Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
No tags yet.
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • redaksikoordnatberita

Lima Tersangka Jual Merkuri Ilegal Diringkus Polda Jatim


Koordinatberita.com,(Surabaya)- Lima (5) orang tersangka yakni, Agung Widjaja (41), Ali Bandi (49), Achmad Hidayat (35), Agung S (50) dan M Rafik (35). Pasalnya, mereka ditangkap polisi telah melakukan penjualan bahan beracun berbahaya (B3) tanpa memiliki ijin ( Ilegal ) dan mereka juga berperan sebagai pengelolah, penjual hingga pembeli. Dan kini Polda Jatim melalui Ditreksrimsus mengungkap praktik perdagangan Merkuri ilegal yang dijual secara online


Merkuri merupakan produk bahan beracun berbahaya (B3) yang dijual tanpa ijin (ilegal) itu telah diperdagangkan tersangka dengan cara bebas yang melalui online dengan dikemas dalam botol berukuran satu kilogram dengan merk 'Gold' melalui situs indonetwork.co.id dengan nama akun UD Joyo Jaya dan UD Tansah Rahayu.


"Ada dua gudang, lokasinya ada di Sidoarjo," terang Direskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Achmad Yusep ulas Koordinatberita.com, saat menggelar jumpa pers, Selasa (13/8).


Selain mengamankan para tersangka, Petugas juga telah mengamankan alat yang dipakai untuk mengolah Merkuri. Termasuk bahan pembuatan Merkuri , meliputi, Sianida, Nikel, Batu Sinabar dan beberapa unit tabung suling.


"Barang-barang berupa kemasan Merkuri sebanyak 200 kilogram (juga diamankan),"sambungnya.


Sementara digudang yang kedua, petugas mendapatkan sejumlah barang bukti. Salah satunya, produk Merkuri siap edar. Total Merkuri siap edar yang diamankan dari kedua tempat sebanyak 414 kilogram.


"Dan kemudian alat-alat untuk membuat pemurnian daripada Merkuri, dimana Merkuri ini dibuat dengan bahan batu sinabar dan hasil dari pemeriksaan, batu sinabar ini didapat dari Provinsi Maluku, tepatnya di Pulau Buru atau sebelahnya Gunung Botak," terangnya.


Disampaikan Yusep, satu ton Batu Sinabar dapat menghasilkan 500 kilogram merkuri. Tentu saja, setelah dilakukan proses pemurnian dengan menggunakan bahan lain seperti Sianida, Nikel serta biji besi.


Satu kilogram Merkuri yang dihasilkan, dijual oleh tersangka seharga Rp1,5 juta.


"Harga tersebut akan melonjak ketika dijual dilokasi tambang emas,bisa mencapai 2,5 juta rupiah," pungkasnya.


Perlu diketahui, Merkuri atau air raksa merupakan unsur kimia golongan logam yang dibutuhkan oleh dunia pertambangan emas dan kesehatan. Namun di Indonesia, penggunaan maupun perdagangan unsur ini sangat dibatasi, bahkan nyaris dilarang. Apalagi itu dilakukan oleh masyarakat umum.


Hal tersebut sesuai dengan undang-undang nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batu bara. Serta, undang-undang nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan.


Karena dianggap melanggar kedua aturan tersebut, kelima tersangka akhirnya ditahan. Dan diancam dengan hukuman penjara selama empat tahun, denda hingga sepuluh miliar rupiah.@_A6/Oirul

16 tampilan

Koordinatberita.com

Lebih dari sekadar media digital, yang berafiliasi berita online, cetak, elektrnik, Tv atau kantor pemberitaan oleh swasta. koordinatberita.commengusung platform kolaboratif dan interaktif yang dibangun melalui inovasi, teknologi dan bukan media yang mengintervensi, tapi kritik cerdas. koordinatberita.com menjunjung tinggi kredibilitas, memegang teguh etika jurnalisme.

 

Koordinatberita.com berakta Notaris No: 27, PT. Sinar Katulistiwa Nusantara berbadan hukum siah terdaftar dalam Kementerian Hukum dan Ham RI, NomerAHU-0044771.AH.01.01. Tahun 2018 / Daftar Perseroan Nomer AHU-0124529.AH.01.11.Tahun 2018 Tanggal 21 September. 

  • Facebook
  • Twitter
  • LinkedIn

©2018 BY KOORDINAT BERITA. PT Sinar Katulistiwa Nusantara (