PT. Sinar Katulistiwa Nusantara ( Pers )

adalah suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang media Cyber yang bernama

Koordinatberita.com berakta Notaris No: 27, PT. Sinar Katulistiwa Nusantara berbadan hukum siah terdaftar dalam Kementerian Hukum dan Ham RI, NomerAHU-0044771.AH.01.01. Tahun 2018 / Daftar Perseroan Nomer AHU-0124529.AH.01.11.Tahun 2018 Tanggal 21 September. 

Alamat redaksi: Jl. Bibis Tama, Surabaya Jawa Timur- Telpon: 087853787634 Email:khoirulfatma13@gmail.com - redaksikoordinatberita@gmail.com

©2018 BY KOORDINAT BERITA.com

DPRD Surabaya Minta Akses Masuk Apartemen Gunawangsa Tidar Harus Dibongkar


Koordinatberita.com,(Surabaya)- Terkait dugaan pembangunan peningkatan dan Normalisasi Saluran Outlet Kalibutuh yang bersumber dari APBD Kota Surabaya melalui Dinas PU Bina Marga dan Pematusan di alihfungsikan menjadi jalan akses menuju Apartemen Gunawangsa Tidar semakin bergejolak. Pasalnya, warga terdampak terus secara lansung, namun tidak ada respon dari Pemerintah Kota Surabaya maupun dari Pihak Apartemen Gunawangsa Tidar dalam hal ini PT. Warna Warni Investama.

Dan kini melalui Saifudin Zuhri dari Komisi C DPRD Surabaya kembali menggelar hearing terkait alih fungsi sungai menjadi jalan yang akan dijadikan akses masuk Apartemen Gunawangsa Tidar yang dirasa masih mengalami kejanggalan dalam hal proses perijinan AMDAL.

Dalam hearing, Saifudin Zuhri pun meminta pihak Gunawangsa Tidar segera membongkar box culvert untuk akses jalan yang dibangun setelah proses normalisasi sungai karena menurutnya akan menggangu aliran sungai Asemrowo.

“Agar supaya tidak mengganggu arus sungai yang ada disitu sehingga terjadi timbunan sampah,” ujar Ipuk sapaan akrabnya saat ditemui usai hearing, Senin (3/12/2018).

Ia menambahkan, jika pihak Apartemen Gunawangsa tidak segera membongkar bangunan akses jalan yang dibuat dari dana CSR Gunawangsa, maka hal itu akan semakin menguatkan dugaan adanya skenario titipan yang hanya menguntungkan pihak Gunawangsa.

“Apa keberatannya Gunawangsa kalau itu tidak disetujui oleh pemerintah kota dan dia harus bongkar, karena dia bertindak tidak atas persetujuan dinas PU dan Bina Marga,” tegasnya.

Ia pun meminta pemkot Surabaya melakukan penindakan melalui Bantip agar proses pembongkaran segera dilakukan.

“Jadi tindakan yang dilakukan tanpa persetujuan pemerintah kota, maka pemerintah kota harus segera melakukan penindakan agar mereka (Gunawangsa) tertib,” pungkasnya.

Sementara itu, CEO Apartemen Gunawangsa, Triandy Gunawan mengatakan akan mengkoordinasikan dengan tim dan pihak pemkot.

“Ya nanti kita koordinasikan dengan pemerintah kota, kalau sekarang ya nggak berani ngomong,” jelasnya.@_Oirul


23 tampilan