Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
No tags yet.
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • redaksikoordinaberita

Perkara Penghinaan Nabi, JPU Hadirkan Dua Saksi Pelapor


Koordinatberita.com| SURABAYA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Deddy Arisandi dari Kejari Surabaya hadirkan dua saksi pelapor dalam persidangan kasus penistaan agama dengan penghinaan nabi yang dilakukan oleh terdakwa Bambang Bima Adhis Pratama alias Bimbim yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (5/8/2020).


Dua orang saksi pelapor itu adalah Hanafi dan M. Yasin. Dalam sidang secara daring (online) ini digelar di ruang Tirta 1 para saksi menceritakan awal mula mereka melaporkan terdakwa Bimbim setelah mengetahui video di Instagram bimbimadship/bimaadshisp@gmail.com (akun milik Bimbim) pada tanggal 15 April 2020 lalu.


"Dia (Bimbim) dalam videonya itu memplesetkan sebuah syair lagu yang sebenarnya. Karena yang dihina itu Nabi Muhammad," ujar Hanafi di persidangan, (5/8/2020).


Namun saat ditanya, apa saksi mengetahui soal tujuan terdakwa membuat video tersebut saksi Hanafi tidak tau apa maksud video tersebut dibuat.


"Saya hanya mengetahui syair itu diplesetkan dengan lirik 'AISYAH ROMANTISNYA CINTAMU DENGAN NABI DENGAN BAGINDA KAU PERNAH MINUM ANGGUR MERAH', sambil tertawa, dan itu jelas penghinaan terhadap Nabi Muhammad," kata saksi M. Yasin.


Seperti diberitakan sebelumnya, Bimbim diringkus, di rumahnya tanpa perlawanan. Setelah terciduk, Bimbim menangis di hadapan wartawan dan memohon maaf atas perkataannya itu.


"Saya mohon maaf sekali lagi, banyak banyak mohon maaf. Saya sudah menghina agama saya sendiri. Kepada umat Islam, seluruh masyarakat saya minta maaf. Sekali lagi banyak-banyak minta maaf," kata Bimbim sambil terisak.


Diakuinya, saat kejadian ia dalam pengaruh minuman beralkohol dan sedang pesta miras bersama teman-temannya.


Meski menangis dan mengaku menyesal, tak membuat Bimbim bisa lepas dari jeratan Pasal 45 A Ayat 2 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 UU ITE Pasal 28, dengan ancaman hukuman 5 tahun.@_DM

4 tampilan
  • Facebook
  • Twitter
  • LinkedIn

©2018 BY KOORDINAT BERITA. PT Sinar Katulistiwa Nusantara (