top of page

Kejari Tanjung Perak Eksekusi Uang Pengganti Korupsi Kredit Macet PT SEP di Bank Jatim Rp7,5 Miliar


"Uang pengganti itu berasal dari perkara kredit macet PT. Semesta Eletrindo Pura (SEP) di Bank Jatim dari tahun 2012 hingga 2015. Modusnya PT. Semesta Eletrindo Pura mengalihkan pembayaran pekerjaan proyek sehingga kredit modal kerja tersebut menjadi kredit macet (Call lima)," kata Kajari Tanjung Perak, Ricky Setiawan Anas melalui Kasi Pidsus, Ananto Tri Sudibyo pada Kamis (9/5).
"Uang pengganti itu berasal dari perkara kredit macet PT. Semesta Eletrindo Pura (SEP) di Bank Jatim dari tahun 2012 hingga 2015. Modusnya PT. Semesta Eletrindo Pura mengalihkan pembayaran pekerjaan proyek sehingga kredit modal kerja tersebut menjadi kredit macet (Call lima)," kata Kajari Tanjung Perak, Ricky Setiawan Anas melalui Kasi Pidsus, Ananto Tri Sudibyo pada Kamis (9/5).

KOORDINATBERITA.COM | Surabaya - Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak melakukan eksekusi uang pengganti tindak pidana korupsi kredit macet sebesar Rp7.552.800.498.58 dari dua terpidana yakni Henry Kusnohardjo dan Bram Kusnohardjo, Selasa (7/5).


Kedua terpidana tersebut memiliki jabatan penting di PT Semesta Eltrindo Pura (SEP), Henry Kusnohardjo merupakan Direktur sedangkan Bram Kusnohardjo selaku Komisaris.


"Uang pengganti itu berasal dari perkara kredit macet PT. Semesta Eletrindo Pura (SEP) di Bank Jatim dari tahun 2012 hingga 2015. Modusnya PT. Semesta Eletrindo Pura mengalihkan pembayaran pekerjaan proyek sehingga kredit modal kerja tersebut menjadi kredit macet (Call lima)," kata Kajari Tanjung Perak, Ricky Setiawan Anas melalui Kasi Pidsus, Ananto Tri Sudibyo pada Kamis (9/5).


Ananto menambahkan setelah dibuatkan berita acara pelaksanaan eksekusi uang pengganti dan penandatanganan berita acara pelaksanaan eksekusi.


Maka uang pengganti sebesar Rp7,5 miliar lebih tersebut yang sebelumnya dititipkan di Bank Jatim kemudian dipindahkan ke rekening pemerintah lainnya (RPL) Kejari Tanjung Perak untuk dilakukan penyetoran ke Kas Negara sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dengan kode billing: 820240507810657.


"Pelaksanaan eksekusi uang pengganti tersebut berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Tipikor  Nomor : 137/Pid.Sus-TPK/2023/PN.Sby. Tanggal 17 April 2024," pungkasnya.


Dalam kasus ini, Bram Kusnohardjo dan Henry Kusnohardjo didakwa dengan pasal 2 Ayat 1 huruf a UU No 31 Tahun 1999 jo UU No 20 tahun 2001 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak Pidana korupsi subsider pasal 3 UU No 31 Tahun 1999 jo UU No 20 tahun 2001 tentang pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.


Keduanya telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan subsider.


Majelis hakim saat itu telah menjatuhkan hukuman pidana penjara selama 1 tahun, denda Rp50 Juta atau subsider 1 bulan kurungan dan membayar uang pengganti sebesar Rp.7.552.800.498,58 paling lama dalam waktu satu bulan sesudah putusan ini berkekuatan hukum tetap.


Jika tidak membayar maka harta bendanya disita dan dilelang oleh Jaksa untuk menutupi Uang Pengganti tersebut dengan ketentuan apabila Terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi maka dipidana dengan pidana penjara selama 1 tahun.@_Oirul

3 tampilan

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Comments

Rated 0 out of 5 stars.
No ratings yet

Add a rating
Single Post: Blog_Single_Post_Widget
Recent Posts