan Peraturan Menteri Keuangan mengatur dua jenis jalur dalam pelayanan pengawasan barang impor. Ada jalur hijau yang merupakan jalur pengeluaran barang tanpa cek fisik dan ada jalur merah yang merupakan jalur pengeluaran barang dengan cek fisik.


"Selanjutnya, FLR (pegawai Bea Cukai Filar) menerima perintah dari ORL (Orlando) untuk menyesuaikan parameter jalur merah dan menindaklanjutinya dengan menyusun rule set pada angka 70 persen," ujar Asep seperti dikutip, Jumat (6/2).


Total saat ini ada tujuh tersangka kasus suap impor barang di Bea Cukai. Berikut identitasnya:


1. Rizal (RZL) selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (P2 DJBC) periode 2024 sampai Januari 2026;

2. Sisprian Subiaksono (SIS) selaku Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kasubdit Intel P2 DJBC);

3. Orlando (ORL) selaku Kepala Seksi Intelijen Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kasi Intel DJBC);

4. Jhon Field (JF) selaku Pemilik PT Blueray

5. Andri (AND) selaku Ketua Tim Dokumen Importasi PT Blueray

6. Dedy Kurniawan (DK) selaku Manager Operasional PT Blueray.

7. Budiman Bayu Prasojo (BBP) selaku Kepala Seksi Intelijen Cukai P2 DJBC Bea Cukai.@_Network

 
 
 
Budi menyebut penyelidikan akan menelusuri peran para kepala kantor wilayah, termasuk fungsi kepabeanan dan cukai serta mekanisme kerja dari wilayah ke pusat.
Budi menyebut penyelidikan akan menelusuri peran para kepala kantor wilayah, termasuk fungsi kepabeanan dan cukai serta mekanisme kerja dari wilayah ke pusat.

KOORDINATBERITA.COM | Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang mengusut lebih lanjut dugaan korupsi kepabeanan dan cukai di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan hingga ke tingkat wilayah, tidak hanya di kantor pusat Jakarta saja.


“Tentu terbuka kemungkinan karena Bea Cukai itu kan juga punya kantor-kantor perwakilan ya di tingkat provinsi,” ujar Budi Prasetyo Juru Bicara KPK.


Budi menyebut penyelidikan akan menelusuri peran para kepala kantor wilayah, termasuk fungsi kepabeanan dan cukai serta mekanisme kerja dari wilayah ke pusat.


“Dengan demikian, tentu terbuka kemungkinan untuk melakukan pendalaman kepada kantor-kantor wilayah Ditjen Bea Cukai,” ujarnya.


Pada 4 Februari 2026, KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Ditjen Bea Cukai. Salah satu yang ditangkap adalah Rizal Kepala Kanwil Bea Cukai Sumatera Bagian Barat.


Sehari kemudian, KPK menetapkan enam dari 17 orang yang ditangkap sebagai tersangka dugaan suap dan gratifikasi terkait impor barang tiruan (KW).

Tersangka ialah Rizal (RZL) Direktur Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai periode 2024–Januari 2026, Sisprian Subiaksono (SIS Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan, dan Orlando Hamonangan (ORL) Kepala Seksi Intelijen.


Tiga tersangka lain adalah John Field (JF) pemilik Blueray Cargo, Andri (AND) Ketua Tim Dokumentasi Importasi, dan Dedy Kurniawan (DK) Manajer Operasional.


Pada 26 Februari 2026, KPK kembali menetapkan tersangka baru, yaitu Budiman Bayu Prasojo (BBP) Kepala Seksi Intelijen Cukai Direktorat Penindakan dan Penyidikan.


Penetapan tersangka baru dilakukan setelah pendalaman saksi dan penggeledahan rumah aman di Ciputat, Tangerang Selatan, pada 13 Februari 2026, yang turut menyita sekitar Rp5,19 miliar dalam lima koper.


Pada 27 Februari 2026, KPK juga tengah mendalami dugaan korupsi pengurusan cukai, terutama setelah penyitaan uang di Ciputat, yang diduga terkait praktik kepabeanan dan cukai.@_Network

 
 
 
Sejumlah penerbangan di kawasan jazirah Arab dilaporkan terdampak, sempat memunculkan kekhawatiran bagi jemaah yang sedang menjalankan ibadah umrah.
Sejumlah penerbangan di kawasan jazirah Arab dilaporkan terdampak, sempat memunculkan kekhawatiran bagi jemaah yang sedang menjalankan ibadah umrah.

KOORDINATBERITA.COM | Surabaya - Kabar memanasnya konflik di Timur Tengah akibat serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran, sejak Sabtu, 28 Februari 2026, membuat banyak keluarga di Indonesia waswas.


Sejumlah penerbangan di kawasan jazirah Arab dilaporkan terdampak, sempat memunculkan kekhawatiran bagi jemaah yang sedang menjalankan ibadah umrah.


Di tengah situasi itu, Sinyo Devara, jamaah asal Surabaya, baru saja tiba di Mekkah hari yang sama dengan serangan tersebut. Dial menceritakan sempat diliputi rasa panik ketika mengetahui kabar tersebut.


"Sempat panik karena tahu kabarnya pas sampai sini. Buka HP dan pada banyak yang chat tanya keadaan saya," kata pria yang biasa disapa Sinyo itu, Selasa (3/3/2026).


Dia menyebut, notifikasi pesan yang terus. masuk dari keluarga dan teman membuat suasana hatinya campur aduk. Jarak ribuan kilometer terasa semakin jauh ketika kabar konflik mencuat bersamaan dengan momen kedatangannya di Tanah Suci.


Arahan Travel dan Pilihan Penerbangan Langsung


Namun, dia mengaku lega karena pihak travel yang membawa rombongannya terus memberikan arahan terkait perkembangan situasi yang terjadi.


"Yang direct (penerbangan) bisa langsung pulang. Sedangkan yang transit enggak bisa balik. Beberapa banyak yang hangus karena tidak jadi terbang pulang dan akhirnya beli tiket pesawat yang langsung direct ke Indonesianya," ujar Sinyo Devara.


Dia pun bersyukur perjalanan umrahnya ini menggunakan penerbangan langsung daril Surabaya menuju Jeddah dengan maskapai Lion Air.


"Insya Allah aman, bismillah aman. Balik tanggal 11 Maret 2026," katanya.


Meski sempat cemas, Sinyo berusaha menenangkan diri dan kembali memusatkan niatnya pada ibadah.


Kepada Koordinatberita.com, dia mengatakan, memang sengaja memilih berangkat umrah di bulan Ramadhan karena menghadirkan ketenangan batin yang sulit didapatkan di tempat lain.


"Senang aja karena bisa lebih fokus ke ibadah. Ini umrah Ramadhan kedua, sebelumnya tahun 2024 akhir Ramadhan hingga Lebaran di Mekkah," kata salah satu pentolan suporter Persebaya Surabaya itu.


Aktivitas Jamaah Masih Normal

Sementara itu, A Afif Amrullah, Tour Leader PT Borneo Exotic Tour (BE Travel) Surabaya, memastikan bahwa rombongan umrah yang berangkat pada 28 Februari 2026 lalu menggunakan maskapai Lion Air rute Surabaya-Jeddah mendarat dengan selamat.


"Alhamdulillah bisa terbang dan mendarat dengan selamat. Kemudian, melanjutkan perjalanan ke kota Madinah yang situasinya masih berjalan normal tidak ada perubahan satu apa pun akibat dari serangan yang terjadi di Iran," ujar Afif.


Menurut dia, hingga kini belum ada informasi resmi mengenai dampak penerbangan dari dan menuju Indonesia. Namun, dia berharap seluruh jadwal keberangkatan dan kepulangan tetap berjalan sesuai rencana.


"Tentu kami berharap mudah-mudahan proses penerbangan dari dan menuju Indonesia bisa berjalan sesuai rencana sehingga jamaah tetap terjadwal untuk pelaksanaan ibadahnya baik berangkat maupun pulang yang tentu mengutamakan pengamanan dari seluruh jemaah umrah. Indonesia," katanya.


Untuk itu, Afif juga memastikan aktivitas jemaah di Mekkah dan Madinah masih berlangsung seperti biasa aman dan berjalan normal.


pilihan paket yang dibagi menjadi tiga periode, yakni awal, akhir dan full Ramadhan.


"Secara umum dari tahun ke tahun minat umrah Ramadhan stabil. Tapi, kalau di travel saya memang ada peningkatan sampai 40 persen," pungkas A Afif Amrullah.@_Network

 
 
 
Blog: Blog
bottom of page