Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
No tags yet.
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • redaksikoordnatberita

Dua Bandar Pil Koplo Asal Jember, Kedapatan Bawa Senpi Ilegal Dibekuk Polisi


Koordinatberita.com | SURABAYA~ Dua pelaku bandar pil koplo yang diketahui bernama Doni Efendi (31) dan Syaiful Anwar (35) telah didapati membawa senjata api (Senpi) ilegal. Kini kedua pelaku asal warga Dusun Krajan, Desa Sidodadi, Kecamatan Tempurejo, Jember. Berhasil diringkus polisi.


Terkait hal itu, Polda Jatim melalui Dirreskrimum Polda Jatim, karena kedua pelaku yang kedapatan memiliki senjata api (Senpi) rakitan ilegal guna melancarkan peredaran pil koplo jenis Trihexyphenedyl, dua orang bandar pil koplo ditetapkan sebagai tersangka dan di tahan.


Wadirreskrimum Polda Jatim, AKBP Fadli Widiyanto, merilis dua pelaku merupakan bandar pil koplo yang diketahui bernama Doni Efendi (31) dan Syaiful Anwar (35). Keduanya warga Dusun Krajan, Desa Sidodadi, Kecamatan Tempurejo, Jember.


"(Para pelaku) sudah lama menjadi target penangkapan yang kita tangkap hari Minggu, 5 Januari 2020 kemarin. Salah satu dari dua pelaku memiliki senpi ilegal yang digunakan untuk untuk menyakinkan dan memberikan kepercayaan kepada pengedar dibawahnya," kata Fadli didampingi Kabid Humas, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko dan Kasubdit Jatanras, Kompol Oki Ahadian saat rilis di halaman Gedung Ditreskrimum Polda Jatim, Selasa (7/1/2020).


Terkait kepemilikan senpi ilegal diakui pelaku sudah hampir empat bulan. Awalnya airsoftgun yang sengaja dirakit pelaku menjadi senpi jenis pistol.


Pelaku mendapatkan senpi tersebut yang digadaikan dari seseorang di Banyuwangi sebesar Rp.5.000.000,- (lima juta rupiah).


Adapun barang bukti yang diamankan dari tangan pelaku adalah pil koplo jenis Trihexyphenedyl sebanyak 37.499 butir dan 6 butir peluru aktif.


Fadli menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Satresnarkoba Polres Jember untuk menangani kasus ini. "Untuk penanganan dan pengembangan kasus ini kita limpahkan ke Polres Jember," tandasnya.


Perbuatan pelaku telah melanggar undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api dan undang-undang Kesehatan nomor 36 tahun 2009.@_DM

5 tampilan
  • Facebook
  • Twitter
  • LinkedIn

©2018 BY KOORDINAT BERITA. PT Sinar Katulistiwa Nusantara (