Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square

Kasus Korupsi YKP Sudah Enam Bulan Diusut Kejati Jatim Tanpa Kabar?


Koordinatberita.com | SURABAYA~ Sejak status perkara mega korupsi di Yayasan Kas Pembangunan (YKP) Surabaya dinaikan ke tahap penyidikan pada 29 Mei 2009 atau 6 bulan lalu oleh Kajati Jatim era Sunarta, hingga kini penanganan kasus yang merugikan keuangan negara sebesar ratusan triliunan rupiah itu tak jelas arahnya.


Lantas apa jawaban Kajati M Dofir terkait kelanjutan penyidikan kasus ini?


"Penanganan kasus ini kita harus melakukan pendalaman dan tidak bisa serampangan. Artinya saat ini hasil yang kita kantongi belum maksimal dan memang butuh pendalaman,” kata M Dofir, Jumat (29/11).


Tak hanya itu, belum turunnya hasil audit dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Timur juga menjadi rintangan penyidik untuk melanjutkan kasus ini.


"Kami sudah aktif menanyakan, Karena turunnya hasil audit BPKP merupakan salah satu syarat penting guna tindak lanjut penanganan proses hukum sebuah kasus untuk bisa dinaikan statusnya ke tahap selanjutnya," pungkasnya.


Dari data yang dihimpun, audit BPKP juga menjadi tembok penghalang bagi penyidik Kejati Jatim  menuntaskan kasus korupsi selain YKP, yakni kasus korupsi dana hibah Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM), yang sebelumnya telah menjerat sedikitnya 25 orang sebagai terpidana korupsi,  Salah satunya adalah Ketua DPRD Jatim, periode 2004 - 2009, (almarhum) Fathorrasjid dan (almarhum) dr Bagoes Suryo Soelyodikusumo.


Kepala Seksi Penyidikan (Kasidik) Pidsus Kejati Jatim, Antonius Despinola sempat mengaku masih berusaha dalam menentukan tersangka dalam penanganan kasus ini. Bahkan saat ditanya mengenai pemeriksaan saksi-saksi kembali kasus ini, pria yang akrab disapa Anton ini tak menampik hal itu.


"Ada rencana kesana. Mungkin saksi-saksi dari pihak perbankan,” tandas Antonius beberapa waktu lalu.


Begitu juga saat disinggung mengenai calon tersangka dari dugaan kasus korupsi ratusan miliar rupiah ini, Anton menegaskan, pihaknya masih berusaha mencari bukti-bukti yang mengarah ke pihak yang bertanggungjawab.


"Ada bukti pasti ada calon tersangka. Saat ini kita sedang mengumpulkan alat bukti,” tegasnya.@_Oirul