Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
No tags yet.
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • R

Jalan Tol Memang Bayar. Tapi lewat Tol, Bisa Mempersingkat waktu


“Samsul Ma’arif: ‘JALAN TOL - OPTIMIS,’ Mungkin sampai separuhnya”

Koordinatberita.com, (Surabaya)- Jalan Tol yang baru saja di resmikan oleh Persiden Jokowi, tanggal 20 Januari 2019 kemarin telah menuai Pro dan kontara. Namun beda, apa yang di komentarkan dalam akun resminya yakni Samsul Ma’arif salah satu pengusaha Ekpor dan Impor. Pihaknya menyebutkan bahwa lewat memang bayar.”Tapi lewat Tol, bisa mempersingkat waktu. Disamping itu juga bikin awet part kendaraan. Dan hemat BBM,” sebutnya.

“Saya mengoperasikan truk trailer yang biasanya kirim container barang impor-ekspor”. Sabtu, (2/2).

Kendati, Pro dan kontranya tarif tol yang melangit hingga membuat  DPC Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda)  merasa keberatan itu. Pengusaha Ekspor- Impor yang satu ini, justru beranggapan positip. “ Saya sering kirim container barang Impor, dari Tanjung Perak Surabaya, ke sebuah perusahaan di Karanglo Malang. Selainnya, ini kalau lewat jalan biasa, sehari cuma dapat satu kali pengiriman ( rit). Itupun gak bisa maksimal karna kalau Jumat-Sabtu siang hari jalan Surabaya-Malang ditutup untuk kendaraan besar.” Jelas dalam akunnya. 

Jelas, Samsul Ma’arif lagi yang akrap dipanggi oleh keluraganya ‘Arif’. Dengan lewat tol, saat tol Surabaya-Malang dibuka pertengahan tahun ini, sehari saya perkirakan bisa kirim 2 rit per kendaraan. Karna Surabaya-Malang bisa ditempuh tak lebih dari 2 jam. 

“Tarif pengiriman container 20 feet ke Karanglo Malang, Rp 2 juta. Rp 2 juta ini dibagi biasanya untuk operasional sopir borongan Rp 800 rb. Itu sdh termasul BBM. Jika dapat 2 rit, berarti sopir dapat gross Rp 1,6 jt,” rincinya. “Saya sebagai pengusaha-nya dapat Rp 1,2 jt. Kalau 2 rit, bisa dapat 2,4 jt,” aku Maarif. Dengan operasional tambahan tarif tol, anggap saja 2 × Rp200rb: Rp 400 rb. “Saya kira, tambahan ini gak memberatkan. Harusnya bisa dibicarakan antara sopir dan pengusaha. Kalaupun dibebankan hanya pengusaha saja, saya kira saya sebagai pengusaha gak keberatan. Karna sudah dapat 2 putaran. Jadi kalau mau mikir panjang, ending-nya semua untung,” Diatas itu perhitungan idealis. Memang ada banyak faktor yang mempengaruhi kenyataan di lapangan. “Tapi, Orang optimis adalah orang yang siap bekerja keras merealisasikan kondisi ideal menjadi kenyataan di lapangan!,” pungkas dia.@_Oirul. 


11 tampilan
  • Facebook
  • Twitter
  • LinkedIn

©2018 BY KOORDINAT BERITA. PT Sinar Katulistiwa Nusantara (