Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
No tags yet.
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • Redaksi koordinatberita.com

DP Dapat Kado Kranda Mati dari Organisasi Wartawan Se-Indonesia


“ DP Harus Ayomi Wartawan! Bila Tidak Bisa “Bubarkan”

Foto; Baliho di Depan Kantor DP

Jakarta koordinatberita.com- Ribuan massa dari berbagai organisasi wartawan menduduki Kantor Dewan Pers (DP) di Jl. Kebun Siria, Jakarta Pusat. Selain itu juga melakukan aksi demonstrasi didepan Gedung dengan membawa kranda mayat dan poster, Rabu (4/7/18).

Foto; Ribuan massa dari berbagai organisasi wartawan

Sementara menurut Ketua Pendiri Organisasi Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Suriyanto, Pd, SH, MH, mengatakan,” kranda mayat yang dibawa teman-teman ke kantor DP itu adalah bentuk simbolisasi, bahwa DP sekarang ini dirasa mati,” kata pendiri PWRI.

“ Dan Aksi mereka tersebut menuntut pembubaran Dewan Pers karena dinilai gagal dalam mengemban fungsi dan tugasnya.

“Resufle atau pergantian,” katanya kepada awak media.

Masih Suriyanto,” menilai lembaga yang bertugas melindungi insan pers itu, dianggapnya gagal dalam melaksanakan tugasnya. Salah satu bukti kegagalan Dewan Pers yaitu tidak mampu melindungi dan memperjuangkan kasus kematian wartawan media Kemajuan Rakyat, Muhammad Yusuf,” jelasnya.

Foto: Ketua Umum (PWRI) Suriyanto, Pd, SH, MH,

“ Ini juga bentuk kepedulian terkait, Yusuf meninggal di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kotabaru, Kalimantan Selatan, pada Minggu 10 Juni 2018. Yusuf adalah terdakwa kasus pencemaran nama baik dan ujaran kebencian. Ia didakwa melanggar pasal 45 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik,” tambahnya.

Tambah Suriyanto lagi,”Yusuf dilaporkan oleh perusahaan sawit PT Multi Sarana Agro Mandiri (MSAM), perusahaan milik Syamsudin Andi Arsyad (Haji Isam) di Pulau Laut, Kabupaten Kotabaru. PT MSAM menilai berita Yusuf provokatif dan merugikan perusahaan.”

“Kenapa bisa dijerat UU ITE? Padahal kita punya Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999. Kami tidak ingin apa yang terjadi pada Yusuf menimpa wartawan lain,” terang Suriyanto.(Tiar/Oirul)


42 tampilan
  • Facebook
  • Twitter
  • LinkedIn

©2018 BY KOORDINAT BERITA. PT Sinar Katulistiwa Nusantara (