Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
No tags yet.
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • redaksikoordnatberita

Hendra, Terduga Dalang Pekara Pembobolan Rekening Kartu Keridit Miliaran Rupiah, Mulai Terbongkar

“Orang Tua Kandung Terdakwa Hendra, Akui Mobil Fortuner Miliknya”

Koordinatberita.com| SURABAYA~ Dalang kasus Pembobolan rekening kartu keridit sebesar miliaran rupiah, dengan modus untuk biaya Domain sebagai bahan akun google developer pengiklanan mulai terbongkar di persidangan. Pasalnya, Jaksa menghadirkan beberapa saksi, yang pertama saksi dari kepolisia yakni Dicky Arta Anugrah, saksi kelurga terdakwa yakni Oe Tio Jing (Ayah kandung) dan Tunangan terdawa Novi. Hal itu juga dibernarkan terdakwa Henda Kurniawan.

Dalam sidang lanjutan dengan ageda keterangan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Novan Ariyanto SH, dari Kejati Jatim, kembali digelar diruang Tirta 1, yang dipimpin oleh Majelis Hakim Ylizar SH dan Hakim anggota Sigin, PN Surabaya. Selasa, 10/03/2020.


Seperti pantauan koordinatberita.com, dalam keterangan saksi dari Polda jatim melalui Dicky Arta Anugrah sebagai tim penangkapan memberkan kesaksianya di persidangan.

“Saat di lakukan klarifikasi di rumah milik terdakwa yang ada di Balongsari, Kecamatan Tandes, memang benar digunakan untuk dibuat praktik ilegal akses dengan menggunakan data orang lain untuk periklanan,” keterangan Dicky.


Masih keterangan Dicky, tedakwa Hendra Kurniawan dan kawanannya, sebelum sudah menyiapkan terlebi dulu. “ Pembuatan periklanan telebih dulu untuk membuat akun developer google lalu dijual serta buat spam,” Dicky tim penangkapan.


Dihadapan majelis hakim, Dicky Arta Anugrah, lebih detail, menjelaskan dalam menggunakan kartu keredit difunsikan sebagai alat pembuatan akun advertising palsu. Dimana mereka membuat iklan di akun media sosial Linked In untuk tujuan pemasaran barang dengan sistem afiliasi dan pembayaran untuk pengunggahan iklan kegiatan tersebut ± $20 (dua puluh dollar) per iklan dengan menggunakan kartu kredit milik orang lain dan membuat akun google developer, dimana biaya pembuatan akun tersebut ± $25 (dua puluh lima dollar) serta pengaktifan domain yang memerlukan biaya $12 (dua belas dollar) per nama domain.


“Dimana semua pembiayaan tersebut dengan menggunakan kartu kredit milik orang lain yang data kartu kreditnya digunakan untuk pembayaran tersebut didapat dengan sistem spamming oleh tim spammer”.


Ditempat dan waktu yang sama, Oe Tio Jing, orang tua kandung dan tunangan terdakwa Hendra Kurniawan, turut juga dihadirkan oleh JPU untuk diminta keterangannya atas kepemilikan mobil


Oe Tio Jing mengatakan,”Mobil Pajero milik anak saya sendiri dan atas namanya,” akunya, Tio Jing.


Sedangkan Novi tunanganya terdakwa juga mengakui bahwa rekening Bang adalah milik terdakwa juga membenarkan perna ada uang masuk ke rekening itu.


“Ada sejumlah rekening atas namanya Hendra dpt uang dititipkan ke rekeningnya sebesar 100 juta,”akunya Novi tunangan Hendra.


Atas keterangan itu, terdakwa Hendra Kurniawan dan Prasetio membenarkan kesaksian yang dihadirkan JPU, tanyaknya Hakim Yulizar. Namu hanya di jawab dengan anggukan kepala.


Ketika dirasa cukup, hakim Yuliza kemudian menutup persidangan dan mengagendakan sidang pada pekan berikutnya.


Untuk diketahui, Ditreskrimum Polda Jatim membongkar sarang sindikat pembobol kartu kredit warga negara asing di sebuah ruko di jalan Balongsari Tama C-1 Rt.001 Rw.005 Kelurahan Balongsari Kecamatan Tandes Kota Surabaya.


Dari penggerebekan itu, sebanyak 18 orang tersangka diamankan beserta barang bukti berupa 23 unit CPU rakitan, 29 unit monitor, 20 handphone, 33 buku rekening bank, 14 kartu ATM dan barang bukti lainnya. Dalam kasus ini terungkap bila 18 hacker itu kesehariannya ditampung di dalam satu mess dan 17 pemuda lulusan SMK yang dipekerjakan Hendra, mendapat gaji setiap bulannya sekitar Rp 1 juta.


Hendra salah satu hacker mengaku, setiap orang mempunyai peran masing-masing, mulai dari pembeli domain, spammer, develop akun hingga eksekutor yang mencuri data kartu kredit milik nasabah bank. Dalam sindikat ini, Hendro bertugas sebagai develop akun atau pembuat akun yang menunjang kinerja eksekutor untuk membobol kartu kredit.@_Oirul

28 tampilan

Koordinatberita.com

Lebih dari sekadar media digital, yang berafiliasi berita online, cetak, elektrnik, Tv atau kantor pemberitaan oleh swasta. koordinatberita.commengusung platform kolaboratif dan interaktif yang dibangun melalui inovasi, teknologi dan bukan media yang mengintervensi, tapi kritik cerdas. koordinatberita.com menjunjung tinggi kredibilitas, memegang teguh etika jurnalisme.

 

Koordinatberita.com berakta Notaris No: 27, PT. Sinar Katulistiwa Nusantara berbadan hukum siah terdaftar dalam Kementerian Hukum dan Ham RI, NomerAHU-0044771.AH.01.01. Tahun 2018 / Daftar Perseroan Nomer AHU-0124529.AH.01.11.Tahun 2018 Tanggal 21 September. 

  • Facebook
  • Twitter
  • LinkedIn

©2018 BY KOORDINAT BERITA. PT Sinar Katulistiwa Nusantara (