Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square

Jatim Lebih Massif, Gubernur Khofifah: Vaksinasi, Setelah Nakes, Kemudian Jurnalis


Gubernur Khofifah memberikan keterangan pers, di RS Delta Surya Sidoarjo
Gubernur Khofifah memberikan keterangan pers, di RS Delta Surya Sidoarjo

Koordinatberita.com| SIDOARJO~ Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta soal vaksinasi, Jatim harus segera melakukan koordinasi lebih massif lagi dan signifikan. Setelah tahap pertama untuk tenaga kesehatan (nakes) sebagai garda terdepan penanganan Covid-19.


Kemudian, di tahap kedua dilakukan untuk semua yang berada di fungsi layanan umum, termasuk para jurnalis.


"Saya sudah berkomunikasi dengan Ibu Kepala Dinas Kesehatan, juga kepada Ketua PWI Jatim, yang mendapat vaksin termasuk yang memberikan layanan publik, di dalamnya adalah teman-teman jurnalis," kata Gubernur Khofifah, usai melihat proses vaksinasi Nakes di RS Delta Surya Sidoarjo, Minggu (31/1/2021).


Gubernur Khofifah juga mengingatkan pentingnya vaksinasi bagi para nakes, karena mereka adalah garda terdepan yang bersinggungan langsung dengan pasien, guna mencegah penyebaran virus Corona. Saat memberikan paparan di lantai dua rumah sakit itu, dikatakan bahwa dalam pelaksanaannya juga diingatkan untuk tetap menjaga jarak dan menghindari terjadinya kerumunan. Itu harus dilakukan guna memutus mata rantai penyebaran virus Corona, khususnya di Sidoarjo.


Melihat jalannya vaksinasi di rumah sakit itu, Gubernur Khofifah didampingi Pj Bupati Sidoarjo Hudiyono dan jajaran Forkopimda.

Untuk diketahui, di Sidoarjo, ada sebanyak 286 nakes terverifikasi mendapat vaksin Covid-19. Dari jumlah itu, di RS Delta Surya ada sebanyak 236 nakes. Kemudian dari Puskesmas Kota Sidoarjo sebanyak 50 nakes. Khofifah juga berpesan, selalu dilakukan update data, dihitung dengan tepat, berapa yang akan di vaksin, berapa yang tidak bisa menerima vaksin, lantaran penyitas, menyusui atau hamil.

Data itu juga dibutuhkan untuk memastikan jumlah kebutuhan vaksin yang harus diterima olah Jatim.


"Di antara data yang sudah terekam tapi ternyata penyintas, misalnya seperti saya, lalu ada menyusui serta karena hamil. Yang seperti ini sudah harus di-replace, datanya harus terus diperbaharui. Selain untuk pendataan pemenuhan kebutuhan vaksin juga untuk tenaga vaksinator," urai mantan Menteri Sosial itu.


Ditambahkan, semakin cepat dilakukan vaksinasi diharapkan kekebalan imunitas bisa lebih cepat terwujud.@_Bin