top of page

Bersamaan Penangkapan Kapolda Jatim Teddy Minahasa, Jokowi Minta Ratusan Pati Polri ke Istana

"5 Fakta Pemanggilan Pati Polri ke Istana, Setelah Kasus Sambo, Tragedi Kanjuruhan, Teddy Minahasa"

KOORDINATBERITA.COM| Surabaya - Bersamaan dengan penangkapan Kapolda Jatim Teddy Minahasa, Jokowi minta ratusan Pati Polri ke Istana Kepresidenan. Berikut 5 faktanya.


Mengingat hal itu, kini ratusan Perwira Tinggi alias Pati Polri dari Kapolres hingga Kapolda dipanggil untuk menemui Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat 14 Oktober 2022, .


Belakangan, diketahui bahwa pemanggilan tersebut berisi pengarahan untuk memperbaiki segala aspek kepolisian guna meningkatkan kepercayaan publik. “Termasuk juga tentunya pemberantasan judi online, pemberantasan narkoba, dan pemberantasan hal-hal yang tentunya sangat mengganggu dan meresahkan masyarakat," kata Kapolri Listyo Sigit Prabowo saat menyampaikan arahan Jokowi dalam konferensi pers.


Berdasarkan catatan Koordinatberita.com pemanggilan seluruh Petinggi Polri ini merupakan tindakan pertama kali selama kepemimpinan Jokowi sebagai presiden. Lantas, apa sajak fakta-fakta dari pemanggilan ini?


5Fakta Pemanggilan Pati Polri oleh Presiden Jokowi


1. Ratusan Petinggi Polri Datang Bersamaan dengan  Bus


Merujuk hasil pantauan Tempo, ratusan perwira yang dipanggil ini turun secara ramai-ramai dari bus di ujung Jalan Veteran III di samping kompleks Istana Kepresidenan. Kemudian, para petinggi ini berjalan bersama menuju Gedung Krida Bhakti. Sementara itu, sesi pengarahan diketahui mulai pukul 14.00 WIB.


2. Perwira Tinggi Dilarang Membawa Ponsel dan Ajudan


Pemandangan menarik dalam pantauan tersebut adalah ratusan Petinggi Polri tersebut dilarang untuk membawa ponsel dan ajudan. Terlebih lagi, mereka yang hadir tidak tampak mengenakan tongkat, topi, ataupun pernak-pernik yang menunjukkan jabatan tinggi.


Larangan ini pun dikonfirmasi langsung oleh salah seorang kapolres. "Iya enggak bawa handphone," kata Kapolres Sumbawa AKBP Henry Novika Chandra.


3. Di Hari yang Sama, Irjen Pol Teddy Minahasa Ditangkap soal Narkoba


Di hari yang sama, Jumat pagi, 14 Oktober 2022, Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) dari Markas Besar Polri diketahui melakukan penangkapan terhadap Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Teddy Minahasa atas dugaan keterlibatan pengedaran narkoba.


Kemudian, pada sore hari, Kapolri Listyo Sigit Prabowo membenarkan penangkapan tersebut. Ia menyebut bahwa penangkapan ini merupakan hasil pengembangan dari keterangan sejumlah pengedar narkoba yang didapat oleh Polda Metro Jaya.


“Atas dasar hal tersebut (keterangan para pengedar narkoba), saya minta tadi pagi Kadiv Propam untuk menjemput dan memeriksa Irjen TM (Teddy Minahasa)” kata Listyo Sigit dalam keterangan resminya.


4. Pemanggilan Dilakukan 2 Minggu Usai Tragedi Kanjuruhan


Sebelum pemanggilan ratusan perwira tinggi oleh presiden berlangsung, publik memang diresahkan oleh sejumlah tindakan polisi belakangan ini. Secara kronologis, pemanggilan ini terjadi sekitar dua minggu usai Tragedi Kanjuruhan menewaskan lebih dari 127 penonton sepak bola.


Dalam peristiwa kerusuhan di Stadion Kanjuruhan itu, sejumlah pihak menilai Polri perlu bertanggung jawab karena telah menembakkan gas air mata sehingga menyebabkan penonton panik, berhamburan, dan saling dorong hingga terinjak-injak dan meninggal dunia.


5. Kompolnas Benny Mamoto Bantah Presiden Jokowi Marah


"Enggak (marah). Hanya stressing (menekankan) supaya cepat naik (kepercayaan publik terhadap polri)," kata Benny Mamoto. Ia juga menyampaikan bahwa Presiden Jokowi meminta polisi agar tidak lagi melakukan sejumlah pelanggaran dan melayani publik dengan lebih baik.@_**


14 tampilan

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Comments

Rated 0 out of 5 stars.
No ratings yet

Add a rating
Single Post: Blog_Single_Post_Widget
Recent Posts