Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square

Dua Komplotan Perampok Antar Provinsi, Naas Tertembus Timah Panas di Dada


Koordinatberita.com| SURABAYA~ Dua komplotan perampok lintas antar provinsi mati tertembus tima panas didadanya. Kedua perampok itu adalah Antoni (59) asal Tangerang dan Didi Prabo alias Eko Begog (53) asal Jakarta.


Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran mengatakan komplotan perampok itu merupakan DPO Polda Metro Jaya dan Polresta Semarang dan dikenal cukup licin.


"Selain beraksi di Surabaya. Komplotan ini juga beraksi di Semarang dan Jakarta. Jadi antar kota, provinsi," kata AKBP Sudamiran, Senin (13/7/2020).

Untuk di Kota Pahlawan sendiri, komplotan perampok yang dipimpin Antoni (59) asal Tangerang, yang ditembak mati polisi bersama tersangka Didi Prabo alias Eko Begog (53) asal Jakarta, tercatat sudah beraksi sebanyak tujuh kali.


Di antaranya di Jalan Rangkah Gang I No.45, Tambaksari, Surabaya, Jalan Tegalsari No.16, Surabaya, Jalan Raya Rungkut Mapan Blok FC – 2, Surabaya, Jalan Klampis Semolo Timur 10, Surabaya, Jalan Prapanca 52, Surabaya, Jalan Indragiri 4-A, Surabaya dan Jalan Musi 6, Surabaya.


"Dalam penyelidikan, komplotan ini sudah beraksi di Surabaya sejak Januari lalu. Dan tiga hari kemarin beraksi di daerah Rangkah dan Tegalsari. Komplotan ini tercatat berjumlah empat orang. Ada satu lagi tapi dia 480 (penadah). Saat ini meraka sedang kami buru," jelas Sudamiran.


Sementara itu, Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya Iptu Agung Kurnia Putra menambahkan, tersangka Antoni Cs saat beraksi selalu menggunakan motor sarana Honda Supra warna hitam bernopol L 4010 W. Begitupula dua pelaku lainnya yang saat ini buron, saat beraksi juga memakai motor.


Saat diselidiki, rupanya motor yang dipakai Antoni itu memakai nopol palsu. Motor itu ternyata motor lising. Diduga, motor itu dibeli dari hasil lelangan untuk dipakai beraksi di Surabaya agar tidak terendus. Dan saat ini, Tim Jatanras masih melakukan pendalaman.


"Terkait itu masih akan terus kami dalami. Termasuk memburu dua pelaku lain dari komplotan ini yang masih kabur. Juga sekaligus memburu satu pelaku yang menjadi penadah komplotan ini," tegas Agung.


Agung menyebut, untuk menangkap komplotan yang dipimpin Antoni Cs itu, pihaknya sempat mengalami kendala. Meskipun alat bukti, saksi maupun rekaman CCTV sudah dikantongi. 


"Mereka ini sudah kami intai. Setelah beraksi di daerah Rangkah dan Tegalsari, mereka sempat menyatroni rumah di daerah Dharmahusada. Itu pada Minggu malam kemarin," jelasnya.


"Tersangka Antoni dan Didi ini naik motor. Kemudian kami ikuti juga naik motor. Ternyata mereka tahu kalau kami ikuti, kemudian tancap gas. Dan setelah kami kejar, keduanya malah memepet kami, bahkan sempat menendang. Tembakan peringatan sempat kami berikan, tapi tidak dipedulikan," tambah Agung.


Aksi kejar-kejaran pun terjadi. Dan saat tembakan peringatan kembali diletuskan, Antoni dan Didi malah melawan dengan senjata tajam. Dari situlah, karena tidak diindahkan dan membahayakan nyawa petugas, tindakan tegas terukur akhirnya diberikan. Antoni dan Didi pun tersungkur setelah timah panas bersarang di dadanya.


"Mereka langsung kami bawa ke RSU dr Soetomo untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun di tengah perjalanan, nyawanya tidak dapat diselamatkan," pungkas mantan Kasubnit Voice Control (VC) Satreskrim Polrestabes Surabaya itu.@_””