Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square

Hakim Tolak Dakwaan JPU Darwis & Menerima Sebagian Tuntutan Kuasa Hukum Venansius


Koordinatberita.com| SURABAYA~ Majelis Hakim Safri menolak dakwaan yang diberikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Darwis dari Kejari Surabaya. Namun hanya eksepsi yang diterima. Bahkan, memerintah terdakwa Venansius Niek Widodo dibebaskan dari tahanan Polrestabes Surabaya.


“Memutuskan, menetapkan menerima sebagian nota keberatan yang duajukan oleh penasehat hukum terdakwa. Perkara nomor 2482/Pid.B/2020/PN Sby," katanya saat membacakan putusan sela di ruang sidang Tirta 1 PN Surabaya, Jalan Arjuno, Senin (14/12/2020).


Dakwaan tersebut tidak dapat diterima. Sampai perdata antara Venansius Niek Widodo dengan Arief Soeharsa dan Tjen Dedy Winata Chandra berkekuatan hukum tetap. Hakim pun menilai kalau dakwaan tersebut terlalu premature.

Suasan sidang di Pengadilan Negeri Surabaya. (Foto/Rif)

Kasusu itu yaitu dugaan penipuan dengan modus Kerjasama pengangkutan nikel. Dua yang menjadi korbannya. Yaitu Tjen Dedi Winata Chandra dengan kerugian Rp 42,8 miliar. Serta Arief Soeharsa yang menderita kerugian sebesar Rp 27 miliar.


Dua hal yang menjadi pertimbangan majelis hakim dalam putusan itu. Pertama, Pasal 81 KUHP lalu Peraturan Mahkama Agung (Perma) Nomor 1/1956. Dalam Perma itu mengatur kalau, ada perkara perdata yang masih memerlukan asas kepastian hukum, maka perkara pidana tersebut ditangguhkan terlebih dahulu.


Sampai nanti diperoleh putusan perdata oleh pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. “Kami mempertimbangkan kalau dakwaan tersebut terlalu cepat. Karena, Venansius sedang dalam sengketa perdata. Saat ini masih bergulir di Mahkama Agung, dalam tingkat kasasi,” jelasnya.


Menanggapi putusan sela itu, penasihat hukum Venansius Niek Widodo, Hermawan Wahyudi mengaku sepakat dengan sikap hakim Safri. Sebab menurutnya hubungan hukum antara Kliennya dengan Arief Soeharsa dan Tjen Dedy Winata Chandra belumlah selesai ditingkat banding dan kasasi.


"Kami ke pengadilan memang mencari keadilan. Hukum harus ditegakkan dengan hukum. Sementara, hukum privat dalam perkara ini belum selesai. Klien saya dalam gugatan Wanprestasi nomor 1142 dan 1075 berstatus sebagai penggugat rekopensi," katanya saat ditemui usai persidangan.


Ia menceritakan kalau ada hubungan private atara Venansius dengan Arief Soeharsa dan Tjen Dedy Winata Chandra. Dari jalinan tersebut menimbulkan hak dan kewajiban. Melalui Kerjasama yang mereka lakukan. Menurutnya, Venansius malah kelebihan membayar kepada dua rekannya tadi.

Kepada Dedi ada kelebihan sekitar Rp 40 miliar. Sementara ke Arif sekitar Rp 22 Miliar. “Kita buktinya ada semua. Nah itu kita lagi adu bukti di perdata. Proses persidangannya masih berjalan. Satu di kasasi. Satunya lagi dibanding. Tapi kenapa kemudian di P21. Kami juga bingung,” celetuknya.


Karena ada perjanjian di MA, Kejaksaan Agung dan Polri kalau berkas itu dikembalikan sebanyak tiga kali, berarti berkas itu dinilai tidak layak. Sementara, perkara ini sudah dikembalikan tiga kali oleh Kejaksaan Agung ke Mabes Polri. “Karena itu banyak pertanyaan dibenak kita,” terangnya.


Sebaliknya, Jaksa Penuntut Kejari Surabaya Darwis tidak sependapat dengan putusan itu. Tapi, ia harus melaporkan Kembali kepada pimpinannya. Langkah apa yang harus dilakukan selanjutnya. Mengingat saat ini untuk kasus Venansius di Bareskim Polri dengan korban yang lain lagi sudah P21.


"Hasil putusan sela ini kami akan lapor ke pimpinan dulu. Sebab habis ini dia ada tahapan kedua dengan Kejari Perak. Serta dengan Bareskrim juga masih ada. Kalau tidak salah Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)," ungkap Darwis.


Dalam kasus sebelumnya, terdakwa Venansius telah divonis selama 5 bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya dan dikuatkan oleh putusan Pengadilan Tinggi Jatim. Padahal tuntutan JPU tergolong tinggi. Yakni 3 tahun penjara.@_Arif

 
Independence Koordinatberita.com.jpg
Sumardi SH MH (Ucapan natal & Tahun Baru

Koordinatberita.comberakta Notaris No: 27, PT. Sinar Katulistiwa Nusantara berbadan hukum siah terdaftar dalam Kementerian Hukum dan Ham RI, NomerAHU-0044771.AH.01.01. Tahun 2018 / Daftar Perseroan Nomer AHU-0124529.AH.01.11.Tahun 2018 Tanggal 21 September. 

Alamat redaksi: Jl. Bibis Tama, Surabaya Jawa Timur- Telpon: 087853787634 Email:khoirulfatma13@gmail.com- redaksikoordinatberita@gmail.com

PT. Sinar Katulistiwa Nusantara ( Pers

Keluarga Besar Koordinat Berita
  • Facebook
  • Twitter
  • LinkedIn