top of page

Jembatan Merah Surabaya Bakal Ditata Ulang, Intip Konsep yang Disiapkan Pemkot & Pedagang Kaki 5 untuk Bersiap - Siap


Diketahui, penataan itu juga menyasar lokasi yang lainnya. Yakni, PKL di Jalan Rajawali. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk menunjang pengembangan program Surabaya Kutho Lawas yang optimal.
Diketahui, penataan itu juga menyasar lokasi yang lainnya. Yakni, PKL di Jalan Rajawali. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk menunjang pengembangan program Surabaya Kutho Lawas yang optimal.

KOORDINATBERITA.COM| Surabaya - Dalam rangka mengubah kawasan utara Kota Surabaya menjadi destinasi wisata baru, Pemerintah Kota (Pemkot) berencana akan menata ulang wilayah tersebut.


Sabtu (10/2), tema besarnya, destinasi wisata yang bakal dipersembahkan nantinya adalah Suroboyo Kutho Lawas.


Untuk melancarkan rencana tersebut, Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, serta Pariwisata (Disbudporapar) akan menata pedagang kaki lima (PKL) di perimeter itu.


Kepala Disbudporapar Kota Surabaya Hidayat Syah memaparkan, salah satunya para PKL yang menjajakan dagangannya di Jalan Jembatan Merah.


Rencananya, mereka akan ditata sesuai dengan konsep wisata kota lama Surabaya yang dibuat pemkot. "Nanti para pedagang ini menjadi satu tempat," ujarnya, Jumat (9/2).


Diketahui, penataan itu juga menyasar lokasi yang lainnya. Yakni, PKL di Jalan Rajawali. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk menunjang pengembangan program Surabaya Kutho Lawas yang optimal.


"Sebagian pedagang akan dipindah ke Jalan Gelatik," ucapnya sembari menyebut titik tersebut nantinya akan mengusung penataan menarik dengab konsep kawasan kopi nusantara.


Ditempat itu, pemkot akan memasukkan pedagang makanan dan minuman. "Makanan yang dijual juga akan disesuaikan dengan konsep kopi nusantara. Ada kurasi yang diterapkan," urainya.


Selain itu, pihaknya juga tengah menyiapkan penataan untuk pedagang tanaman dan bunga. Pedagang dari kalangan tersebut, akan dipindahkan ke area Jembatan Merah Plaza (JMP).


Dari pendataan sementara yang dilakukan pemkot, diketahui ada sekitar 20 pedagang bunga.


Menurut Hidayat, keberadaan pedagang bunga dan tanaman itu akan mempercantik dan mendukung kawasan Eropa tersebut.


"Mereka akan ditata untuk mendukung kawasan Eropa agar lebih hidup. Jadi, nanti wisatawan yang datang tidak hanya melihat gedung-gedung bersejarah, tetapi juga bisa membeli bunga dan kuliner di kopi Nusantara," jelasnya.


Saat ini, Hidayat menyebut, pihaknya terus melakukan sosialisasi. Hal itu dirasa perlu dilakukan karena, para pedagang di kawasan tersebut sudah cukup lama berjualan dan telah memiliki pelanggan tetap.


Dia berharap, upaya persuasif yang dilakukan pihaknya itu bisa segera rampung dan penataan para pedagang di tempatnya masing - masing sesuai konsep bisa segera dilaksanakan.


"Pertimbangannya, kalau di Jalan Jembatan Merah, selama ini trafficnya tinggi. Jadi, kalau di Jalan Gelatik, pengunjung bisa dengan leluasa berjalan kaki sambil kulineran," urainya.


Untuk diketahui, Disbudporapar juga telah bekerja sama dengan JMP. Tujuannya, untuk menunjang area parkir. Sebab, selama ini yang menjadi salah satu kesulitan pengunjung adalah terkait perparkiran.


"Parkirnya di JMP. Kami sudah berkoordinasi agar parkir JMP bisa digunakan sampai malam. Jadi, bisa sekaligus menghidupkan kembali JMP," tutupnya.@_Network

11 tampilan
Single Post: Blog_Single_Post_Widget
Recent Posts