top of page

Jelang Vonis Bechi Terdakwa Pelecehan seksual, Ratusan Simpatisan Kumpul di Depan PN Surabaya


Pantauan Koordinatberita.com pada pukul 08.48 WIB, simpatisan Bechi yang terdiri dari pria dewasa, ibu-ibu, remaja laki-laki dan perempuan itu sudah duduk memenuhi sebagian badan Jalan Arjuno, Surabaya.
Pantauan Koordinatberita.com pada pukul 08.48 WIB, simpatisan Bechi yang terdiri dari pria dewasa, ibu-ibu, remaja laki-laki dan perempuan itu sudah duduk memenuhi sebagian badan Jalan Arjuno, Surabaya.

KOORDIBATBERITA.COM| Surabaya -  Ratusan orang terlihat memadati depan Gedung Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jawa Timur, jelang sidang putusan terdakwa kasus perkosaan santriwati Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) alias Bechi, Kamis (17/11).


Pantauan Koordinatberita.com pada pukul 08.48 WIB, simpatisan Bechi yang terdiri dari pria dewasa, ibu-ibu, remaja laki-laki dan perempuan itu sudah duduk memenuhi sebagian badan Jalan Arjuno, Surabaya.


Massa simpatisan Bechi itu memakai pakaian serba hitam. Ada juga yang menggunakan ikat kepala merah bertuliskan "PCTA INDONESIA".


"Bebaskan Mas Bechi," tulisan dalam kaus yang mereka kenakan.


Sebagian mereka juga sempat memaksa masuk ke dalam pengadilan. Namun petugas kepolisian menghalaunya, karena terbatasnya kapasitas. Mereka kemudian diminta menunggu persidangan di depan PN Surabaya.


"Tolong di depan pagar steril. Sebaiknya ibu-ibu doa bersama agar hasil putusan seperti yang diharapkan ibu-ibu," kata Kapolsek Sawahan Kompol A Risky Fadian mencoba mengatur massa simpatisan terdakwa Mas Bechi.


Para massa pun menurutinya. Mereka mulai terurai. Tidak lagi memadati gerbang utama PN Surabaya.


Kuasa Hukum Bechi, Gede Pasek Suardika mengatakan, massa simpatisan kliennya itu hadir untuk memberikan dukungan.


"Mereka doa bersama dan memberikan dukungan untuk Mas Bechi. Ada dari sejumlah organisasi lintas keagamaan," kata Gede.


Gede mengaku pihaknya sempat memfasilitasi agar beberapa pendukung Bechi dibolehkan masuk ke PN Surabaya. Hal itu karena menurutnya sidang putusan ini terbuka untuk umum.


"Kami hanya memfasilitasi supaya ibu-ibu [simpatisan Bechi] diperkenankan masuk," ucapnya.


Di sisi lain, Aliansi Kota Santri Lawan Kekerasan Seksual, mengaku tak menggelar aksi. Mereka hanya mengirimkan sejumlah perwakilan untuk memantau jalannya sidang.


"Teman-hanya hanya datang untuk memantau berjalannya sidang, untuk korban kami tidak datang ke pengadilan, cuma ada beberapa kuasa hukum yang siap stand by di pengadilan," kata salah satu kuasa hukum korban dari LBH Surabaya, Habibus.


Kasihumas Polrestabes Surabaya, Kompol M Fakih mengatakan, Polrestabes Surabaya mengerahkan setidaknya mengerahkan 130 personel untuk mengamankan jalannya sidang


"Ada 130 personel yang kami siapkan. Namun jumlahnya bisa berubah sesuai dengan keadaan di lapangan," ujar Fakih.@_Oirul

15 tampilan

Comentarios

Obtuvo 0 de 5 estrellas.
Aún no hay calificaciones

Agrega una calificación
Single Post: Blog_Single_Post_Widget
Recent Posts