Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square

Kejahatan Hacker di Kawasan Surabaya Barat Berhasil Dibongkar Polda Jatim


Koordinatberita.com | SURABAYA~ Peretas internet dan pembobol kartu kredit beromzet milliaran rupiah di kawasan Jalan Balongsari Tama Surabaya. Kini, melalui tim Subdit I Cyber Crime Ditreksrimsus Polda Jatim berhasil mengungkap kasus itu pada Selasa siang (3/12).


"Ada 18 orang yang kita amankan dengan barang bukti kurang lebih 23 komputer, 29 monitor, 20 HP dan berbagai rekening bank," terang Dirreskrimsus, Kombes Pol Gideon Arif Setiawan, di lokasi penggerebekan.


Dijelaskan Gideon, aksi para hacker ini sudah berlangsung selama 3 tahun dengan menggunakan basis teknologi.


"Kami masih melakukan pendalaman, sementara dari data yang kami didapat, omzet mereka perbulan sekitar 40 ribu USD," jelasnya.


Terpisah, Hendro salah satu hacker yang diamankan mengatakan, dalam menjalankan kegiatan ilegalnya, masing masing mempunyai peran yang berbeda-beda, mulai pembelian domain, spamer, develop akun hingga eksekutor yabg mencuri data kartu kredit milik nasabah bank.


"Saya bagian pembuat akun (develop) untuk menunjang kegiatan mencari data kartu kredit milik nasabah asing," kata Hendro.


Dalam menjalankan aksinya, IP akun yang digunakan sengaja menggunakan jaringan asing seperti Amerika, Itali dan sebagainya.


"Kalau pakai jaringan Indonesia mudah dideteksi dan memerlukan verifikasi," ujarnya.


Terpisah, Zaini selaku Ketua RW setempat mengaku tidak mengetahui ruko yang digunakan untuk usaha ilegal para hacker.


"Setau saya toko kelontong, memang setiap malam banyak anak muda yang keluar masuk ruko ini," pungkasnya


Untuk diketahui, Penggerebekan sebuah ruko dikawasan jalan Balongsari Tama ini dilakukan Subdit I Cyber Crime Ditreksrimsus Polda Jatim siang tadi.


Dari penggerebekan tersebut, Petugas mengamankan 18 hacker atau peretas internet dan 20 perangkat komputer. Para hacker tersebut rata rata masih remaja yang baru lulus SMK.


Modus operandi sindikat hacker tersebut dengan meretas internet dan kartu kredit untuk menipu orang. Aksi mereka ini beromzet 40 ribu USA perbulannya atau lebih dari Rp 5 miliar pertahunnya.@_Oirul