Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
No tags yet.
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • redaksikoordnatberita

Ketika Agama Kehilangan Tuhan


K.H.A.Mustofa Bisri, adalah sosok ulama NU dan Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibiin Rembang, memberikan renungan tentang keberagamaan di masyarakat kita.

Nama Gus Mus sudah tak asing lagi di kanca masyarakat awam maupun di dunia akademis ataupun intelektual. Dan bukan hanya nama yang dikenal tapi karya pun juga di kenal banyak orang. Kerena Gus Mus sudah dikenal dengan pahlawan Hak Asasi Manusia (HAM)


Dari Koordinatberita.com. berikut pesan penting dari Gus Mus, panggilan akrab tokoh Nahdlatul Ulama ini.


Dulu agama menghancurkan berhala. Kini agama jadi berhala. Tak kenal Tuhannya, yang penting agamanya.


Dulu orang berhenti membunuh karena agama. Sekarang orang _*saling membunuh karena agama*_.


Dulu orang saling mengasihi karena beragama. Kini orang _*saling membenci karena beragama*_.


Agama tak pernah berubah ajarannya dari dulu,Tuhannya pun tak pernah berubah dari dulu. Lalu yang berubah apanya? Manusianya?


Dulu orang _*belajar agama sebagai modal, untuk mempelajari ilmu lainnya*_. Sekarang orang malas belajar ilmu lainnya, maunya belajar agama saja.


Dulu _*pemimpin agama dipilih berdasarkan kepintarannya, yang paling cerdas diantara orang-orang lainnya*_. Sekarang orang yang paling dungu yang tidak bisa bersaing dengan orang-orang lainnya, dikirim untuk belajar jadi pemimpin agama.


Dulu para siswa diajarkan untuk harus belajar giat dan berdoa untuk bisa menempuh ujian. Sekarang _*siswa malas belajar, tapi sesaat sebelum ujian berdoa paling kencang*_, karena diajarkan pemimpin agamanya untuk berdoa supaya lulus.


Dulu agama mempererat hubungan manusia dengan Tuhan. Sekarang manusia jauh dari Tuhan karena terlalu sibuk dengan urusan-urusan agama.


Dulu agama ditempuh untuk mencari Wajah Tuhan. Sekarang _*agama ditempuh untuk cari muka di hadapan Tuhan*_.


Esensi beragama telah dilupakan. Agama kini hanya komoditi yang menguntungkan pelaku bisnis berbasis agama, karena semua yang berbau agama telah didewa-dewakan, takkan pernah dianggap salah, tak pernah ditolak, dan jadi keperluan pokok melebihi sandang, pangan, papan. Agama jadi hobi, tren, dan bahkan pelarian karena tak tahu lagi mesti mengerjakan apa.


Agama kini diperTuhankan, sedang Tuhan itu sendiri dikesampingkan. Agama dulu memuja Tuhan. Agama kini menghujat Tuhan. _*Nama Tuhan dijual, diperdagangkan, dijaminkan, dijadikan murahan, oleh orang-orang yang merusak, membunuh, sambil meneriakkan nama Tuhan*_.


Tuhan mana yang mengajarkan tuk membunuh? Tuhan mana yang mengajarkan tuk membenci? Tapi manusia membunuh, membenci, mengintimidasi, merusak, sambil dengan bangga meneriakkan nama Tuhan, berpikir bahwa Tuhan sedang disenangkan ketika ia menumpahkan darah manusia lainnya.


Agama dijadikan senjata tuk menghabisi manusia lainnya. Dan tanpa disadari manusia sedang merusak reputasi Tuhan, dan sedang mengubur Tuhan dalam-dalam di balik gundukan ayat-ayat dan aturan agama.@_Red-Koordinatberita.com


Gus Mus

https://www.ngopibareng.id/timeline/ketika-agama-kehilangan-tuhan-ini-kegelisahan-gus-mus-2984078

18 tampilan

Koordinatberita.com

Lebih dari sekadar media digital, yang berafiliasi berita online, cetak, elektrnik, Tv atau kantor pemberitaan oleh swasta. koordinatberita.commengusung platform kolaboratif dan interaktif yang dibangun melalui inovasi, teknologi dan bukan media yang mengintervensi, tapi kritik cerdas. koordinatberita.com menjunjung tinggi kredibilitas, memegang teguh etika jurnalisme.

 

Koordinatberita.com berakta Notaris No: 27, PT. Sinar Katulistiwa Nusantara berbadan hukum siah terdaftar dalam Kementerian Hukum dan Ham RI, NomerAHU-0044771.AH.01.01. Tahun 2018 / Daftar Perseroan Nomer AHU-0124529.AH.01.11.Tahun 2018 Tanggal 21 September. 

  • Facebook
  • Twitter
  • LinkedIn

©2018 BY KOORDINAT BERITA. PT Sinar Katulistiwa Nusantara (