top of page

Proyek saluran Molor  Omzet Pedagang di Karah Agung Turun Drastis

"Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti Merespon Keluhan Pedagang"

Pimpinan DPRD Surabaya ini meninjau langsung lokasi dan menghampiri beberapa pedagang di sekitar wilayah pembangunan saluran drainase.
Pimpinan DPRD Surabaya ini meninjau langsung lokasi dan menghampiri beberapa pedagang di sekitar wilayah pembangunan saluran drainase.

KOORDINATBERITA.COM| Surabaya - Sejumlah pedagang di jalan Karah Agung Kelurahan Karah Kecamatan Jambangan mengeluh omzet jualan menurun drastis akibat molornya proyek pembangunan saluran. Bahkan pendapatan pedagang berkurang kisaran 30-50 persen.


Pantauan di lokasi, kondisi debu tebal dan berterbangan di tiga bulan belakangan akibat pengerjaan proyek drainase menjadi suasana yang dirasakan warga Kota Surabaya.


Tampak beberapa alat berat, gundukan pasir, kemudian tumpukan beton-beton serta kerangka-kerangka besi menghiasi di sepanjang Jalan Karah Agung tersebut.


“Pengaruh banget ke omzet, tiga bulan ini pendapatan menurun. Sebelumnya sehari bisa 800 ribu pernah juga 1,4 juta, sekarang tinggal 500,” ujar Mina penjual bubur bayi organik di jalan Karah Agung, Selasa (22/11/2022).


Senada, Indah, penjual Pecel juga menyatakan hal yang sama. “Sepi, orang-orang gak mampir, harapannya cepat selesai aja soale udah lama ini,” harap dia.


Selain itu, Heru penjual jajanan Pukis mengaku pendapatannya turun hingga 50 persen lebih. “Biasanya ramai, sekarang pembeli berkurang,” ungkapnya singkat.


Adapun di beberapa warung semacam pujasera mengharuskan untuk tutup sementara waktu karena terhalang akses jalan untuk pembangunan.


“Ini mangkrak gak selesai-selesai yang bikin kita jadi bingung, kalo panas debunya minta ampun, kalo hujan becek jalan berlubang,” sesal Juma’i pedagang pujasera.


Keluhan masyarakat tersebut pun mendapat respon langsung dari Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti.


Pimpinan DPRD Surabaya ini meninjau langsung lokasi dan menghampiri beberapa pedagang di sekitar wilayah pembangunan saluran drainase.


“Jadi, saya dapat info dari warga kalau terkait pembangunan di Jalan Karah ini cukup berdampak, ya terhadap pemasukan para pelaku usaha,” ucapnya.


Reni menyebut secara umum masyarakat khususnya para pelaku ekonomi itu mendukung pembangunan saluran untuk mengatasi banjir.


“Warga mendukung pembangunan, namun kita tidak bisa menyalahkan kalau warga kemudian merasa terganggu, terdampak baik secara finansial dirugikan,” ungkap Reni.


Namun, lanjut Reni, pedagang-pedagang ini menyayangkan proses penyelesaian yang memakan waktu lama dan menimbulkan dampak terlebih komplain konsumen mereka.


Bahkan tidak sedikit yang tutup lapak karena sulit parkir bagi konsumen yang ingin membeli sebab keadaan pengerjaan yang tidak kunjung rampung.


Politisi PKS ini mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya agar proses pembangunan senilai Rp 9,7 miliar dengan lama pekerjaan 150 hari ini dapat segera rampung.


“Sebagaimana yang sudah saya sampaikan juga sebelumnya, setiap pengerjaan infrastruktur itu harus tepat waktu dengan kualitas yang baik,” imbuhnya.


“Selama pengerjaan pasti ada dampak untuk warga sekitar. Masyarakat tidak menolak pembangunan tetapi sangat berharap pembangunan bisa segera selesai,” tambahnya.


Menurut Reni, warga sangat mendukung pembangunan dan berharap tepat waktu dan tidak molor dan hasil pengerjaan memiliki kualitas baik.


Reni pun berpesan dengan selesainya proyek pengerjaan drainase itu diharapkan bisa selaras pula dengan ramainya para konsumen pedagang tersebut.


“Moga-moga ndang lancar, ben warga terdampak penghasilannya bisa segera normal lagi aktivitasnya dan laris lagi,” kata Reni menyemangati para pedagang yang terdampak.@_Oirul

7 tampilan

Comentarios

Obtuvo 0 de 5 estrellas.
Aún no hay calificaciones

Agrega una calificación
Single Post: Blog_Single_Post_Widget
Recent Posts