top of page

Jelang Imlek dan Ramadan 2026, di Surabaya Tak Ada Lonjakan Harga Pangan


Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan larangan kenaikan harga pangan saat kunjungan kerja ke Surabaya, kini Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan kondisi harga bahan pokok di Kota Pahlawan tetap stabil menjelang perayaan Imlek dan Bulan Ramadan 2026.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan larangan kenaikan harga pangan saat kunjungan kerja ke Surabaya, kini Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan kondisi harga bahan pokok di Kota Pahlawan tetap stabil menjelang perayaan Imlek dan Bulan Ramadan 2026.

KOORDINATBERITA.COM | Surabaya – 

Di tengah isu kenaikan harga pangan jelang Imlek dan Ramadhan, sejumlah komoditas di Kota Surabaya terpantau relatif stabil dan beberapa komoditas lain justru mengalami penurunan harga.


Setelah beberapa hari yang lalu Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan larangan kenaikan harga pangan saat kunjungan kerja ke Surabaya, kini Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan kondisi harga bahan pokok di Kota Pahlawan tetap stabil menjelang perayaan Imlek dan Bulan Ramadan 2026.


Kepastian tersebut sekaligus menjadi jawaban sekaligus tindak lanjut pemerintah daerah atas arahan pemerintah pusat untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang hari besar keagamaan.


Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, menyampaikan bahwa hingga akhir Januari 2026, stok pangan di Surabaya berada dalam kondisi aman dan distribusi berjalan lancar. 


Kondisi tersebut diperkuat dengan capaian Indeks Ketahanan Pangan (IKP) Kota Surabaya tahun 2025 yang berada di angka 73,28, menandakan ketahanan pangan daerah berada dalam kategori baik dan relatif stabil.


"Menjelang Imlek dan Bulan Ramadan tahun ini, stok pangan di Kota Surabaya berada dalam kondisi aman," tegas Antiek saat dikonfirmasi pada Kamis (29/1/2026).


"Hal ini juga tercermin dari Indeks Ketahanan Pangan Surabaya tahun 2025 yang berada di angka 73,28. Kami terus melakukan pengawasan agar ketersediaan dan distribusi tetap lancar," imbuhnya.


Harga Komoditas Strategis Terpantau Stabil


Berdasarkan pemantauan melalui Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Pokok di Jawa Timur per 27 Januari 2026, harga sejumlah komoditas utama di pasar-pasar Surabaya terpantau stabil tanpa kenaikan signifikan.


Harga beras premium tercatat Rp15.416 per kilogram, sementara beras medium berada di kisaran Rp12.666 per kilogram. Gula kristal putih juga relatif stabil di angka Rp16.833 per kilogram.


Untuk komoditas minyak goreng, harga minyak goreng curah berada di Rp19.833 per kilogram, minyak goreng kemasan premium Rp18.166 per liter, serta Minyakita tercatat Rp16.183 per liter. Sementara itu, harga daging sapi paha belakang terpantau stabil di angka Rp115.000 per kilogram.


Menariknya, sejumlah komoditas justru mengalami penurunan harga. Daging ayam ras tercatat turun menjadi Rp36.250 per kilogram, sementara telur ayam ras menurun menjadi Rp27.583 per kilogram. Adapun harga daging ayam kampung berada di kisaran Rp65.833 per ekor dan telur ayam kampung stabil di angka Rp46.133 per kilogram.


Antisipasi Lewat GPM dan Operasi Pasar


Antiek menjelaskan, stabilitas harga tersebut tidak lepas dari langkah antisipatif Pemkot Surabaya dalam menghadapi potensi lonjakan permintaan jelang hari besar keagamaan. DKPP Surabaya secara rutin melakukan pemantauan pasar serta menjalin koordinasi dengan distributor dan pengelola pasar tradisional.


"Ketika permintaan meningkat atau pasokan rawan berkurang, kami akan segera berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk menyediakan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau bagi masyarakat," jelasnya.


Pemkot Surabaya juga menyiapkan langkah cepat berupa pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) maupun operasi pasar jika ditemukan indikasi kenaikan harga atau gangguan pasokan.


Dengan kondisi stok dan harga yang relatif stabil, Pemkot Surabaya mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan berbelanja secara bijak menjelang Imlek dan Ramadan.


"Kami mengajak masyarakat untuk berbelanja sesuai kebutuhan dan tidak melakukan panic buying maupun penimbunan. Pemerintah memastikan stok pangan tersedia dan distribusi berjalan aman sehingga kebutuhan warga tetap terpenuhi," pungkas Antiek.@_Network

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
Single Post: Blog_Single_Post_Widget
Recent Posts
Kami Arsip
bottom of page