Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square

Gus SHODIQ Ajak Masyarakat Sidoarjo Peduli Budaya Sebagai Perekat NKRI


SIDOARJO (koordinatberita.com)- Achmad Shodiq,SH.MH. Caleg DPRD II, Dapil I ( Sidoarjo, Buduran dan Sedati). Fokus Bagaimana memperjuangkan agar Budaya Rakyat Bisa Masuk dalam perda khusus dan mendapat perhatian dari pemerintah.

Memasuki masa kampanye Pemilu Legislatif (Pileg) 2018 berbagai macam calon anggota legislatif. Sudah mulai banyak yang melakukan kampanye baik secara terang-terangan maupun gerilya langsung ke masyarakat.

Salah satunya adalah seperti yang telah dilakukan oleh ACHMAD SHODIQ,SH.MH, Caleg DPRD Sidoarjo, Dapil I yang meliputi wilayah Kecamatan: Sidoarjo kota, Buduran dan Sedati, dengan Nomer Urut : 10 dari Partai Demokrat.

Selain menjadi Caleg Achmad Shodiq,SH.MH juga menjadi seorang advokat dan pengacara yang memiliki kepedulian terhadap kaum lemah yang membutuhkan bantuan hukum, tidak pernah segan-segan untuk langsung turun tangan bila ada masyarakat yang terkena persoalan hukum khususnya bagi masyarakat yang tidak mampuh, dalam prinsipnya yang terpenting dapat membantu masyarakat yang membutuhkan pelayanan hukum sudah merupakan kepuasan dan kebahagiaan tersendiri karena merasa ilmu dan pengalamannya dapat memberikan kemanfaatan bagi orang-orang yang membutuhkan.

Dan bukan hanya itu saja yang dilakukan oleh Gus Shodiq, panggilan akrabnya sehari-hari di kalangan lingkungan pengacara maupun organisasi-organisasi kemasyarakatan yang banyak di pegangnya di Jawa Timur. Achmad Shodiq,SH.MH sehari-harinya juga aktif dalam melestarikan budaya dan kegiatan-kegiatan kemasyarakatan lainnya di Sidoarjo bersama paguyaban-paguyuban lainnya.

Gus Shodiq yang juga pimpinan "Paguyuban Palenggahan Tombo Oerip", Dalam massa kampanye Pileg dan Pilpres di tahun 2018 / 2019 adalah bagaimana antar Caleg dan Pasangan Capres/Cawapres dapat mempersatukan budaya sebagai tradisi kebinekaan tunggal ika yang tecantum dalam Garuda Pancasila sebagai simbul negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (Oirul)