top of page

Kembali Ingatkan 1998, Mahasiswa Desak Jokowi Bikin Pernyataan Resmi Tolak Wacana 3 Periode


Ilustrasi
Ilustrai

KOORDINATBERITA.COM| Jakarta - Aliansi Mahasiswa Indonesia atau AMI mendesak kepada Presiden Joko Widodo alias Jokowi, untuk segera membuat pernyataan resmi menolak masa perpanjangan jabatan presiden tiga periode dan atau penundaan Pemilu. Perwakilan Koordinator AMI Bogor, Ruben Bentiyan mengatakan jika Jokowi tidak melaksanakan itu maka AMI akan turun ke jalan serentak diseluruh Indonesia.

“Kami harap Presiden selaku pejabat tertinggi atau kepala Negara, perlu menyikapi dengan tegas perihal polemik wacana penundaan Pemilu atau perpanjangan masa Jabatan Presiden. Untuk itu kami dari AMI meminta Jokowi mengeluarkan pernyataan resminya untuk menolak,” kata Ruben kepada Tempo, Senin 4 April 2022.
“Kami harap Presiden selaku pejabat tertinggi atau kepala Negara, perlu menyikapi dengan tegas perihal polemik wacana penundaan Pemilu atau perpanjangan masa Jabatan Presiden. Untuk itu kami dari AMI meminta Jokowi mengeluarkan pernyataan resminya untuk menolak,” kata Ruben kepada Tempo, Senin 4 April 2022.

Hal ini, mengingatkan Lengsernya Soehato pada Mei 1998 yang menghendaki masa jabatan sebagai Presiden. Akaibat seluruh mahasiswa seluruh Indonesia bersatu untuk menghendaki Preside Soeharto yang ingin terus mejabat sebagai kepala negara. Dan tepat pada bulan Mei 1998 mahasiswa berhasil melengserkanya.


“Kami harap Presiden selaku pejabat tertinggi atau kepala Negara, perlu menyikapi dengan tegas perihal polemik wacana penundaan Pemilu atau perpanjangan masa Jabatan Presiden. Untuk itu kami dari AMI meminta Jokowi mengeluarkan pernyataan resminya untuk menolak,” kata Ruben kepada Tempo, Senin 4 April 2022.


Ruben mengatakan, bahwa pada Jumat 1 April 2022, Aliansi Mahasiswa Indonesia telah melakukan aksi di kawasan Istana Negara untuk menolak penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden. Aksi dilangsungkan mulai pukul 14.30 hingga 17.45 dengan melakukan long march dari Kampus Trisakti menuju Istana Negara.


“Aksi massa ini diikuti oleh sekitar seribuan mahasiswa dari berbagai organisasi kampus dan pelajar di Indonesia. Kami bergerak bersama untuk menyelamatkan Negara dari bahaya inkonstitusional,” kata mahasiswa Fakultas FISIP Universitas Djuanda, Bogor ini.


Menurut Ruben mahasiswa menunggu Presiden membuat pernyataan terbuka menolak wacana penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden. Sebab, Ami menilai penolakan terhadap penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden perlu disikapi langsung oleh Presiden Jokowi sebagai bukti konkrit kepala negara tidak melawan konstitusi.


“Jika tidak, mahasiswa mengancam akan turun ke jalan dalam jumlah yang lebih besar. Hal tersebutlah yang menjadi pernyataan sikap para mahasiswa yang turun ke jalan hingga sore menjelang malam hari pada Jumat pekan kemarin,” ucap Ruben.


Dia mengatakan, jika mahasiswa memberi waktu 2 hari kepada Jokowi untuk mengeluarkan pernyataan menolak perpanjangan jabatan dan penundaan pemilu. Waktu itu telah berakhir kemarin.


“Puluhan ribu mahasiswa dari seluruh Indonesia, sudah siap dan akan turun ke jalan jika wacana ini terus dikumandangkan,” kata Ruben.

16 tampilan

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Comments

Rated 0 out of 5 stars.
No ratings yet

Add a rating
Single Post: Blog_Single_Post_Widget
Recent Posts