Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square

Hentikan Politisasi Vaksin dan Nasionalisme Vaksin

Menlu RI Retno Marsudi mengkritik nasionalisme vaksin dan meminta dunia bekerja sama untuk akses vaksin Covid-19 yang adil untuk semua negara. Selain itu, meminta hentikan politisasi vaksin, tolong hentikan nasionalisme vaksin. Kita harus mengingatkan diri kita sendiri bahwa vaksin adalah masalah kemanusiaan, bukan politik.

Koordinatberita.com| JAKARTA~ Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengkritik nasionalisme vaksin yang bisa membahayakan global dan menyerukan akses serta ketersediaan vaksin Covid-19 untuk negara tidak mampu dan berkembang.


Dalam konferensi virtual bertema "Resetting Geopolitics" di Davos World Economic Forum pada 29 Januari 2021, Menlu Retno L. P. Marsudi sependapat dengan para panelis lain tentang bahaya nasionalisme vaksin.

"Kita pulih lebih kuat jika kita pulih bersama," kata Retno, membahas fasilitas COVAX, skema produksi dan distribusi vaksin Covid-19 yang dipimpin bersama oleh GAVI, Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (CEPI) dan WHO.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi terpilih sebagai salah satu dari tiga co-chair GAVI COVAX Advance Market Commitment (AMC), bersama Menteri Kesehatan Ethiopia Lia Tadesse dan Menteri Pembangunan Internasional Kanada Karina Gould.

Retno mengatakan masalah utamanya adalah memastikan implementasi distribusi, termasuk memastikan akses terhadap vaksin, karena nasionalisme vaksin akan mengganggu distribusi.


"Upaya lembaga multilateral adalah kunci dan memuji semangat kolaborasi melalui upaya GAVI," tegas Retno.


Retno mengatakan melalui fasilitas COVAX, 92 negara ekonomi rendah dan menengah penerima vaksin COVAX atau AMC 92, bisa memvaksinasi 20 persen populasi mereka. COVAX memastikan akses dan distribusi yang adil untuk memvaksin semua negara.


"Ini bukan hanya penting bagi negara berkembang dan kurang berkembang, tetapi juga untuk dunia," tegas Retno.


_Menteri Luar Negeri Retno Marsudi terpilih menjadi Ketua Tim Kerja Sama vaksin COVID-19 bagi negara-negara berkembang. BPMI SEKRETARIAT PRESIDEN VIA ANTARA


Untuk merealisasikan implementasinya, Retno mengatakan ada tiga isu penting yakni ketersediaan vaksin, dukungan finansial, dan kesiapan negara penerima vaksin.

"Di sini kerja sama dengan pembuat vaksin adalah kunci...dan sangat disayangkan saya mendengar nasionalisme vaksin tetap terjadi. Dan jika ini tetap terjadi maka akan membahayakan multilateralisme vaksin," kata Retno.

"Ini bukan hal yang mudah. Kebanyakan vaksin yang didistribusikan untuk anggota AMC 92 akan membutuhkan rantai pengiriman super-dingin, dan pertanyaannya adalah apakah mereka memiliki infrastruktur ini?" ujar Retno.


Persoalan utama untuk memastikan implementasinya antara lain menghindari nasionalisme vaksin yang akan mengganggu distribusi, menurut Retno Marsudi. Upaya lembaga multilateral adalah kuncinya dan Retno Marsudi memuji semangat kolaborasi melalui upaya GAVI.


"Tolong hentikan politisasi vaksin, tolong hentikan nasionalisme vaksin. Kita harus mengingatkan diri kita sendiri bahwa vaksin adalah masalah kemanusiaan, bukan politik," kata Retno Marsudi.@_**